Kompas TV nasional politik

Kinerja Ma'ruf Amin Dinilai Rendah, Jubir Wapres Contohkan Ban Serep: Kadang Dipakai, Kadang Nggak

Senin, 12 April 2021 | 19:13 WIB
kinerja-ma-ruf-amin-dinilai-rendah-jubir-wapres-contohkan-ban-serep-kadang-dipakai-kadang-nggak
Survei IPO menyebut masyarakat kurang puas dengan kinerja Wapres Ma'ruf Amin. Kinerja Ma'ruf juga dianggap lebih rendah dari Presiden Jokowi. (Sumber: KIP SETWAPRES)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Survei Indonesia Political Opinion (IPO) mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Wakil Presiden Ma’ruf Amin lebih rendah dari Presiden Joko Widodo dalam menangani pandemi Covid-19.

Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi, merespon hal ini dengan enteng. Masduki menyebut, hal itu wajar dan biasa.

“Kalau surveinya di atas Presiden malah bingung kita. Kalau Wapres di bawah Presiden, ya biasa,” ujar Masduki dalam konferensi pers virtual, Senin (12/4/2021).

Baca Juga: Mahfud MD Tak Libatkan KPK dalam Penanganan Hak Tagih BLBI

Ia pun menggunakan kiasan. Selain itu, Masduki meminta masyarakat agar jangan terlalu serius menanggapi survei semacam itu.

“Namanya ban serep di mana-mana kadang dipakai, kadang enggak,” ucap Masduki.

Survei itu menyebut, Wapres Ma’ruf Amin hanya mendapat angka kepuasan 36 persen dari responden. Sementara, Presiden Jokowi memperoleh persentase 56.

"Terlihat kejomplangan antara tingkat kepuasan terhadap Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Presiden Jokowi mendapat tingkat kepuasan sebanyak 56 persen dari masyarakat, sedangkan Wapres Ma'ruf Amin hanya 36 persen," kata Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah, Sabtu (10/4/2021).

Baca Juga: Wapres Ma'ruf: Daerah Zona Merah, Sholat Tarawih di Rumah Saja

Menurut Masduki, hal terpenting saat ini adalah Ma’ruf Amin selalu serius dan maksimal membantu kinerja presiden.

Ia pun menyebut, Ma’ruf telah berangkat ke beberapa daerah sebagai bentuk berbagi tugas dengan Jokowi.

Baru-baru ini, kata Masduki, Ma’ruf berangkat ke Sumatera Barat, sedangkan Jokowi pergi ke Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Artinya, selalu berbagi antara Presiden dan Wapres. Sebelumnya Wapres datang ke Kalimantan Tengah meresmikan bandara di Muara Teweh. Di saat yang sama, Presiden juga meresmikan bandara di Ambon,” beber Masduki.

Baca Juga: Survei KedaiKOPI: Elektabilitas Prabowo Tertinggi, Jokowi Masih Banyak Diminati, Anies Berapa?

Masduki mengatakan, gaya kepemimpinan setiap wapres berbeda-beda. Seorang wakil presiden di satu masa tidak bisa sama atau dibandingkan dengan wakil presiden lain.

Pihaknya menyebut, Wapres Ma'ruf saat ini lebih banyak melakukan langah-langkah koordinasi sesuai permintaan Presiden Jokowi.

"Jadi tidak ada masalah dengan survei seperti itu. Wapres tetap concern bekerja, alhamdulillah beliau makin sehat dan langsing. Mudah-mudahan kalau Covid-19 bisa makin reda, kalau tancap gasnya 60-70. Nanti bisa 80-90," ucap dia.

Penulis : Ahmad Zuhad | Editor : Eddward S Kennedy





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
02:46
AKTIVIS PENCINTA LINGKUNGAN GREENPEACE MINTA MAAF SETELAH AKSI PROTESNYA LUKAI 2 O RANG DI STADION ALLIANZ ARENA   TIMNAS RUSIA BUNGKAM FINLANDIA LEWAT GOL TUNGGAL ALEKSEI MIRANCHUK DI LAGA GRUP B EURO 2020   PEMERINTAH INGGRIS TEGASKAN JUMLAH PENONTON EURO 2020 DI WEMBLEY HANYA 25 PERSEN DARI KAPASITAS STADION   PEMERINTAH JEPANG INGIN KEHADIRAN 10.000 PENONTON DI TIAP LOKASI PERTANDINGAN OLIMPIADE DAN PARALIMPIADE TOKYO   BPBD DKI JAKARTA MINTA WARGA WASPADA BANJIR MENYUSUL TINGGI MUKA AIR DI POS PANTAU HULU ANGKE, JAKUT, MASUK SIAGA 3   PT JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL (JICT) IMBAU SOPIR TRUK TIDAK PERLU LAGI BAYAR UANG TIP DI PELABUHAN   TAMAN MARGASATWA RAGUNAN BATASI KUNJUNGAN MAKSIMAL 50 PERSEN DI MASA PEMBERLAKUAN PPKM MIKRO   KASUS COVID-19 MELONJAK, PEMKAB WONOGIRI INSTRUKSIKAN KADES SIAPKAN TEMPAT ISOLASI DESA   SATGAS COVID-19 PASTIKAN SUPLAI VAKSIN COVID-19 DARI LUAR NEGERI TERJAGA SESUAI JADWAL VAKSINASI PEMERINTAH   KANTOR KELURAHAN CIGANJUR, JAKARTA SELATAN, DITUTUP 2 HARI SETELAH LURAH HIFZILLAH TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19   PEMKOT MADIUN PERPANJANG PPKM MIKRO HINGGA 28 JUNI KARENA KASUS COVID-19 MASIH TINGGI   PEMKOT SURABAYA FOKUSKAN SKRINING DAN TES USAP DI JEMBATAN SURAMADU BAGI PENGENDARA YANG MASUK KE ARAH BANGKALAN   PEMKOT BANDUNG AKAN LAKUKAN PENGETATAN AKTIVITAS MASYARAKAT KARENA LONJAKAN KASUS COVID-19   KEMENDAGRI PASTIKAN REALISASI KATALOG ELEKTRONIK (E-KATALOG) GUNAKAN PRODUK DALAM NEGERI