Kompas TV klik360 cerita indonesia

Kasus Covid-19 Turun, Jokowi Larang Mudik Lebaran 2021, Ini Pertimbangannya!

Jumat, 16 April 2021 | 20:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV – Presiden Joko Widodo mengeluarkan kebijakan untuk melarang mudik lebaran tahun 2021, meskipun penurunan kasus Covid-19 telah terjadi selama 2 bulan belakangan.

Menurut Jokowi, kondisi ini harus dijaga dengan baik, agar persebaran kasus tak lagi meluas.  

“Oleh karena itu kita harus betul-betul menjaga momentum yang sangat baik, untuk itulah pada lebaran kali ini, pemerintah memutuskan melarang mudik bagi ASN, TNI, Polri, Pegawai BUMN, Karyawan swasta dan seluruh masyarakat” pungkas Jokowi dalam video yang dirilis pada akun Youtube Sekretariat Presiden pada Jumat (16/4).

Jokowi menekankan, keputusan ini diambil berdasarkan banyak pertimbangan, salah satunya adalah kenaikan angka positif dan kematian setelah 4x libur panjang.

“Karena pengalaman tahun lalu terjadi trend kenaikan setelah 4 kali libur panjang”, ungkap Jokowi dalam video tersebut (16/4).

Baca Juga: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Turun, Jokowi Ajak Warga Pertahankan Tren Ini dengan Tidak Mudik

Sementara itu, Jokowi menambahkan, penurunan kasus yang signifikan  telah terjadi selama 2 bulan belakangan.  

Berdasarkan data dari Satgas Covid-19, penurunan kasus terus terjadi sejak Bulan Januari 2021, atau bersamaan dengan mulainya program vaksinasi yang dijalankan pemerintah.

“Kita harus menjaga tren menurunnya kasus aktif di Indonesia dalam dua bulan terakhir ini, menurun dari 176.672 kasus pada 5 Februari 2021, dan pada 15 April 2021 menjadi 108.032 kasus” pungkas Jokowi.

“Penambahan kasus harian juga sudah relatif menurun, kita pernah mengalami 14 ribu – 15 ribu kasus per hari pada bulan Januari 2021, tapi kini berada di kisaran 4 ribu – 6 ribu kasus per hari”, paparnya.

Tak hanya persebaran dan kasus aktif, angka kesembuhan dari Covid-19 pun juga terus meningkat.

“Tren kesembuhan pun terus mengalami peningkatan, bila pada 1 Maret 2021 sebanyak 1.151.915 orang yang sembuh, atau 85,88% dari total kasus, maka di 15 April meningkat menjadi 1.438.254 pasien sembuh, atau mencapai 90,5%”, paparnya.

Pemerintah berharap, kebijakan ini dapat mengurangi angka persebaran Covid-19 di Indonesia dan mempercepat proses vaksinasi nasional. 

Penulis : Abdur Rahim





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
08:42
KEPALA SMPN 1 SEMAU SELATAN, KUPANG, DILAPORKAN KE POLISI ATAS DUGAAN PENGGELAPAN DANA BEASISWA INDONESIA PINTAR   PEMPROV JATIM GANDENG UNAIR DETEKSI DAN PEMETAAN MUTASI VARIAN BARU COVID-19 DI JAWA TIMUR    POLDA SUMSEL KERAHKAN 600 PERSONEL AWASI KENDARAAN YANG MELINTAS DI 33 POSKO PENYEKATAN   MULAI BESOK, JASA MARGA LAKUKAN PENYEKATAN DI KM 31 TAMBUN TOL JAPEK   POLDA METRO JAYA MINTA PEMPROV DKI TUTUP TEMPAT WISATA DI JAKARTA SAAT LIBUR LEBARAN   MUI INGATKAN PENGURUS MASJID DAN JEMAAH WAJIB MENGGUNAKAN MASKER SAAT BERIBADAH    EPIDEMIOLOG GRIFFITH UNIVERSITY AUSTRALIA DICKY BUDIMAN SEBUT MUDIK JARAK DEKAT JUGA BERISIKO SEBARKAN COVID-19   KEMENHUB: BUS DENGAN STIKER KHUSUS BUKAN MELAYANI PEMUDIK   KEMENHUB BERI PENGECUALIAN BAGI BUS YANG TETAP BEROPERASI PADA MASA LARANGAN MUDIK DENGAN BERI STIKER KHUSUS   PT KAI: KERETA JARAK JAUH HANYA UNTUK PERJALANAN MENDESAK ATAU UNTUK KEPENTINGAN NONMUDIK   SATGAS COVID-19: MOBILITAS PENDUDUK KE PUSAT PERBELANJAAN NAIK DI 6 PROVINSI DALAM 3 PEKAN TERAKHIR    ANTISIPASI COVID-19, SURAT EDARAN PEMKOT SURABAYA: MAL HANYA BOLEH DIKUNJUNGI 50% DARI KAPASITAS   SURAT EDARAN MENDAGRI: ASN DAN PEJABAT DILARANG GELAR "OPEN HOUSE" ATAU HALAL BIHALAL SAAAT IDUL FITRI    KEMENPAN DAN RB SERTA BKN TIDAK TERLIBAT DALAM PROSES TES WAWASAN KEBANGSAAN TERHADAP 1.349 PEGAWAI KPK