Kompas TV nasional peristiwa

Eks Komandan Korps Marinir Ungkap Penyebab KRI Nanggal 402 Tenggelam dan Sulit Dideteksi

Minggu, 25 April 2021 | 19:55 WIB

KOMPAS.TV - Eks Komandan Korps Marinir, Letjen TNI Marinir (Purn) Nono Sampono, membeberkan alasan mengapa kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak sejak Rabu (21/4/2021) dan sulit dideteksi.

Nono mengungkapkan kapal selam KRI Nanggala tenggelam memang didesain untuk operasi senyap.

Karena hal itu, meskipun dalam keadaan aktif, kapal selam akan sulit dideteksi keberadaannya.

"Kapal selam ini didesain untuk operasi senyap. Didesain sedemikian rupa sehingga di manapun dia berada sulit dideteksi. Dalam keadaan dia aktif saja sulit dideteksi, apalagi dalam keadaan bermasalah," ungkap Nono

Ia pun menceritakan bagaimana kapal selam milik Rusia berhasl mendekati Kuba tanpa diketahui Amerika Serikat.

Berdasarkan hal tersebut, Nono mengatakan senyapnya kapal selam bisa menjadi kelebihan sekaligus kekurangan.

Nono menambahkan, yang membuat kapal selam sulit dideteksi selain desainnya adalah karena tak memiliki black box (kotak hitam).

"Kalau pesawat terbang ada kotak hitamnya, kapal selam ini sangat sulit," katanya.

Lebih lanjut, Nono menuturkan pencarian semakin sulit karena di lokasi KRI Nanggala-402 hilang kontak terdapat palung berkedalaman 600-700 meter.

"Oleh karena itu ini menjadi persoalan kita, apalagi kita tahu di utara Bali kurang lebih 60 mil, vertical mile, ini bukan hal yang mudah.  Ada palung di situ, kedalaman yang di atas 600-700. Ini menjadi persoalan sendiri, apalagi kita tahu Nanggala 402 ini lebih dari 40 tahun bergabung dengan TNI AL. Jadi dalam usia yang relatif cukup tua menurut saya," bebernya.

Selain itu, Nono juga mengungkapkan ada temuan serpihan badan kapal dan beberapa bagian dalam kapal yang membuktikan bahwa ada kebocoran di badan kapal.

Besar kemungkinan tekanan bawah laut membuat kebocoran kapal hingga akhirnya kapal terus tenggelam.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan kondisi kapal KRI Nanggala-402 terbelah menjadi 3 bagian (25/4)

 

Penulis : Anjani Nur Permatasari





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:59
DUA GOL PATRIK SCHICK BAWA CEKO MENANG 2-0 ATAS SKOTLANDIA DI LAGA GRUP D PIALA EROPA 2020   CHEF DE MISSION OLIMPIADE UNTUK INDONESIA ROSAN P ROESLANI TARGETKAN 30 ATLET LOLOS KE OLIMPIADE TOKYO 2020   PT PERUSAHAAN GAS NEGARA (PGN) SIAP PASOK GAS BUMI DI KAWASAN INDUSTRI TERPADU BATANG, JAWA TENGAH   SELUNDUPKAN BARANG MEWAH, EKS DIRUT GARUDA INDONESIA ARI ASKHARA DIVONIS 1 TAHUN PENJARA DAN DENDA RP 300 JUTA   POLISI TANGKAP KOMPLOTAN PENCURI BARANG DI UNIT APARTEMEN KAWASAN SETIABUDI, JAKARTA SELATAN   POLDA METRO JAYA TEGASKAN AKAN TINDAK ANGGOTANYA APABILA TERBUKTI TERLIBAT PUNGLI DI TANJUNG PRIOK   KEJAKSAAN AGUNG TANGKAP TERPIDANA PEMBUAT SURAT PALSU, SUJADI ALIAS GOH PHI TIAM, DI MEDAN SETELAH BURON 6 TAHUN   KOMISI III DPR MINTA JAKSA AGUNG UNGKAP PENGGELAPAN EMAS DI BANDARA SOEKARNO-HATTA SENILAI RP 47,1 TRILIUN   MENKUMHAM YASONNA LAOLY: KUHP WARISAN KOLONIAL BANYAK MENYIMPANG DARI ASAS HUKUM PIDANA UMUM   DIDUGA LANGGAR KODE ETIK, WAKIL KETUA KPK LILI PINTAULI SIREGAR TUNGGU PANGGILAN DEWAN PENGAWAS KPK   PANGDAM JAYA DAN KAPOLDA METRO TEMUI GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN DI BALAI KOTA BAHAS LONJAKAN COVID-19   KASUS COVID-19 MELONJAK, KADINKES: SELURUH DAERAH PROVINSI BANTEN JADI ZONA ORANYE   COVID-19 VARIAN INDIA MENDOMINASI, EPIDEMIOLOG PANDU RIONO USULKAN PEMERINTAH UNTUK TERAPKAN KARANTINA WILAYAH   WAKIL KETUA DPR MUHAIMIN ISKANDAR: JANGAN SAMPAI SEKOLAH MENJADI KLASTER COVID-19