Kompas TV nasional aiman

Misteri Peledak Di Eks Markas FPI (4) - AIMAN

Senin, 3 Mei 2021 | 22:11 WIB

KOMPASTV - Penangkapan eks panglima FPI, Munarman, dalam kasus dugaan terorisme, panas di tengah masyarakat. Dua polemik mengiringi penangkapan. Pertama, keberatan pihak kuasa hukum Munarman, terkait proses dan mekanisme penangkapan, yang dinilai melanggar hak asasi manusia. Kedua, soal keberadaan bahan peledak di eks markas FPI, yang dituding rekayasa. 

Benarkah? Apa fakta sebenarnya terkait hal ini? Aiman mencoba menguak faktanya.

Baca Juga: Polisi: Munarman Berstatus Tersangka Sejak 20 April 2021

Aiman, mengawali penyusuran dengan mendatangi Kawasan Petamburan, Jakarta, lokasi eks markas FPI. Aiman, berbincang dengan sejumlah warga sekitar, untuk mengetahui seperti apa aktivitas di markas FPI, dan juga saat penggeledahan terjadi.

Dari sana, Aiman bertemu dengan tim kuasa hukum Munarman, untuk mengetahui apa saja yang menjadi keberatan dari tim kuasa hukum, termasuk juga keberadaan TATP atau bahan peledak di Eks Markas FPI.

Baca Juga: Munarman Tersangka, Kompolnas: Sudah Ada 2 Alat Bukti yang Kuat

Aiman juga mewawancarai Kepala Badan Reserse & Kriminal Polri 2009-2011, Komjen Pol. (Purn) Ito Sumardi, untuk menggali, seperti apa prosedur penangkapan pelaku terduga terorisme.

Terakhir Aiman, berbincang dengan Pengamat Terorisme, Hasibullah Satrawi, untuk mendapat gambaran jelas, terkait pola pelaku terorisme, dan kemungkinan keberadaan TATP di Eks Markas FPI. 

 

Penulis : Anas Surya





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
23:14
PRESIDEN FILIPINA RODRIGO DUTERTE TEGASKAN TIDAK AKAN MENARIK SEJUMLAH KAPALNYA DARI LAUT CHINA SELATAN   BNPB IMBAU MASYARAKAT NIAS BARAT TETAP WASPADA DAN HINDARI BANGUNAN YANG RETAK PASCAGEMPA BERMAGNITUDO 6,7   BNPB SEBUT GEMPA BERMAGNITUDO 6,7 YANG MENGGUNCANG NIAS BARAT BERLANGSUNG SELAMA 5 DETIK   BMKG: TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI, INTENSITAS GETARAN GEMPA NIAS BARAT BERAGAM   BMKG: ADA 15 KALI GEMPA SUSULAN PASCAGEMPA BERMAGNITUDO 6,7 MENGGUNCANG NIAS BARAT   BMKG MUTAKHIRKAN KEKUATAN GEMPA BUMI YANG MENGGUNCANG NIAS BARAT DARI MAGNITUDO 7,2 MENJADI MAGNITUDO 6,7   PEMERINTAH: 14 MEI 2021, JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 15.439.974 SPESIMEN   HINGGA 14 MEI 2021, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 86.842 ORANG   SATGAS COVID-19: HARI INI, ANGKA KEMATIAN AKIBAT COVID-19 DI INDONESIA BERTAMBAH 107 KASUS, TOTAL 47.823 KASUS   SATGAS COVID-19: JUMLAH PASIEN SEMBUH HARI INI BERTAMBAH 3.807 ORANG, TOTAL 1.592.886 ORANG   SATGAS COVID-19: HARI INI DI INDONESIA ADA PENAMBAHAN 2.633 KASUS POSITIF KORONA, TOTAL 1.734.285 KASUS   PENGUNJUNG TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL JAKARTA PADA HARI KEDUA LEBARAN MENCAPAI 39.000 ORANG   TAMAN MINI INDONESIA INDAH (TMII) DIKUNJUNGI 14.000 WISATAWAN PADA LIBUR LEBARAN HARI KEDUA   PAKAR HUKUM PIDANA USAKTI ABDUL FICKAR HADJAR SEBUT 75 PEGAWAI KPK YANG DIBEBASTUGASKAN BISA AJUKAN GUGATAN KE PTUN