Kompas TV nasional wawancara

Uji Coba Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka, Antisipasi Klaster Penularan Baru

Kamis, 8 April 2021 | 10:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Dorongan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membuka sekolah tatap muka terbatas, bersambut.

Berdasarkan data satgas penanganan Covid-19 7 April 2021, tercatat kasus terkonfirmasi positif bertambah 4.860 orang menjadi 1.547.376 kasus, kasus aktif berkurang 996 menjadi 113.570 kasus, dan kasus meninggal bertambah 87 menjadi 42.064 jiwa.

Dari jumlah keseluruhan, total kasus terkonfirmasi positif pada anak berusia 0-5 tahun sebanyak 2,8 persen, dan usia 6-18 tahun mencapai 9,4 persen atau totalnya sekitar 180 ribu kasus.

Untuk jumlah anak yang dirawat atau menjalani isolasi karena Covid-19, jumlahnya sebesar 3 persen untuk anak umur 0-5 tahun dan 10,4 persen untuk anak usia 6-18 tahun.

Sedangkan untuk jumlah kesembuhan, anak usia 0-5 tahun sebesar 2,9 persen dan usia 6-18 tahun mencapai 9,5 persen dari total akumulasi kesembuhan nasional.

Untuk angka kematian, anak usia 0-5 tahun dan usia 6-18 tahun, masing-masing berkontribusi sebesar 0,6 persen dari jumlah kematian seluruh kelompok umur, atau sekitar 500 kematian.

Meskipun angka penularan Covid-19 masih di atas rerata yang disyaratkan badan kesehatan dunia (WHO), pemerintah menargetkan pembelajaran tatap muka di sekolah di Indonesia, sudah bisa digelar setelah guru dan tenaga pendidik selesai divaksin.

Lalu siapa yang mengawasi dan bertanggung jawab berkaitan dengan pelaksanaan uji coba sekolah tatap muka dan bagaimana pula jika timbul kasus atau klaster penularan di sekolah?

Simak pembahasannya bersama Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru Satriwan Salim, dan Praktisi Sekaligus Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji.

Penulis : Reny Mardika





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
02:31
POLRI KANTONGI IDENTITAS PELAKU PENEMBAKAN 2 GURU DI DISTRIK BEOGA, KABUPATEN PUNCAK, PAPUA   WAGUB NTT JOSEF NAE SOI MINTA PEMDA KABUPATEN DAN KOTA DI NTT SIAPKAN LAHAN RELOKASI WARGA TERDAMPAK BENCANA   SEBANYAK 10 RUMAH SEMIPERMANEN DI JALAN KL YOS SUDARSO, MEDAN BELAWAN, SUMUT, HANGUS TERBAKAR   POLRES TANGERANG KOTA MUSNAHKAN 14.759 BOTOL MIRAS DARI HASIL OPERASI PEKAT JAYA SELAMA 12 HARI   GUBERNUR JATENG GANJAR PRANOWO MINTA KEPALA DAERAH DI JAWA TENGAH SATU SUARA SOAL LARANGAN MUDIK LEBARAN   POLRES KOTA BOGOR TERJUNKAN 800 PERSONEL UNTUK ANTISIPASI KERUMUNAN DAN LONJAKAN KASUS KORONA DI BULAN RAMADAN   DINAS KETAHANAN PANGAN, KELAUTAN, DAN PERIKANAN DKI: HARGA BAHAN POKOK AKAN NAIK 1-5% PADA AWAL RAMADAN   PEMPROV DKI: MAL TETAP TUTUP PUKUL 21.00 WIB SELAMA RAMADAN, TERMASUK RESTORAN DI DALAMNYA   MUI SARANKAN PASIEN COVID-19 BERGEJALA RINGAN TETAP PUASA   TPU KHUSUS JENAZAH COVID-19 DI SRENGSENG SAWAH, JAGAKARSA, RAMAI DIKUNJUNGI PEZIARAH JELANG RAMADAN   WALI KOTA JAKBAR UUS KUSWANTO INGATKAN WARGA BAWA SAJADAH SENDIRI SAAT SHALAT TARAWIH DI MASJID   PEMKOT SERANG PERSILAKAN WARGA SHALAT TARAWIH DI MASJID, MESKI STATUS KOTA MASIH ZONA ORANYE COVID-19   KEMENKES: ANAK USIA DI BAWAH 10 TAHUN TAK PERLU DIBAWA KE MASJID SELAMA RAMADAN   KEMENKES: VAKSINASI COVID-19 DI BULAN RAMADAN DIGELAR SIANG DAN MALAM HARI SELAMA TIDAK MENGGANGGU IBADAH