Kompas TV nasional hukum

Seorang Pegawai KPK Gelapkan Barang Bukti Emas 1,9 Kg untuk Bayar Utang Forex

Kamis, 8 April 2021 | 14:41 WIB
seorang-pegawai-kpk-gelapkan-barang-bukti-emas-1-9-kg-untuk-bayar-utang-forex
Ilustrasi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan. (Sumber: Tribunnews.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Seorang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial IGAS mencuri emas yang merupakan barang bukti kasus korupsi.

Emas batangan yang dicuri seberat hampir 1,9 kg. Sebagian dari emas batangan itu digadaikan IGAS untuk membayar utang.

Dewan Pengawas KPK menjatuhkan sanksi etik berat terhadap IGAS berupa pemberhentian dengan tidak hormat.

Baca Juga: Gelapkan Barang Bukti Kasus Korupsi 1,9 Kg Emas, Pegawai KPK Dipecat dengan Tidak Hormat!

Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Pangbean menjelaskan, IGAS telah menggelapkan barang bukti dari terpidana kasus korupsi mantan pejabat Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Yaya Purnomo, yakni berupa emas seberat 1.900 gram atau 1,9 kilogram.

"Benar bahwa di dalam dua minggu Ini kami lakukan persidangan terhadap pelanggaran kode etik oleh seorang insan KPK yang kebetulan yang bersangkutan sebagai anggota satgas yang ditugaskan menyimpan mengelola barbuk (barang bukti) yang ada pada Direktorat Labuksi yang ada di KPK," ucap Tumpak dalam konferensi pers virtual, Kamis (8/4/2021).

Tumpak menerangkan, pencurian emas ini terjadi awal Januari 2020. Selama beraksi, IGAS tidak mengambil sekaligus, namun bertahap beberapa kali.

Kelakuan pegawai KPK itu terkuak pada saat barang bukti tersebut mau dieksekusi sekitar akhir Juni 2020.

Tumpak melanjutkan, IGAS telah menggadaikan sebagian dari emas batangan tersebut. Nilai yang digadaikan mencapai Rp 900 juta.

Baca Juga: KPK Bakal Telusuri Peran Ignasius Jonan dan Marcus Mekeng di Kasus Korupsi Samin Tan


Penulis : Fadhilah | Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


SINAU

Apa itu Banjir Rob? dan Beberapa Penyebabnya

Sabtu, 18 September 2021 | 19:09 WIB
Kesehatan

Anda Stres? Usir dengan 7 Olahraga Ini

Sabtu, 18 September 2021 | 19:02 WIB
SINAU

Anak Kembar Bisa Komunikasi Lewat Telepati?

Sabtu, 18 September 2021 | 18:50 WIB
SINAU

Apa itu Comek? dan Fungsinya bagi Tubuh

Sabtu, 18 September 2021 | 18:30 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
19:52
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19