Kompas TV internasional kompas dunia

Utusan Khusus PBB Serukan Tindakan Segera Untuk Membalikkan Kudeta Myanmar

Sabtu, 6 Maret 2021 | 00:07 WIB
utusan-khusus-pbb-serukan-tindakan-segera-untuk-membalikkan-kudeta-myanmar
Utusan khusus PBB untuk Myanmar pada Jumat, (05/03/2021) menyerukan tindakan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk membalikkan kudeta militer Myanmar, dengan mengatakan sekitar 50 pengunjuk rasa damai tewas dan puluhan lainnya terluka parah dalam tindakan keras militer terburuk minggu ini. (Sumber: UN Photo/Loey Felipe)

MARKAS BESAR PBB, KOMPAS.TV - Utusan khusus PBB untuk Myanmar pada Jumat, (05/03/2021) menyerukan tindakan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk membalikkan kudeta militer Myanmar, dengan mengatakan sekitar 50 pengunjuk rasa damai tewas dan puluhan lainnya terluka parah dalam tindakan keras militer terburuk minggu ini.

Christine Schraner Burgener dalam pengarahannya pada pertemuan tertutup DK PBB yang diperoleh The Associated Press mengatakan, persatuan Dewan Keamanan PBB dan tindakan "tegas" sangat penting "dalam mendorong penghentian kekerasan dan pemulihan lembaga-lembaga demokrasi Myanmar."

"Kita harus mengecam tindakan militer tersebut," katanya. “Sangat penting dewan ini tegas dan koheren dalam memberi perhatian pada pasukan keamanan dan berdiri teguh dengan rakyat Myanmar, untuk mendukung hasil pemilu November yang jelas.”

Kudeta militer 1 Februari menggulingkan pemerintah Aung San Suu Kyi setelah Partai Liga Nasional untuk Demokrasi memenangkan 82% suara dalam pemilihan November. Pihak militer berpendapat ada penipuan suara, tetapi komisi pemilihan mendukung hasil tersebut.

Baca Juga: Ngeri! Divisi Militer Myanmar Yang Diterjunkan Untuk Bungkam Aksi Demonstrasi Ini Terkenal Kejam

Polisi Myanmar menodongkan senjatanya kepada demonstran dan menembak mati dari jarak dekat. Utusan khusus PBB untuk Myanmar pada Jumat, (05/03/2021) menyerukan tindakan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk membalikkan kudeta militer Myanmar, dengan mengatakan sekitar 50 pengunjuk rasa damai tewas dan puluhan lainnya terluka parah dalam tindakan keras militer terburuk minggu ini.(Sumber: Bangkok Post)

Schraner Burgener mengatakan solusi damai membutuhkan pembebasan segera Suu Kyi dan Presiden Win Myint.

Dia mengulangi seruan sebelumnya kepada komunitas internasional untuk tidak "memberikan legitimasi atau pengakuan kepada rezim ini," seraya menekankan "tidak ada apa-apa selain kekacauan yang mengikuti."

Penulis : Edwin Shri Bimo





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
18:12
IKUTI WEBINAR "BERPARTNER DENGAN MEDIA" BERSAMA TIM HARIAN KOMPAS, DAFTAR DI INSTITUTE.KOMPAS.ID!   MASA KONTRAK NEYMAR BERSAMA PSG AKAN BERAKHIR PADA JUNI 2022   PSG TOLAK TAWARAN RP 5 TRILIUN DARI REAL MADRID UNTUK MEREKRUT NEYMAR   DENSUS 88 TANGKAP 6 TERDUGA TERORIS YANG BERKAITAN DENGAN BOM DI GEREJA KATEDRAL MAKASSAR   PEMKOT MATARAM, NTB, MELARANG TEMPAT HIBURAN BEROPERASI SELAMA RAMADAN   MENURUT RENCANA, PULAU BARU YANG MUNCUL DI ROTE NDAO, NTT, PASCA BADAI SEROJA AKAN DINAMAI PULAU PASKAH   SEBUAH PULAU BARU SELUAS 152 KAKI MUNCUL DI KECAMATAN LOAHOLU, ROTE NDAO, NTT, PASCA BADAI SEROJA PEKAN LALU   PEMKAB BLORA, JATENG, MELARANG TEMPAT HIBURAN MALAM BEROPERASI SELAMA RAMADAN   PEMKOT BATAM BENTUK TIM KHUSUS UNTUK KUMPULKAN DATA IBU HAMIL GUNA CEGAH ANGKA STUNTING   PEMKOT DEPOK MENGKLAIM BERENCANA PERBAIKI JALAN BOULEVARD DI GRAND DEPOK CITY SEBELUM JALAN TERSEBUT AMBLES 3 METER   TERBITKAN KEPPRES NOMOR 7 TAHUN 2021, PRESIDEN JOKOWI: CUTI BERSAMA ASN TAHUN INI HANYA 2 HARI   SATGAS COVID-19: 11 KABUPATEN/KOTA MASUK KATEGORI ZONA MERAH KORONA, PULAU JAWA TIDAK ADA   KEMENKUMHAM PASTIKAN NEGARA TIDAK AMBIL PUNGUTAN ROYALTI LAGU ATAU MUSIK   KAPOLRI: BINASAKAN SAJA POLISI TERLIBAT NARKOBA JIKA TAK BISA DIBINA