Kompas TV nasional peristiwa

Utang Indonesia Masih Menumpuk, Fadli Zon Kritik Pemindahan Ibu Kota

Selasa, 6 April 2021 | 05:30 WIB
utang-indonesia-masih-menumpuk-fadli-zon-kritik-pemindahan-ibu-kota
Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon  (Sumber: KOMPAS.com/Haryantipuspasari)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Politikus Partai Gerindra Fadli Zon mengeritik rencana pemerintah yang akan memindahkan ibu kota negara. Menurut Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR ini, seharusnya Pemerintah Indonesia mempunyai kebijakan prioritas agar bisa keluar dari pandemi Covid-19 dengan cepat dan sesedikit mungkin korban, serta memulihkan ekonomi negara dengan menggenjot ekonomi rakyat. 

"Untuk pemindahan Ibu Kota Negara baru, menurut saya sama sekali tidak ada urgensinya. Itu bisa dilakukan kalau kita dalam kondisi normal atau ada kelebihan anggaran. Saat ini kita  agak kesulitan anggaran, utang kita menumpuk, melebihi Rp6 ribu triliun. Saya kira, tidak pada tempatnya melanjutkan rencana pemindahan Ibu Kota Negara baru itu,” kata Fadli dalam Focus Group Discussion (FGD) BKSAP dengan Tema “Sustainable Economic Goals and Covid-19 Pandemic” di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (2/4/2).

Baca Juga: Kritik Soal Pemindahan Ibu Kota ke Kaltim, PAN: Masih Pandemi Corona, Seharusnya Tak Mendesak


Sementara menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, pemindahan ibu kota baru ke Kalimantan Timur tidak akan membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sebab, menurutnya,  99 persen biaya pemindahan datang dari pihak swasta.

"Hanya sekitar 1 persen anggaran dari APBN. Sebanyak 99 persen pendanaan dari swasta," kata Suharso dilansir dari Kompas.id, Senin (5/4/2021). 

"Anggaran satu persen APBN itu sebagai stimulus bagi investor swasta. Yang didorong investasi dari badan usaha milik negara dan swasta," lanjut dia. 

Baca Juga: Menakjubkan, Desain Masjid Agung Ibu Kota Baru oleh Nyoman Nuarta

Penulis : Iman Firdaus





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
02:21
BNN SUMATERA SELATAN MUSNAHKAN BARANG BUKTI 15,9 KILOGRAM SABU SENILAI RP 16 MILIAR   KPK TETAPKAN EKS BUPATI TALAUD SRI WAHYUMI MARIA MANALIP JADI TERSANGKA DUGAAN GRATIFIKASI PROYEK INFRASTRUKTUR    ANGGOTA DPR DARI DAPIL PAPUA YAN PERMENAS SARANKAN PEMERINTAH UTAMAKAN PENDEKATAN DIALOG SELESAIKAN KONFIK DI PAPUA   BAZNAS TARGETKAN PEROLEHAN DANA ZAKAT, INFAK, DAN SEDAKAH (ZIS) PADA 2021 MENCAPAI RP 503 MILIAR   KOMNAS PEREMPUAN TEKANKAN UPAYA PENCEGAHAN & PENANGANAN KORBAN DALAM PERMENDIKBUD RISTEK SOAL KEKERASAN SEKSUAL   KAPOLDA METRO JAYA IRJEN FADIL IMRAN: ADA 31 LOKASI YANG AKAN JADI TITIK KELUAR MASUK PEMUDIK DARI DAN MENUJU JAKARTA   POLDA METRO JAYA: KESIAPAN PENYEKATAN AKSES MASUK DAN KELUAR SESUAI KEBIJAKAN LARANGAN MUDIK SUDAH 80 PERSEN   DISNAKERTRANS DKI SEBUT KLASTER PERKANTORAN MENINGKAT, KASUS TERBANYAK ADA DI JAKARTA SELATAN   MUI INGATKAN PEMERINTAH PERTIMBANGKAN SEJUMLAH ASPEK SEBELUM MEMBERANGKATKAN JEMAAH HAJI DI MASA PANDEMI   SATGAS: PEMERINTAH BELUM BERENCANA BEKERJA SAMA DENGAN PRODUSEN VAKSIN COVID-19 ASAL TIONGKOK, ANHUI ZHIFEI   SATGAS COVID-19 MENYATAKAN KEGIATAN KERUMUNAN YANG LANGGAR ATURAN AKAN DITINDAK TEGAS OLEH APARAT KEAMANAN   JELANG “MAY DAY”, SATGAS COVID-19 TEGASKAN KEGIATAN KERUMUNAN DI SITUASI PANDEMI BERPOTENSI MENULARKAN VIRUS   PEMKOT TANGERANG SELATAN AKAN ADUKAN PERUSAHAAN YANG TAK BAYAR THR KE KEMENAKER   DISPAREKRAF DKI PASTIKAN DUA MAFIA KARANTINA DI BANDARA SOEKARNO-HATTA BUKAN PEGAWAINYA