Kompas TV nasional wawancara

THR Harus Dibayar Penuhi, Satgas Akan Dibentuk untuk Awasi Proses Pembayaran

Selasa, 13 April 2021 | 09:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Tenaga Kerja telah menetapkan dan meminta setiap perusahaan bisa membayarkan tunjangan hari raya kepada karyawannya secara penuh tanpa dicicil dan sesuai waktu yang ditetapkan.

Perusahaan diminta membayarkan THR paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan termasuk idul fitri. 

Pembayaran THR secara utuh diberikan karena selama ini pemerintah telah memberi dukungan kepada perusahaan untuk mengatasi dampak Covid-19.

Namun bagi yang usahanya belum pulih pemerintah mempersilahkan perusahaan untuk bernegosiasi dengan pekerjannya dengan tetap berpedoman bahwa pembayaran THR diberikan sebelum hari raya.

Disisi lain pengusaha mengkhawatirkan surat edaran Menteri Tenaga Kerja soal ketentuan pembayaran THR ini memunculkan perdebatan saat pembahasan bipartit antara perusahaan dan pekerja.

Pengusaha juga menekankan hingga saat ini masih ada sejumlah bidang usaha yang kondisinya secara finansial masih terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Sejumlah buruh hari ini menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta.

Salah satu tuntutan mereka yakni meminta pengusaha membayarkan THR secara penuh kepada para pekerja jelang hari raya Idul Fitri tahun ini.

Agar pembayaran THR di tahun 2021 ini berjalan lancar, Kemenaker telah membentuk satuan tugas pelayanan konsultasi dan penegakan hukum pelaksanaan pelaksanaan pembayaran THR.

Satgas ini juga diminta agar segera dibentuk oleh semua pemerintah daerah.

Bagaimana pengawasan THR yang perlu dilakukan dan apa yang harus dilakukan baik pekerja dan pengusaha?

Simak pembahasannya bersama Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, Ketua Komite Advokasi Asosiasi pengusaha Indonesia Apindo, Darwoto,  dan juga Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay.

Penulis : Reny Mardika





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:35
PEMERINTAH MENETAPKAN 1 SYAWAL 1442 HIJRIAH JATUH PADA HARI KAMIS, 13 MEI 2021   KAPOLDA METRO JAYA IRJEN FADIL IMRAN SEBUT 310 KG SABU YANG DISITA POLISI BERASAL DARI IRAN   POLDA METRO JAYA GAGALKAN PENYELUDUPAN 310 KILOGRAM SABU DARI JARINGAN INTERNASIONAL YANG AKAN DIEDARKAN DI JAKARTA    KADIV HUMAS POLRI JELASKAN HARGA JUAL BELI JABATAN DI KABUPATEN NGANJUK RP 2 JUTA SAMPAI RP 50 JUTA   BARESKRIM POLRI DAN PENYIDIK KPK SITA UANG YANG DIDUGA HASIL SUAP BUPATI NGANJUK SENILAI LEBIH DARI RP 600 JUTA    BARESKRIM POLRI PERIKSA 18 SAKSI DALAM OTT BUPATI NGANJUK NOVI RAHMAN TERKAIT KASUS DUGAAN SUAP JUAL BELI JABATAN   KPK BUKA KUNJUNGAN BAGI KELUARGA TAHANAN DI RUTAN KPK SAAT HARI RAYA IDUL FITRI DENGAN PROTOKOL KESEHATAN KETAT    KENDARAAN DI LUAR PELAT NOMOR JAWA BARAT MENDOMINASI PENGENDARA RODA DUA YANG MELINTAS DI JALUR PANTURA HARI INI   LEBIH DARI 1.200 KENDARAAN DIPUTAR BALIK DARI TITIK SEKAT KEDUNGWARINGIN, KABUPATEN BEKASI, JAWA BARAT   HINDARI KERUMUNAN SAAT IDUL FITRI, PEMPROV DKI TUTUP SEMENTARA AKTIVITAS ZIARAH DI 82 TPU PADA 12-16 MEI 2021    IMAM BESAR MASJID ISTIQLAL NASARUDIN UMAR MINTA MAAF KEPADA JEMAAH ATAS PEMBATALAN SHALAT ID DI ISTIQLAL TAHUN INI   PENULARAN COVID-19 MASIH TINGGI DI DKI, MASJID ISTIQLAL BATALKAN PELAKSANAAN SHALAT IDUL FITRI 1442 HIJRIAH   PEMPROV DKI SEBUT PENUTUPAN TPU HANYA BERLAKU UNTUK ZIARAH, PELAYANAN PENGUBURAN JENAZAH TETAP DIBUKA   VAKSIN TAK JAMIN BEBAS COVID-19, DOKTER SUKARELAWAN COVID-19 FAJRI ADDAI IMBAU MASYARAKAT PATUHI LARANGAN MUDIK