Kompas TV internasional kompas dunia

Siapkan Daftar Sanksi AS Yang Harus Dicabut, Iran Ancam Akan Tingkatkan Program Nuklirnya

Rabu, 14 April 2021 | 02:05 WIB
siapkan-daftar-sanksi-as-yang-harus-dicabut-iran-ancam-akan-tingkatkan-program-nuklirnya
Fasilitas nuklir Iran di Natanz, Teheran. (Sumber: Atomic Energy Organization of Iran via AP, File)

DUBAI, KOMPAS.TV – Menyusul serangan sabotase terhadap fasilitas nuklir Natanz, Iran akan mulai melakukan pengayaan uranium hingga tingkat kemurnian 60%. Pernyataan ini diungkapkan negosiator nuklir Iran pada Selasa (13/4/2021), dan mendorong program nuklir Iran melesat hingga ke tingkat yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya.

Pengumuman ini menandai meningkatnya ketegangan setelah aksi sabotase yang merusak sejumlah alat sentrifugal di Natanz yang dicurigai dilakukan oleh Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah bersumpah tidak akan membiarkan Iran memperolah senjata nuklir. Israel juga telah dua kali mengebom negara-negara di Timur Tengah untuk menghentikan program atom mereka.

Baca Juga: Iran Tuduh Israel di Balik Padamnya Fasilitas Nuklir Mereka: Ini Aksi Terorisme!

Melansir The Associated Press pada Selasa pagi (13/4/2021), menteri luar negeri Iran telah memperingatkan bahwa serangan sabotase di Natanz dapat merusak negosiasi kesepakatan nuklir Iran dengan kekuatan dunia yang tengah berlangsung di Wina, Austria. Kesepakatan itu masih membahas rencana Amerika Serikat (AS) bergabung kembali, dengan tujuan agar dapat membatasi pengayaan uranium Iran dengan mencabut sanksi sebagai imbalannya.

Negosiator nuklir Iran, Abbas Araghchi yang tengah berada di Wina, menyatakan, “Kami yakin, negosiasi ini merupakan waktu bagi AS untuk membuat daftar dan saya harap saya bisa pulang ke Teheran dengan daftar sanksi yang harus dicabut.”

Baca Juga: Menlu Iran Salahkan Israel Atas Sabotase Fasilitas Nuklir Natanz

“Jika tidak, ini cuma buang waktu saja, dan saya tak yakin kita bisa meneruskan negosiasi ini,” tandas Araghchi.

Citra satelit menunjukkan fasilitas nuklir Iran, Natanz, pada 7 April 2021. (Sumber: Planet Labs Inc. via AP)

Penulis : Vyara Lestari





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:57
DOKTER INDIA PERINGATKAN KEPERCAYAAN MANDI KOTORAN SAPI UNTUK MENANGKAL COVID-19 TIDAK ADA MANFAATNYA   TANGKAL PEREDARAN HOAKS DAN BERITA KELIRU, FACEBOOK BAKAL INGATKAN PENGGUNA UNTUK BACA SEBELUM MENYEBARKAN BERITA   26 WARGA PALESTINA DI JALUR GAZA TEWAS AKIBAT SERANGAN UDARA ISRAEL   SEBANYAK 23 ORANG TERLUKA AKIBAT RUKO 2 LANTAI DI JALAN KL YOS SUDARSO, KOTA MEDAN, HANGUS TERBAKAR   PEMPROV LAMPUNG: SEMUA TEMPAT WISATA AKAN DIBUKA KEMBALI PADA 17 MEI 2021 DENGAN KAPASITAS MAKSIMUM 25%   PEMPROV LAMPUNG TUTUP SEMENTARA SEMUA TEMPAT WISATA SAAT LIBUR LEBARAN GUNA CEGAH PENULARAN KORONA   TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS, LAMPUNG, MASIH MENUTUP PINTUNYA BAGI WISATAWAN SELAMA LIBUR LEBARAN   POLDA METRO JAYA: 310 KG SABU YANG DISELUNDUPKAN DARI IRAN BERNILAI RP 400 MILIAR   KAPOLRI SEBUT MUDIK DILARANG AGAR MASYARAKAT TERHINDAR DARI RISIKO PENULARAN COVID-19   KAPOLRI: KAMI APARAT YANG TERGABUNG DALAM PENYEKATAN MUDIK TIDAK BERMAKSUD MELARANG MASYARAKAT MUDIK   KAPOLRI MINTA PEMERIKSAAN DAN PENGAWASAN DIPERKETAT BAGI WNI DAN WNA YANG MASUK KE RI MELALUI SOEKARNO-HATTA   SATGAS COVID-19 TEGASKAN SETIAP PIHAK HARUS MEMATUHI KEBIJAKAN LARANGAN MUDIK LEBARAN   SATGAS COVID-19 MINTA PEMDA KARANTINA 5 HARI WARGA YANG TELANJUR MUDIK   SATGAS COVID-19 IMBAU MASYARAKAT DI ZONA MERAH DAN ORANYE KORONA TIDAK SILAHTURAHMI SECARA FISIK