Kompas TV regional kriminal

Kisah Chat WhatsApp dan Video Call Jadi Pemicu Pembunuhan Sepupu di Bantul

Kamis, 1 April 2021 | 13:30 WIB
kisah-chat-whatsapp-dan-video-call-jadi-pemicu-pembunuhan-sepupu-di-bantul
Ilustrasi penyebab pembunuhan sepupu di Bantul akhirnya terkuak.(Sumber: Kompas.com/Handout)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV- Penyebab pembunuhan sepupu di Bantul akhirnya terkuak. Persoalan chat WhatsApp dan video call menjadi pemicu kejadian pembunuhan ini.

N (22) laki-laki yang tega menghabisi nyawa sepupunya, B (38), diduga kerap berkirim pesan atau chatting dengan istri B. Tidak hanya itu, N juga diduga sering melakukan video call dengan istri korban.

Selain saudara sepupu, hubungan N dan B ternyata adalah karyawan dan majikan. N bekerja di pabrik wajan yang dipimpin oleh B.

B yang tidak suka dengan sikap N karea suka menggoda istrinya melontarkan ancaman akan memecat dan membunuh N.

Baca Juga: Detik-Detik Pembunuhan Sepupu di Bantul, Jasad Dibuang dan Terungkap dari Mobil Tanpa Plat Nomor

"Merasa terancam dengan perkataan korban, akhirnya N memiliki rencana serupa, membunuh B," ujar Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi, Rabu (31/3/2021).

Kesempatan untuk membunuh B datang saat N bertemu dengan B yang sedang mengendarai mobil di wiilayah Banguntapan, Bantul, Selasa (30/3/2021) sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah berjalan lebih dari 200 meter, N menjerat leher B dengan kawat sampai tewas.

N mengambil alih kemudi dan mencari tempat untuk membuang jasad sepupunya. Setibanya di Jembatan Selogedong, Argodadi, Sedayu, N pun membuang jasad B.

"Kawat besi sudah disiapkan tersangka dan bisa digunakan  sewaktu-waktu dalam keadaan bahaya.," ucapnya.

Sementara N mengaku nekat membunuh B karena merasa terancam. B juga mengancam akan mengobrak-abrik rumah kakak N yang ada di Bantul.

Penulis : Switzy Sabandar | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:09
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19