Kompas TV nasional hukum

Sampai Kapan Praktik Perkawinan di Bawah Umur Tidak Mendapat Penanganan yang Serius?

Senin, 19 April 2021 | 20:01 WIB
sampai-kapan-praktik-perkawinan-di-bawah-umur-tidak-mendapat-penanganan-yang-serius
Komisioner KPAI Retno Listyarti. (Sumber: Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Praktik perkawinan anak di bawah umur masih belum mendapat perhatian serius. Bahkan di masa pandemi Covid-19 jumlah perkawinan anak meningkat di beberapa daerah di Indonesia.

Perkawinan anak terjadi baik melalui dispensasi kawin di Pengadilan Agama/Pengadilan Negeri, maupun di bawah tangan (nikah siri) atau nikah adat.

Hal tersebut menandakan bahwa penghapusan perkawinan anak yang disuarakan semenjak Kongres Perempuan Indonesia pertama tahun 1928 hingga kini belum tercapai.

Melansir dari Kompas.id (19/4/2021), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memperoleh banyak laporan sepanjang masa pandemi bahwa anak-anak dari keluarga miskin yang duduk di bangku sekolah menengah pertama dan atas, putus sekolah karena menikah.

Selain faktor ekonomi (kemiskinan keluarga), perkawinan anak terjadi juga karena faktor seperti budaya, agama, dan pengaruh pergaulan bebas.

Kendati melanggar hak anak dan menghancurkan masa depan anak, praktik perkawinan anak di masyarakat terus berlangsung. Pada tahun 2020 ada 119 anak putus sekolah karena menikah. Tahun 2021 ada 33 kasus anak putus sekolah, karena menikah.

“Mayoritas disebabkan karena faktor ekonomi atau kemiskinan. Misalnya tak punya gawai dan kuota, akibatnya tidak sekolah lagi semasa pandemi. Karena menganggur akhirnya memilih menikah atau dinikahkan,” ungkap Retno Listyarti, Anggota KPAI Bidang Pendidikan, Sabtu (17/4/2021).

Penulis : Fransisca Natalia | Editor : Eddward S Kennedy





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:13
TINJAU LARANGAN MUDIK DI PELABUHAN MERAK, KETUA DPR PUAN MAHARANI MINTA DISTRIBUSI LOGISTIK JANGAN TERGANGGU   MUDIK DILARANG, TRAFIK TRUK DARI JAWA KE SUMATERA NAIK 24 PERSEN   SEBANYAK 5.000 KENDARAAN PEMUDIK DIMINTA PUTAR BALIK DI POS PENYEKATAN TANJUNGPURA, KARAWANG, JABAR   PEMKAB PATI, JATENG, PERKETAT AKSES MASUK KE PERUMAHAN RSS SIDOKERTO SETELAH 56 WARGA PERUMAHAN TERPAPAR COVID-19   DIRLANTAS POLDA BANTEN KOMBES RUDY PURNOMO: SEJUMLAH TEMPAT WISATA BANTEN BUKA SECARA TERBATAS SAAT LIBUR LEBARAN   POLDA BANTEN MELARANG MASYARAKAT DARI LUAR WILAYAH BERKUNJUNG KE TEMPAT WISATA DI BANTEN   SELAMA MASA LARANGAN MUDIK, KEMENHUB KURANGI OPERASIONAL DERMAGA DAN KAPAL DI MERAK-BAKAUHENI    HARI KEEMPAT LARANGAN MUDIK, SEBANYAK 100 KENDARAAN DI POSKO PENYEKATAN KOTA TANGERANG DIMINTA PUTAR BALIK   KADISDIK: PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) DKI JAKARTA JALUR PRESTASI TAK MENGGUNAKAN SYARAT BATAS USIA    PEMPROV DKI JAKARTA MENERIMA 2.189 PERMOHONAN PEMBUATAN SURAT IZIN KELUAR MASUK (SIKM) SEJAK 6-8 MEI 2021    SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA: MASIH ADA PERUSAHAAN DI KOTA TANGERANG YANG BELUM LUNASI THR TAHUN LALU   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO TEGASKAN DAERAH ZONA MERAH COVID-19 TAK BOLEH BUKA TEMPAT WISATA   WAKIL KETUA KPK NURUL GHUFRON PASTIKAN TAK ADA PEGAWAI YANG DIBERHENTIKAN KARENA TAK LOLOS TES WAWASAN KEBANGSAAN   KPK AKAN BERKOORDINASI DENGAN KEMENPAN RB DAN BKN TERKAIT TINDAK LANJUT 75 PEGAWAI YANG DINYATAKAN TIDAK LOLOS TWK