Kompas TV nasional sosial

Label Teroris bagi Kelompok Separatis Papua, Kontras: Gagal Paham Akar Konflik, Perburuk Situasi

Jumat, 9 April 2021 | 10:45 WIB
label-teroris-bagi-kelompok-separatis-papua-kontras-gagal-paham-akar-konflik-perburuk-situasi
Warga dari Kampung Mamba, Distrik Sugapa hendak mengungsi ke Kompleks Pastoran Gereja Katolik Santo Mikael Bilogai, Intan Jaya, Papua pada Senin (15/2/2021). Mereka mengungsi karena kontak tembak TNI dan kelompok separatis bersenjata. (Sumber: istimewa via Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengkritik wacana melabeli kelompok separatis di Papua sebagai organisasi teroris. Mereka menilai rencana tersebut akan memperburuk masalah dan konflik.

Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti menganggap, label teroris hanya menunjukkan pendekatan militeristik oleh pemerintah untuk menghadapi konflik di Papua. Ini adalah kegagalan memahami konflik.

"Pemerintah tidak hanya gagal dalam memahami akar konflik Papua yang sebenarnya, tapi juga membuka jalan bagi penggunaan pendekatan keamanan (militeristik) dalam penyelesaiannya," kata Fatia dalam keterangan tertulis, Kamis (9/4/2021), dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga: KPK Temukan Pelanggaran Izin Kebun Sawit di Papua Sebabkan Hutan Gundul dan Konflik Ekonomi

Ia berpendapat, wacana pelabelan teroris adalah langkah terburu-buru. Hal ini menimbulkan potensi penyalahgunaan wewenang yang makin memperburuk situasi.

“Kami melihat wacana tersebut hanya menjadi celah bagi negara untuk melegitimasi langkah TNI dalam keamanan domestik melalui UU Terorisme yang berakibat pada makin buruknya situasi di Papua,” ujar Fatia.

Tak hanya itu, label teroris juga bakal berdampak pada kondisi psiko-sosial masyarakat Papua secara umum. Fatia mengungkapkan dugaan, label serupa juga bisa menyasar warga Papua yang berada di perantauan.

Penulis : Ahmad Zuhad | Editor : Iman Firdaus





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
10:45
PEMKOT TANGERANG MENYATAKAN TENGAH MENGKAJI WACANA PEMBUKAAN BIOSKOP   KEMENHUB & POLRI AKAN TERAPKAN SANKSI TERHADAP KENDARAAN YANG NEKAT BEROPERASI SELAMA PENIADAAN MUDIK   ADA LARANGAN MUDIK, KEMENHUB: SEMUA MODA TRANSPORTASI DARAT, LAUT, UDARA, TAK BOLEH ANGKUT PENUMPANG 6-17 MEI 2021   TAMAN MINI INDONESIA INDAH (TMII) TETAP BEROPERASI SEPERTI BIASA SELAMA PROSES PENGAMBILALIHAN OLEH NEGARA   PRESIDEN JOKOWI SERUKAN PENOLAKAN TERHADAP NASIONALISME VAKSIN   PRESIDEN JOKOWI MENYATAKAN SAAT INI NASIONALISME VAKSIN COVID-19 SEMAKIN MENINGKAT   DINKES DKI TENGAH MENGKAJI VARIAN VIRUS KORONA BARU E484K YANG TERDETEKSI DI JAKARTA   WNI POSITIF COVID-19 DI LUAR NEGERI CAPAI 4.190: 3.276 SEMBUH, 179 MENINGGAL DUNIA, DAN 735 DALAM PERAWATAN   PRESIDEN JOKOWI MENDORONG NEGARA D-8 PULIHKAN EKONOMI GLOBAL LEWAT PERDAGANGAN   DALAM KTT D-8, PRESIDEN JOKOWI MENDORONG AGAR INDUSTRI “START UP” TERUS DIKEMBANGKAN   TNI & POLRI MASIH UPAYAKAN EVAKUASI KORBAN DAN SALURKAN BANTUAN KEPADA MASYARAKAT TERDAMPAK BENCANA NTT   KEPALA BNPB DONI MONARDO: JUMLAH KORBAN MENINGGAL TERBANYAK DITEMUKAN DI FLORES TIMUR, TEPATNYA DI PULAU ADONARA   BNPB: KORBAN MENINGGAL AKIBAT BENCANA DI NTT CAPAI 163 ORANG & 45 ORANG DINYATAKAN HILANG ATAU MASIH DALAM PENCARIAN    GUBERNUR NTT VIKTOR BUNGTILU LAISKODAT MENETAPKAN STATUS TANGGAP DARURAT BENCANA MULAI 6 APRIL HINGGA 5 MEI 2021