Kompas TV nasional berita utama

Bantah Pesan Hoaks di WhatsApp, BUMN: Target Vaksinasi di Senayan Bukan Masyarakat Umum

Rabu, 10 Maret 2021 | 11:35 WIB
bantah-pesan-hoaks-di-whatsapp-bumn-target-vaksinasi-di-senayan-bukan-masyarakat-umum
Ilustrasi berhati-hatilah dalam menyebarkan informasi atau berita, apalagi jika hoaks, bisa-bisa ditangkap polisi (Sumber: Tribunnews)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membantah kegiatan vaksinasi di Istora Senayan diperuntukkan bagi masyarakat umum. Kementerian BUMN menegaskan, vaksinasi yang digelar di Istora Senayan diprioritaskan hanya bagi lanjut usia (lansia) dan pegawai publik.

“Sentra vaksinasi BUMN dan Kementerian BUMN itu adalah untuk pegawai publik dan lansia yang terdata di DKI jakarta. Jadi bukan masyarakat umum. Jadi ini Hoaks tersebar dan perlu kami luruskan, agar jangan sampai mebuat vaksinasi kita jadi berantakan,” tegas Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam pernyataannya kepada Kompas.TV pada Rabu (10/3/2021).

Baca Juga: Presiden Jokowi Dampingi Petruk Disuntik Saat Vaksinasi Seniman dan Budayawan di Yogyakarta

Sebelumnya, Senin (8/3/2021) Kementerian BUMN, Kementerian Kesehatan, Pemda DKI, dan Indonesia Healthcare Corporation melakukan kolaborasi untuk meluncurkan Sentra Vaksinasi Covid-19 di Istora Senayan. Kegiatan ini dilakukan untuk mendorong percepatan program vaksinasi nasional demi mencapai target penyuntikan 1 juta vaksin per bulan.

Namun ada beberapa pihak yang menyebarkan informasi tidak benar (hoaks) mengenai mekanisme vaksinasi di Sentra Vaksinasi Covid-19 di Istora Senayan ini. Beredar, vaksinasi di Istora ini bisa dilakukan untuk masyarakat luas atau tidak hanya bagi lansia.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal Seniman di Yogyakarta

“Hoaks ini adalah langkah yang tidak baik yang dilakukan pihak tertentu terhadap upaya yang dilakukan pemerintah untuk secepatnya melakukan vaksinasi dan mengutamakan pelayanan publik dan lansia untuk saat ini,” tegas Arya.

Sebagai informasi, Sentra Vaksinasi Covid-19 di Istora Senayan mentargetkan tidak kurang dari 5 ribu pendaftar divaksinasi setiap harinya. Program ini akan dilakukan secara berturut-turut selama sekitar 4 bulan.

Data peserta sendiri akan diperoleh melalui pendaftaran dan pendataan berbasis teknologi dari Kementerian BUMN dan Kementerian Kesehatan. Sentra Vaksinasi Covid-19 juga direncanakan hadir di kota-kota lain yang membutuhkan percepatan vaksinasi.

Baca Juga: Rusia Akan Memproduksi Vaksin Sputnik V di Italia

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
10:52
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19