Kompas TV internasional kompas dunia

Pesawat Berpenumpang Iran Dibajak, Sempat Bergerak ke Pantai Selatan Teluk Persia

Sabtu, 6 Maret 2021 | 18:50 WIB
pesawat-berpenumpang-iran-dibajak-sempat-bergerak-ke-pantai-selatan-teluk-persia
Ilustrasi pesawat Iran Air. Salah satu pesawat milik maskapai ini dibajak oleh kelompok tak dikenal pada Kamis (4/3/2021) malam. (Sumber: AP Photo/Vahid Salemi)
Penulis : Ahmad Zuhad

ISFAHAN, KOMPAS.TV - Sebuah pesawat berpenumpang milik Iran Air mengalami pembajakan. Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim pembajak berusaha mengalihkan penerbangan pesawat itu ke pantai selatan Teluk Persia.

Pesawat berjenis Fokker 100 itu mestinya terbang ke kota barat laut Mashhad dari kota Ahvaz di barat daya Iran pada Kamis (4/3/2021) pukul 19.15 waktu setempat. Pesawat itu dibajak saat terbang di atas Iran.

Garda Revolusi Iran menyatakan pembajakan itu gagal. Pesawat itu mendarat darurat di kota Isfahan.

Baca Juga: Pemimpin Syiah Irak Usai Bertemu Paus Fransiskus di Najaf: Otoritas Agama Penting Lindungi Minoritas

“Pihak berwenang menggagalkan upaya pembajakan pesawat yang sedang dalam penerbangan,” demikian isi pengumuman Garda Revolusi Iran, dilansir dari Daily Mail.

Tak ada laporan korban luka atau tewas karena kejadian itu.

“Penumpang pesawat, yang dalam keadaan sehat, terbang ke tujuan (terakhir) mereka dengan penerbangan alternatif," jelas pernyataan itu.

IRGC mengatakan masih melakukan penyelidikan. Belum jelas apa pembajak ini bersenjata atau akan menghadapi jeratan pidana.

Mengutip Al Jazeera, klaim soal tujuan pengalihan penerbangan itu oleh Garda Revolusi Iran berkaitan dengan Bahrain, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Baca Juga: Penumpang Pesawat dari Luar Negeri Dikarantina 5 Hari Cegah Sebaran Corona B117

Bahrain dan Arab Saudi memutus hubungan diplomatik mereka dengan Iran sejak 2016. Sementara, UEA masih mempertahankan hubungan diplomatik dengan Iran, meski terbatas.

Iran Air hanya mempunyai tiga unit pesawat, yang masing-masing berumur kira-kira 30 tahun. Hal ini karena Iran tak dapat membeli pesawat akibat sanksi ekonomi internasional.

Al Jazeera mencatat, penerbangan domestik Iran mengangkut para perwira angkatan udara Iran yang bersenjata. Mereka bertugas mengawal pesawat dan menggagalkan upaya penyerangan atau pembajakan.

Garda Revolusi Iran mengambil alih keamanan maskapai setelah serangkaian insiden pada dekade 1980. Saat itu, kelompok oposisi berkali-kali membajak pesawat.

Oposisi ini terbentuk karena Revolusi Islam terjadi di Iran pada 1979.

Dua percobaan pembajakan terakhir terjadi pada tahun 2000.

Baca Juga: Hotel Luar Angkasa Pertama di Dunia akan Dibuka Pada 2027, Siap Menjajal?

Pada bulan September 2000, seorang laki-laki bersenjatakan pistol palsu dan bom bensin berusaha merebut sebuah pesawat Air Fokker 100. Pembajak ini berusaha mengalihkan penerbangan ke Prancis.

Dia berusaha menyalakan api dalam pesawat. Menurut laporan Administrasi Penerbangan Federal AS, laki-laki itu akhirnya ditangkap.

Pada November 2000, kelompok bersenjata mengambil alih sebuah pesawat Yakovlev YAK-40 milik Iranian Aria Tour Airlines. Mereka menuntut pesawat mengalihkan penerbangan ke Amerika Serikat sebelum petugas pengawal udara menggagalkan upaya tersebut.


Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


VOD

Kompak, 6 Terdakwa OOJ Sebut Ditipu Ferdy Sambo

Sabtu, 4 Februari 2023 | 14:55 WIB
Close Ads x