Kompas TV klik360 kamar rosi

Milenial Rentan Terpapar Radikalisme, Gus Miftah: Karena Salah Milih Guru dan Pengajian!

Selasa, 20 April 2021 | 13:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketika ditanya tanggapannya mengenai generasi milenial yang disebut rentan terpapar radikalisme, Miftaim An'am alias Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah menyebut bahwa ada baiknya tiap-tiap orang mengikuti pendapat ahli.

Hal itu disampaikan oleh Gus Miftah dalam program Kamar Rosi yang tayang secara virtual di YouTube KompasTV, Jumat (16/4/2021).

"Ikutlah pendapat ahli. Jangan ikut-ikutan orang yang ahli berpendapat," ujar Gus Miftah. 

Baca Juga: Soal Seleb Pamer Harta Kekayaan di Medsos, Ini Kata Gus Miftah

Menurut Gus Miftah, keduanya memiliki makna yang berbeda satu sama lain.

"Kalau pendapat ahli tentunya dengan kapasitas keilmuan yang memadai, tapi kalau orang yang ahli berpendapat di medsos, semua orang bisa berpendapat, seolah semuanya jadi ahli berpendapat. Padahal, pendapatnya enggak benar," lanjutnya.

Lebih lanjut, Gus Miftah menegaskan bahwa mereka yang ingin berpendapat harus menjadi orang yang ahli, bukan ahli berpendapat.

"Kalau akhirnya kita tidak bisa menjadi orang yang ahli keilmuan, minimal mengikuti pendapat yang ahli. Kalau cuma orang ahli berpendapat, hari ini semua orang punya TV, hari ini semua orang punya medsos, tapi tidak bisa dipertanggungjawabkan kapasitas keilmuannya. Ini kan bahaya," kata Gus Miftah.

Baca Juga: Ramai Isu Raja Salman Bawa Eskalator karena Takut Riba, Gus Miftah: Gak Make Sense Banget!

Maka darinya, Gus Miftah mengajak agar kita semua berguru kepada guru yang benar.

"Ingat, ilmu itu tanpa guru, gurunya setan. Salah milih guru, gurunya mbah-nya setan. Bahkan saya punya bahasa yang lebih fenomenal. Apa? Orang yang salah pergaulan lebih gampang dinasihati daripada salah pengajian," kata Gus Miftah.

Gus Miftah bercerita bahwa justru lebih gampang menasihati anak-anak kelab malam maupun PSK hingga meninggalkan dunia malam.

Alhasil menurut Gus Miftah, banyak milenial mudah terpapar radikalisme karena salah milih guru dan pengajian, salah satu alasannya.

#KamarRosi #GusMiftah #Radikalisme

Penulis : Desy Hartini

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:04
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19