Kompas TV nasional sosial

Data Kasus Kekerasan terhadap Perempuan Menurun di Masa Pandemi Covid-19, Benarkah Demikian?

Jumat, 5 Maret 2021 | 19:14 WIB
data-kasus-kekerasan-terhadap-perempuan-menurun-di-masa-pandemi-covid-19-benarkah-demikian
Ilustrasi data kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia (Sumber: Shutterstock)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Komisi Nasional (Komnas) Perempuan merilis Catatan Akhir Tahun (Catahu) 2021 yang berisi catatan tahunan kekerasan terhadap perempuan sepanjang 2020. Laporan kasus kekerasan terhadap perempuan ini dihimpun dari data peradilan agama, lembaga layanan mitra Komnas Perempuan, dan unit pelayanan dan rujukan di seluruh Indonesia.

Hasilnya, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang 2020 sebesar 299.911 kasus. Angka ini sebenarnya menunjukkan penurunan 31 persen ketimbang kasus yang terjadi pada 2019, yakni 431.471 kasus.

“Penurunan kasus bukan karena kasus kekerasan terhadap perempuan menurun melainkan karena kapasitas pendokumentasian oleh lembaga selama pandemi Covid-19 dan ini perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani, Jumat (5/3/2021).

Baca Juga: Akan Diperberat, Hukuman Pelaku Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Aceh

Ia mengungkapkan kuesioner yang kembali menurun hampir 100 persen ketimbang tahun sebelumnya. Pada tahun 2019, jumlah pengembalian kuesioner sejumlah 239 lembaga, sedangkan tahun ini hanya 120 lembaga.

Meskipun demikian, sebanyak 34 persen lembaga yang mengembalikan kuesioner menyatakan terdapat peningkatan pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan di masa pandemi. Data pengaduan ke Komnas Perempuan juga mengalami peningkatan drastis sebanyak 60 persen, dari 1.413 kasus pada 2019 menjadi 2.389 kasus pada 2020.

“Artinya ada kerentanan perempuan menjadi korban kekerasan selama pandemi Covid-19,” ucapnya.

Lembaga layanan mitra Komnas Perempuan sepanjang 2020 8.234 kasus kekerasan terhadap perempuan.  Kasus yang paling menonjol adalah di ranah personal sebanyak 79 persen  atau 6.480 kasus. Kasus kekerasan terhadap istri menempati peringkat pertama 3.221 kasus (50 persen), disusul kekerasan dalam pacaran 1.309 kasus (20 persen) yang menempati posisi kedua. Posisi ketiga adalah kekerasan terhadap anak perempuan sebanyak 954 kasus (15 persen), sisanya adalah kekerasan oleh mantan pacar, mantan suami, serta kekerasan terhadap pekerja rumah tangga.

Baca Juga: Masa Pandemi, Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak Tinggi

Penulis : Switzy Sabandar

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:59
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19