Kompas TV nasional politik

Polemik Dualisme Partai Demokrat, Ketum Jokowi Mania Sebut SBY 'Playing Victim'

Minggu, 7 Maret 2021 | 22:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Drama Partai Demokrat masih terus bergulir, setelah menggelar Kongres Luar Biasa atau KLB di Deli Serdang Sumatera Utara, dan menjadikan dualisme kepemimpinan hadir di tubuh  Partai Demokrat, pembahasan mengenai partai besutan SBY itu terus berlanjut.

Kali ini Ketua Umum Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer pun ikut berkomentar, dan mengatakan bahwa Presiden Jokowi perlu mengambil langkah tegas terkait keterlibatan Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Moeldoko dalam drama Demokrat.

Selain itu Ketum Joman juga menilai SBY sedang memainkan drama dalam posisi menjadi korban, atau playing victim.

Sebelumnya selaku Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono pun sudah meminta ketegasan Presiden Jokowi dalam kisruh Moeldoko dan Partai Demokrat.

Sementara itu Jhoni Allen Marbun yang sempat dipecat oleh AHY dari Partai Demokrat, menjadi pimpinan sidang dalam Kongres Luar Biasa Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Jhoni membantah jika Moeldoko sejak awal memang berencana mengkudeta Partai Demokrat.

Menurutnya, pemilik suara Partai Demokrat lah yang meminang Moeldoko.

Moeldoko terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa pada Jumat 5 Maret lalu.

Sementara itu, Agus Harimurti Yudhoyono mengklaim dirinya masih menjabat ketua umum Partai Demokrat yang sah, karena menurutnya KLB di Sumatera Utara ilegal dan inkonstiusional.

Apa alasan Ketua Umum Jokowi Mania mengatakan SBY bermain drama playing victim?

Kita tanyakan langsung kepada Immanuel Ebenezer atau Bung Noel.

Lalu ada juga Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron. 

Penulis : Dea Davina

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
12:20
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19