Kompas TV klik360 kamar rosi

Ramai Isu Raja Salman Bawa Eskalator karena Takut Riba, Gus Miftah: Gak Make Sense Banget!

Sabtu, 17 April 2021 | 20:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketika menjadi bintang tamu di Podcast Daniel Mananta, artis Arie Untung membahas dosa riba.

Ada pun salah satu yang menjadi sorotan adalah pernyataan Arie Untung soal Raja Salman yang datang ke Indonesia membawa eskalator sendiri.

Baca Juga: BUKA-BUKAAN! Gus Miftah Jawab Isu Bayarannya Rp3 Miliar sampai Rp7,5 Miliar

Dalam pernyataannya, Arie Untung menyebut alasan Raja Salman membawa eskalator sendiri untuk turun dari pesawat demi menghindari riba.

Miftaim An'am alias Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah angkat bicara dan meluruskan pernyataan Arie Untung tersebut. Menurutnya, hal itu adalah sesuatu yang tidak masuk akal.

"Satu, Raja Salman turun pakai eskalator itu karena faktor usia dan kesehatan plis deh... Plis... Kalau contohnya riba dengan menggambarkan kedatangan Raja Salman cukup saya katakan tidurmu kurang malam, mainmu kurang jauh, temenmu kurang banyak, kopimu kurang kental. Enggak make sense banget gitu lho," jelas Gus Miftah dalam program Kamar Rosi yang digelar secara virtual di YouTube KompasTV, Jumat (16/4/2021).

Baca Juga: Cerita Gus Miftah: Nomor Diblokir dan Honor Bayaran Ceramahnya Ditilep

Gus Miftah menyebut kalau riba memang hal yang haram. Ia justru mengandaikan dengan bunga bank yang menurutnya menjadi perdebatan.

"Pertanyaannya adalah apakah bunga bank itu riba? Lah ini yang menjadi perdebatan karena ayatnya adalah Ad'afam mudha'afah. Berlipat-lipat. Nah ulama menafsirkan kalimat berlipat-lipat ini berbeda-beda. Multitafsir. Yang dimaksud berlipat-lipat berapa? 100 persenkah? 1000 persenkah? 500 persenkah? 50 persenkah atau 1 persenkah? Maka kemudian ada ulama yang mengatakan bunga bank tidak riba, sementara lipatannya tidak besar," kata Gus Miftah.

Baca Juga: Gus Miftah: Permintaan Pengajian Capai 15 Ribu Undangan per Bulan

"Bijaknya adalah memahami semua pendapat itu. Ketika mengambil pendapat, katakanlah riba, yang mana bunga bank tidak riba. Kan punya dasar. Ketika Rosi mengatakan riba juga punya dasar. Di Indonesia yang mahal adalah rasa hormat pada orang yang berbeda pendapat sehingga orang yang berbeda pendapat pasti dianggap musuh," lanjutnya.

#KamarRosi #RajaSalman #GusMiftah

 

Penulis : Desy Hartini





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:23
IKUTI WEBINAR "BERPARTNER DENGAN MEDIA" BERSAMA TIM HARIAN KOMPAS, DAFTAR DI INSTITUTE.KOMPAS.ID   KERAJAAN INGGRIS GELAR LATIHAN MILITER JELANG PEMAKAMAN PANGERAN PHILIP HARI SABTU INI DI KASTIL WINDSOR, INGGRIS   SISTEM SATU ARAH DI JALAN SAMPING TOL LINGKAR LUAR TIMUR AKAN DIBERLAKUKAN SELAMA UJI COBA JALAN LAYANG CAKUNG   MENPAREKRAF SANDIAGA UNO TARGETKAN VAKSINASI COVID-19 TERHADAP 70 PERSEN DARI PELAKU PAREKRAF DALAM 1 TAHUN   WNI POSITIF COVID-19 DI LUAR NEGERI ADALAH 4.266: 3.355 SEMBUH, 181 MENINGGAL DUNIA, DAN 730 DALAM PERAWATAN   HINGGA 17 APRIL 2021, KASUS COVID-19 DI INDONESIA CAPAI 1.599.763 ORANG, 1.450.192 SEMBUH, DAN 43.328 MENINGGAL DUNIA   EPIDEMIOLOG DICKY BUDIMAN: JANGAN PIKIR MUDIK AMAN SEUSAI DIVAKSIN COVID-19   EPIDEMIOLOG DICKY BUDIMAN INGATKAN MASYARAKAT INDONESIA TAK MUDIK LEBARAN TAHUN INI   MANAJEMEN RS SILOAM SRIWIJAYA PALEMBANG BUKA PELUANG MEDIASI JIKA PENGANIAYA PERAWAT MEMINTA MAAF   GENOSE C-19 RESMI DITERAPKAN SEBAGAI SYARAT UNTUK CALON PENUMPANG KAPAL DI PELABUHAN TANJUNG PERAK, SURABAYA   POLDA METRO JAYA SIAPKAN 31 TITIK POS PENGAMANAN SELAMA PERIODE LARANGAN MUDIK LEBARAN 6-17 MEI 2021   PEMPROV DKI AKAN UJI COBA TAHAP I JALAN LAYANG CAKUNG, JAKARTA TIMUR, PADA 19-21 APRIL 2021   KETUM PB IDI DAENG M FAQIH: PENGEMBANGAN VAKSIN NUSANTARA TAK BOLEH HANYA BERMODALKAN SEMANGAT NASIONALISME    PB IDI MINTA PENGEMBANGAN VAKSIN NUSANTARA HARUS TETAP PATUHI PROTOKOL DAN PROSEDUR YANG BERLAKU