Kompas TV internasional kompas dunia

Spanyol Uji Coba 4 Hari Kerja Seminggu, Dorong Efisiensi dan Produktivitas serta Genjot Konsumsi

Minggu, 28 Maret 2021 | 04:40 WIB
spanyol-uji-coba-4-hari-kerja-seminggu-dorong-efisiensi-dan-produktivitas-serta-genjot-konsumsi
Pelayan Sara Palacios melayani pelanggan di restoran La Francachela di Madrid, Spanyol, Jumat, 26 Maret 2021. Bereksperimen dengan mengurangi satu hari kerja per minggu akan menyebar secara nasional di Spanyol. Sebuah proyek percontohan 3 tahun akan menggunakan 50 juta euro dari dana pemulihan Covid-19 Uni Eropa yang sangat besar untuk memberi kompensasi kepada perusahaan saat mereka mengubah ukuran postur tenaga kerja mereka atau mengatur ulang alur kerja produksi untuk beradaptasi dengan 32 jam kerja seminggu. (Sumber: AP Photo/Manu Fernandez)

Baca Juga: Jokowi Berharap Bendungan Sindang Heula Bisa Meningkatkan Produktivitas Pertanian

Tujuan dari uji coba ini adalah untuk melihat peningkatan efisiensi, produktivitas dan daya saing pada skala 32 jam kerja per minggu, berarti adanya 3 hari libur setiap minggu yang diharapkan memicu peningkatan tajam konsumsi serta meningkatkan kebutuhan tenaga kerja, terutama di bidang hiburan dan pariwisata yang merupakan tulang punggung ekonomi Spanyol. 

Satu-satunya syarat adalah pengurangan bersih jam kerja sambil mempertahankan gaji kontrak penuh waktu, jelas Héctor Tejero, seorang anggota parlemen dengan Más País di majelis regional Madrid.

“Ini adalah perkara tentang bagaimana kami meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan kami,” kata Tejero.

Mengurangi jam kerja dari 40 menjadi 35 per minggu pada 2017 menghasilkan pertumbuhan PDB 1,5% dan 560.000 pekerjaan baru, sebuah penelitian yang diterbitkan awal tahun ini di Cambridge Journal of Economics menemukan.

Gaji juga akan meningkat secara nasional sebesar 3,7%, terutama menguntungkan perempuan yang lebih sering mengambil pekerjaan paruh waktu, kata penelitian tersebut.

Baca Juga: Mendag Baru M Lutfi: Saya akan Transparan, Pastikan Ekonomi Indonesia Berjalan Baik dan Efisien

Sebuah papan informasi dalam bahasa Spanyol: Selamat datang, kami tidak dapat melayani di bar. Duduklah dan kami akan berkomunikasi melalui WhatsApp - di restoran La Francachela di Madrid, Spanyol, Jumat, 26 Maret 2021. (Sumber: AP Photo/Manu Fernandez)

Software Delsol, di Spanyol selatan, menginvestasikan 400.000 euro tahun lalu untuk mengurangi jam kerja bagi 190 karyawannya dan sejak itu melaporkan pengurangan 28% dalam ketidakhadiran, dengan orang memilih untuk pergi ke bank atau menemui dokter mereka pada hari libur mereka.

Penjualan mereka meningkat tahun lalu sebesar 20% dan tidak ada satu karyawan pun yang berhenti sejak jadwal baru diterapkan.

Kritikus mengatakan ekonomi yang diguncang pandemi bukanlah skenario terbaik untuk eksperimen. Dengan kontraksi PDB 10,8% tahun lalu, yang terburuk sejak Perang Saudara tahun 1930-an, Spanyol mengalami lockdown yang terputus-putus dan hampir membekukan perjalanan internasional.

Beberapa ahli berpendapat prioritas seharusnya memperbaiki pasar tenaga kerja yang disfungsional di negara itu, yang menyeret salah satu tingkat pengangguran tertinggi di Eropa dan dirusak oleh pekerjaan berupah rendah.

Penulis : Edwin Shri Bimo

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


SINAU

Penyebab Mabuk Perjalanan dan Cara Mencegahnya

Sabtu, 25 September 2021 | 22:17 WIB
SINAU

Simak! Lakukan ini Jika Tersesat di Gunung

Sabtu, 25 September 2021 | 21:36 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
22:32
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19