Kompas TV internasional kompas dunia

Kemungkinan di Ambang Kematian, Navalny Dipindahkan ke Rumah Sakit Penjara

Selasa, 20 April 2021 | 04:29 WIB
kemungkinan-di-ambang-kematian-navalny-dipindahkan-ke-rumah-sakit-penjara
Koloni penjara yang dilengkapi dengan fasilitas rumah sakit bagi para napinya di Vladimir, sekitar 180 kilometer di timur Moskow, Rusia, Senin (19/4/2021). (Sumber: AP Photo/Daniel Kozin)

MOSKOW, KOMPAS.TV – Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny, yang aksi mogok makannya memasuki pekan ketiga, dipindahkan ke rumah sakit di penjara lain. Hal ini diungkapkan pengacara Navalny pada Senin (19/4/2021) setelah dokter pribadi Navalny menyatakan ia kemungkinan berada di ambang kematian.

Melansir The Associated Press, Senin (19/4/2021), Navalny dipindahkan pada Minggu (18/4/2021) dari koloni penjara di timur Moskow ke rumah sakit penjara di Vladimir, sekitar 180 kilometer di timur Moskow.

“Kemarin ia benar-benar tidak sehat. Setelah hasil tes dan kondisi keseluruhan kesehatannya, diputuskan untuk memindahkan Navalny ke sini. Di malam hari, kondisinya memburuk,” terang Alexei Liptser, pengacara Navalny, usai mengunjungi kliennya pada Senin sore (19/4/2021). Navalny tetap melanjutkan aksi mogok makannya, kata Liptser, “Secara umum, kondisinya mengindikasikan ia benar-benar tidak sehat.”

Baca Juga: Mogok Makan, Dokter: Alexey Navalny Bisa Tewas dalam Hitungan Hari

Lembaga pemasyarakatan Rusia FSIN tidak melaporkan keputusan untuk memindahkan Navalny hingga Senin pagi (19/4/2021). Dalam pernyataannya, FSIN mengatakan bahwa Navalny sudah setuju untuk menjalani terapi vitamin.

Menurut Liptser, ia tidak menghabiskan waktu cukup lama dengan Navalny untuk mengonfirmasi bahwa “Mereka menggeledah Navalny lebih lama ketimbang pertemuan kami sendiri. Ia jadi sangat marah. Makanya, kami tak bisa mendiskusikan apa pun, terlepas dari apa yang terjadi padanya.”

Baca Juga: Navalny Makin Kritis Akibat Mogok Makan, Timnya Serukan Demonstrasi Besar-besaran Hari Rabu

FSIN menyatakan bahwa kondisi Navalny dianggap “memuaskan”. Namun, dokter pribadi Navalny, Dr. Yaroslav Ashikhmin, menyatakan pada Sabtu (17/4/2021) bahwa hasil tes yang disediakan oleh keluarga menunjukkan adanya peningkatan kadar potassium di tubuh Navalny, yang dapat memicu serangan jantung dan gejala gagal ginjal.

“Pasien kami bisa meninggal setiap saat,” ujarnya dalam unggahan di Facebook.

Baca Juga: Protes Layanan Kesehatan yang Buruk di Penjara, Pemimpin Oposisi Rusia Alexei Navalny Mogok Makan

Penulis : Vyara Lestari

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Panen Raya Perdana Desa Tanjung Batu

Kamis, 23 September 2021 | 00:21 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
03:58
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19