Kompas TV klik360 sinau

Sejarah Satuan Kapal Selam Korps Hiu Kencana, Patriot Penjaga Perairan Indonesia

Kamis, 29 April 2021 | 04:30 WIB

KOMPAS.TV – Sejarah kapal selam di Indonesia tidak lepas dari terbentuknya Satuan Kapal Selam atau Korps Hiu Kencana.

Pembentukan satuan kapal selam NKRI sudah dimulai pada 1958, diawali pengiriman calon awak kapal selam di Polandia. Setahun kemudian, rombongan di bawah pimpinan Mayor Pelaut RP Poernomo kembali ke Tanah Air.

11 September 1959, dilaksanakan penyematan brevet Hiu Kencana pertama kali kepada awak kapal selam yang baru menyelesaikan pendidikan di Polandia.

Pada 12 September 1959, dilaksanakan serah terima KRI Tjakra (S-01) dan KRI Nanggala (S-02) dari pemerintah Uni Soviet kepada pemerintah Indonesia, sekaligus diperingati sebagai “Hari Lahir Korps Hiu Kencana”.

14 September 1959, Divisi Kapal Selam (Divkasel) dalam tubuh Komando Armada diresmikan. Mayor RP Poernomo adalah Komandan Divkasel pertama.  Lalu, pada 1 November 1959 diresmikan Sekolah Kapal Selam Angkatan Laut (SEKASAL) di Surabaya.

21 Desember 1959, Satuan Kapal Selam TNI AL mengukuhkan KSAD Jenderal TNI AH Nasution sebagai Warga Kehormatan Kapal Selam, ditandai dengan penyematan brevet Hiu Kencana.

Arti Lambang Hiu Kencana

Inti lambang dari Brevet Hiu Kencana itu berupa dua hiu saling berhadapan, dengan tekad mempertahankan kehadiran kapal selam di lautan sebagai bentuk kemampuan dan supremasi di laut.

Kapal selam dalam keadaan siap tempur pada posisi menyelam sebagai simbol kesenjataan strategis yang ampuh.

Periskop menyimbolkan selalu waspada mengamati setiap jengkal perairan negara.

Gambar tujuh gelombang mewakili samudera di dunia, lima buah garis insang pada leher hiu pertanda Warga Hiu Kencana bernafaskan Pancasila.

Secara keseluruhan makna lambang Brevet Hiu Kencana adalah, “Dengan landasan falsafah hidup Pancasila sebagai Prajurit Sapta Marga tugas akan dilaksanakan dengan penuh keberanian dan ketabahan serta sanggup mengemban tugas sampai titik darah penghabisan”.

Korps Hiu Kencana juga memiliki moto "Wira Ananta Rudira" yang artinya Tabah Sampai Akhir.(*)

Grafis: Arief Rahman

Penulis : Gempita Surya

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
01:05
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19