Kompas TV nasional peristiwa

Eks KKM Laksda (Purn) Frans Wuwung Ungkap Penyebab KRI Nanggala-402 Tenggelam hingga Terbelah

Minggu, 25 April 2021 | 21:16 WIB

KOMPAS.TV - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan kondisi kapal KRI Nanggala-402 terbelah menjadi tiga bagian.

Terdapat bagian yang terlepas dari badan utama kapal.

Yudo menjelaskan terdapat bagian belakang kapal tak berbadan tekan, selanjutnya kemudi horizontal dan vertikal.

Pantauan ini terlihat melalui alat ROV dari Singapura yang mendapat kontak visual dan memperlihatkan adanya serpihan badan kapal KRI Nanggala 402 di kedalaman 838 meter.

Sementara itu, kabar duka disampaikan oleh Panglima TNI, Marsekal Hadi Cahyanto yang menyatakan seluruh awak yang berada dalam KRI Nanggala 402 telah gugur.

Hal ini disampaikan langsung pada saat konferensi pers TNI pada Minggu, 25 April 2021.

Pernyataan ini berdasarkan temuan serpihan dan adanya sinyal Kapal selam KRI Nanggala 402 yang terdeteksi terakhir berada di kedalaman 838 meter.

Sementara diberitakan Schmidt Ocean Institute yang dikutip Kompas.com, di kedalaman lebih dari 800 meter kondisi air tidak seperti yang dirasakan di kolam renang.

Mantan Kepala Kamar Mesin KRI Nanggala-402, Laksamana Muda (Purnawirawan) Frans Wuwung menyebutkan kapal tenggelam dan terbelah akibat sudah melewati batas maksimum kedalaman.

Tekanan hidrostatis air meningkat sebanyak 1 atm setiap kedalaman 10 meter. Artinya, jika tekanan di udara adalah 1 atm, tekanan di kedalaman 850 meter adalah 85 atm dan manusia hanya bisa bertahan pada tekanan sekitar 3-4 atm.

Berenang di laut pada kedalaman 850 adalah hal yang tidak mungkin bagi manusia, rasanya mungkin akan sama seperti dinjak 100 ekor gajah di kepala.

Doa dan rasa hormat menyertai kepergian 53 awak KRI Nanggala-402, setelah kapal selam tersebut dinyatakan tenggelam.

Simak dialog selengkapnya bersama Mantan Kepala Kamar Mesin KRI Nanggala-402, Laksamana Muda (Purnawirawan) Frans Wuwung, Pengamat Militer dari Institut for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi dan Jurnalis Harian Kompas, Edna Pattisina. 

Penulis : Anjani Nur Permatasari





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
14:48
TINJAU VAKSINASI COVID-19 DI TANGERANG SELATAN, WAPRES TEGASKAN PEMERINTAH INGIN PERCEPAT “HERD IMMUNITY”   WAPRES MA'RUF AMIN MENINJAU PELAKSANAAN VAKSINASI COVID-19 MASSAL YANG DIGELAR DI SPORT CENTER, TANGERANG SELATAN   TIM DENSUS 88 TANGKAP 13 TERDUGA TERORIS DI RIAU YANG MERUPAKAN BAGIAN DARI JARINGAN JEMAAH ISLAMIYAH   PEMKAB PONOROGO BERKOLABORASI DENGAN KEMENSOS UNTUK ATASI MASALAH DISABILITAS INTELEKTUAL    POLISI SEBUT KELUARGA MUSISI ANJI MENGAJUKAN REHABILITASI TERKAIT PENYALAHGUNAAN NARKOBA    POLISI SEBUT MUSISI ANJI MENGAKU MENGONSUMSI NARKOBA SEJAK SEPTEMBER 2020    MUSISI ANJI JADI TERSANGKA KASUS NARKOBA DAN TENGAH DITAHAN DI RUTAN MAPOLRES JAKARTA BARAT    ICW: HUKUMAN JAKSA PINANGKI SEHARUSNYA DIPERBERAT, KARENA TERLIBAT KORUPSI SUAP DAN PENCUCIAN UANG   ICW: PEMANGKASAN VONIS HUKUMAN PINANGKI SIRNA MALASARI OLEH PENGADILAN TINGGI JAKARTA RUSAK AKAL SEHAT PUBLIK    TIGA VARIAN VIRUS KORONA YANG DITEMUKAN DI JAKARTA ASAL INGGRIS, BETA ASAL AFRIKA SELATAN, DAN DELTA ASAL INDIA    KADINKES DKI WIDYASTUTI MENYATAKAN SAAT INI SUDAH DITEMUKAN TIGA VARIAN BARU VIRUS KORONA DI JAKARTA    PT FREEPORT INDONESIA MULAI VAKSINASI COVID-19 UNTUK 38.000 KARYAWAN BESERTA KELUARGA    PEMKAB MADIUN EVAKUASI 89 WARGA DESA BANTENGAN DAN MOJOPURNO YANG POSITIF KORONA KE RSUD DOLOPO    SEBANYAK 89 WARGA DARI 2 DESA DI KECAMATAN WUNGU, MADIUN, POSITIF COVID-19 SETELAH HADIRI HAJATAN PERNIKAHAN