Kompas TV klik360 sinau

Yuk, Coba Metode Kakebo untuk Menabung ala Orang Jepang

Rabu, 28 April 2021 | 20:39 WIB

KOMPAS.TV - Menabung adalah salah satu cara terbaik dalam pengelolaan keuangan. Meski begitu, tak sedikit yang gagal meski sudah berencana untuk menabung.

Pengeluaran untuk kebutuhan setiap bulan dan keperluan tidak terduga, kerap jadi penyebab gagal menabung.

Mungkin, cara menabung atau tips menabung yang banyak dijalankan oleh orang Jepang sejak zaman dulu ini patut dicoba. Praktik ini juga bisa digunakan sebagai tips menabung untuk pelajar.

Adalah “Kakebo”, metode menabung yang sudah dipopulerkan di Jepang sejak 1904 dan masih bertahan hingga saat ini.

Tujuan Kakebo yakni mengontrol pengeluaran seminimal mungkin, mencatat setiap pengeluaran dengan cermat, dan mengevaluasi pengeluaran setiap minggunya.

Bagaimana caranya?

Setiap awal bulan, catat pemasukan atau uang yang dialokasikan untuk satu bulan.

Dalam praktik Kakebo, jenis pengeluaran dibagi dalam empat kategori. Yang pertama, survival (biaya sekolah, makan, transportasi, kesehatan, kebutuhan pokok lain).

Kemudian ada kategori opsional (belanja & makan di luar), kategori hiburan, dan kategori pengeluaran ekstra yaitu pengeluaran tak terduga.

Catat berapa uang yang tersedia dan berapa yang akan ditabung. Semua itu harus ditulis di awal bulan agar mudah dalam pencatatan dan mengoreksinya.

Kemudian, jangan lupa untuk menulis detail semua pengeluaran untuk pembayaran yang dilakukan setiap harinya.

Lakukan evaluasi setiap minggu, untuk melihat sejauh mana uang yang sudah dikeluarkan benar-benar dipakai sesuai peruntukan yang direncanakan.

Selain itu, ada baiknya menyimpan struk belanjaan karena akan membantu jika suatu hari lupa.

Dengan mencatat pengeluaran, manfaat yang didapatkan yaitu membantu mengatur keuangan, menghindari masalah darurat, serta termotivasi mencapai sesuatu yang sudah lama ingin dicapai.(*)

Grafis: Joshua Victor

Penulis : Gempita Surya

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
08:22
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19