Kompas TV klik360 cerita indonesia

Max Sopacua Bicara Proses AHY jadi Ketum PD: Semua Orang Disuruh Keluar Saat Itu

Jumat, 5 Maret 2021 | 13:08 WIB

MEDAN, KOMPAS.TV - Mantan Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua, membeberkan alasan diadakannya Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Menurut Max, KLB ini terjadi karena adanya hambatan komunikasi di dalam internal Partai Demokrat selama bertahun-tahun.

"Latar belakang ini, saya kira semua orang sudah tahu, latar belakangnya karena ada sumbatan yang terjadi bertahun-tahun," ujar Max kepada wartawan, Jumat (5/3/2021).

Ia pun kembali mengenang proses pemilihan SBY sebagai Ketua Umum PD pada tahun 2013 lalu untuk menggusur Anas Urbaningrum yang tersangkut kasus korupsi. 

Namun menurut Max, terpilihnya SBY sebagai Ketua Umum PD membuat sejumlah calon ketua umum di tahun-tahun berikutnya tersendat.

Hingga akhirnya, di tahun 2020, putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terpilih menjadi Ketua Umum secara aklamasi.

Menurut Max, proses pemilihan AHY saat itu tidak melibatkan pendiri partai.

"Pak AHY terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Tapi yang kita kurang sreg, saat itu kongres itu hanya berlangsung 4 jam, langsung menempatkan AHY menjadi Ketum. Semua orang disuruh keluar saat itu, yang tidak memiliki hak suara disuruh keluar, termasuk pendiri partai disuruh keluar," tambah Max.

Baca Juga: Ada Dugaan KLB Ilegal di Deli Serdang, DPP Demokrat Minta Polisi Bubarkan Kongres Bodong!

Penulis : Laura Elvina





BERITA LAINNYA


AIMAN

Menelusuri Senjata Gelap - AIMAN (4)

Senin, 12 April 2021 | 22:25 WIB
AIMAN

Menelusuri Senjata Gelap - AIMAN (5)

Senin, 12 April 2021 | 22:22 WIB
AIMAN

Menelusuri Senjata Gelap - AIMAN (2)

Senin, 12 April 2021 | 22:20 WIB
AIMAN

Menelusuri Senjata Gelap - AIMAN (3)

Senin, 12 April 2021 | 22:20 WIB
AIMAN

Menelusuri Senjata Gelap - AIMAN (1)

Senin, 12 April 2021 | 22:17 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
22:32
WEBINAR "BAHASA & KALIMAT EFEKTIF" BERSAMA PENYELERAS BAHASA HARIAN KOMPAS DI INSTITUTE.KOMPAS.ID!   CEO CLUBHOUSE, PAUL DAVIDSON: DATA PENGGUNA YANG DISEBUT BOCOR ADALAH DATA PUBLIK YANG BISA DILIHAT DI AKUN PENGGUNA   CEO CLUBHOUSE, PAUL DAVIDSON: TIDAK ADA KEBOCORAN DATA 1,3 JUTA PENGGUNA   MUFTI BESAR ARAB SAUDI SHEIKH ABDUL AZIZ AL-ASHEIKH TEGASKAN VAKSIN COVID-19 TIDAK MEMBATALKAN PUASA   SEJUMLAH KARYAWAN HINGGA KEPALA DESA YANG DIDUGA TERKAIT RAIBNYA RP 9,5 M DANA KAS BANK SULTRA DIPERIKSA POLISI   POLDA SULAWESI TENGGARA DALAMI KASUS RAIBNYA DANA KAS BANK SULTRA SEBESAR RP 9,5 MILIAR   KALIMANTAN SELATAN EKSPOR PERDANA KE JEPANG 10 TON UMBI PORANG HASIL PETANI BALANGAN   RATUSAN TON MINYAK KELAPA SAWIT TUMPAH DI PERAIRAN SUNGAI MAHAKAM, SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR   SATLANTAS SOLO AKAN TINDAK TEGAS AKSI KEBUT-KEBUTAN PENGENDARA SEPEDA MOTOR DI JALAN RAYA YANG MERESAHKAN WARGA   PBNU IMBAU UMAT ISLAM PATUHI PROTOKOL KESEHATAN JIKA BERIBADAH DI MASJID   SEKJEN KKP ANTAM NOVAMBAR SEBUT NEGARA MERUGI HINGGA RP 30 T TIAP TAHUN AKIBAT PENCURIAN IKAN DI NATUNA   KEMENAG: PANDUAN IBADAH RAMADAN HANYA UNTUK ZONA HIJAU COVID-19   BPBD DKI: TUJUAN ADANYA PANDUAN IBADAH RAMADAN SESUAI PROTOKOL KESEHATAN UNTUK LINDUNGI WARGA DARI COVID-19   KADIN DKI IMBAU PERUSAHAAN DIALOG DI FORUM BIPARTIT JIKA KESULITAN BAYAR THR