Kompas TV nasional sapa indonesia

Kronologi Penganiayaan Perawat oleh Keluarga Pasien, Pelaku Tidak Di Ruangan Saat Infus Dicabut

Sabtu, 17 April 2021 | 22:41 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.TV - Inilah video amatir yang merekam seorang perawat Rumah Sakit Siloam, Palembang, Sumatera Selatan, yang menangis keluar dari ruang rawat inap pasien karena dianiaya oleh seorang pria yang menggunakan baju merah.

Pelaku penganiayaan, sempat dilerai oleh petugas keamanan rumah sakit. Namun yang bersangkutan tetap melawan.

Penganiayaan ini, bermula saat keluarga pasien meminta perawat untuk melepaskan infus di tangan pasien.

Namun, saat infus dilepas, tangan pasien yang masih balita, berdarah dan terus menangis.

Melihat hal itu, ayah pasien langsung menganiaya perawat hingga mengalami luka memar di sekujur tubuhnya.

Tidak terima jadi korban penganiayaan, perawat pun kemudian melapor ke Polrestabes Palembang. 

Polrestabes Palembang pun kini resmi menetapkan sang penganiaya perawat, sebagai tersangka.

Sang penganiaya perawat yang kini sudah berstatus tersangka, mengaku menyesali perbuatannya.

Ia meminta maaf kepada korban dan keluarganya, serta orang-orang yang tersakiti oleh perbuatannya.

Pihak Rumah Sakit Siloam Palembang pun menyesalkan peristiwa penganiayaan yang menimpa perawatnya, oleh salah satu keluarga pasien.

Namun, perihal permintaan maaf pelaku, ia menyerahkan sepenuhnya kepada perawat yang dianiaya.

Fakta apa saja yang dijadikan polisi untuk menjerat pelaku sebagai tersangka?

Bagaimana kondisi terkini perawat yang sempat dianiaya?

Untuk menjawabnya, kami akan berbincang dengan Kasat Reskrim Polrestabes Palembang , Kompol Tri Wahyudi.

Serta Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Harif Fadillah.
 

Penulis : Dea Davina





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:43
IKUTI WEBINAR "BERPARTNER DENGAN MEDIA" BERSAMA TIM HARIAN KOMPAS, DAFTAR DI INSTITUTE.KOMPAS.ID   JUNTA MILITER MYANMAR BEBASKAN LEBIH DARI 23.000 TAHANAN DI SELURUH NEGERI PADA LIBUR TAHUN BARU BUDDHA    BMKG: HUJAN DI KALIMANTAN UTARA, SULTENG, SULSEL, MALUKU UTARA, PAPUA PADA 18-19 APRIL BERPOTENSI AKIBATKAN BANJIR   BMKG: KALIMANTAN UTARA, SULTENG, SULSEL, MALUKU UTARA, DAN PAPUA WASPADA HUJAN LEBAT PADA 18-19 APRIL 2021   HARGA EMAS BATANGAN PT ANTAM BERADA DIANGKA RP 937.000 PER GRAM HARI INI   BMKG MINTA MASYARAKAT WASPADA GELOMBANG LAUT 4-6 METER DI PERAIRAN HALMAHERA BAGIAN UTARA AKHIR PEKAN INI   ISTRI GUBERNUR JAWA BARAT RIDWAN KAMIL, ATALIA PRARATYA, DINYATAKAN POSITIF COVID-19   PRESIDEN JOKOWI INGIN PEMBANGUNAN KOTA DAN PROVINSI DI INDONESIA PERLAHAN-LAHAN MENUJU KONSEP KOTA PINTAR   PRESIDEN JOKOWI BERHARAP DESAIN KOTA PINTAR DI IBU KOTA NEGARA YANG BARU JADI RUJUKAN BAGI NEGARA LAIN DI DUNIA   PRESIDEN JOKOWI INGIN IBU KOTA NEGARA DI KALIMANTAN TIMUR MENERAPKAN KONSEP “SMART CITY” ATAU KOTA PINTAR   DINKES TANGERANG TELAH MELAKUKAN VAKSINASI TERHADAP 38.000 WARGA LANSIA   GUBERNUR ANIES BASWEDAN: JAKARTA TELAH BERTRANSFORMASI DARI PEMBANGUNAN BERBASIS MOBIL KE PEMBANGUNAN TRANSIT    MENTERI BUMN ERICK THOHIR OPTIMISTIS PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA MAMPU MENCAPAI 5-7 PERSEN SETIAP TAHUN   MUDAHKAN RANCANG PERDA, GUBERNUR JABAR RIDWAN KAMIL DAN KEMENDAGRI LUNCURKAN APLIKASI E-PERDA