Kompas TV nasional berkas kompas

Limbah Medis Bercampur Limbah Domestik di TPA - BERKAS KOMPAS (3)

Jumat, 5 Maret 2021 | 11:41 WIB

KOMPASTV - Jumlah limbah medis meningkat signifikan selama pandemi Covid-19. Kementerian Lingkungan Hidup mencatat volume limbah medis mencapai 382 ton/hari atau meningkat 30 persen dari sebelum pandemi, yakni sebanyak 296 ton/hari. Demi menyelesaikan problem limbah medis, jalan pintas dilakukan para oknum nakal dengan membuangnya sembarangan. Sejumlah oknum ditangkap, di antaranya berasal dari pihak jasa pengangkut hingga manajemen hotel yang memberikan layanan isolasi bagi orang tanpa gejala (OTG) Covid-19. 

Baca Juga: Awas Kekerasan Gender Online! - Darurat Kekerasan Terhadap Perempuan - BERKAS KOMPAS (1)

Tak hanya itu, peningkatan jumlah sampah medis selama pandemi pun membuat fasilitas pelayanan kesehatan  kesulitan, terutama kendala biaya. Pasalnya, sejumlah rumah sakit mengaku pemerintah belum membayar klaim Covid-19 hingga berbulan-bulan. Selain itu,kapasitas pengolah limbah medis yang tak sebanding dengan peningkatan volumenya juga menjadi masalah lainnya. Pada sisi lain, sosialiasasi pengelolaan limbah medis kepada masyarakat yang belum menyeluruh juga ikut menyumbang peningkatan jumlah jenis limbah ini. 

Tak hanya selama pandemi, persoalan limbah medis telah lama menjadi masalah klasik. Alih-alih diolah dengan sistem pembakaran dengan insinerator, tim Berkas Kompas menemukan banyak sampah medis dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) yang seharusnya hanya untuk limbah rumah tangga.

Baca Juga: Seberapa Efektif Vaksin Corona ? - BERKAS KOMPAS (Bag 3)

Lantas, bagaimana jika masalah ini tak kunjung ditangani sementara pandemi masih belum menunjukkan tanda berakhir? Simak jawabannya dalam Berkas Kompas episode Mengkhawatirkan, Sampah Medis Korona berikut ini. 

Penulis : Anas Surya





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:45
KEMENTERIAN ESDM PASTIKAN TAMBANG EMAS DI KEPULAUAN SANGIHE TIDAK MENYALAHI ATURAN   KKP BELUM BERI REKOMENDASI PEMANFAATAN WILAYAH PESISIR UNTUK KEGIATAN TAMBANG EMAS DI SANGIHE, SULUT   BNN BALI GAGALKAN PENGIRIMAN GANJA DARI WILAYAH SUMUT SEBANYAK 22 PAKET DI TERMINAL MENGWI   BATUK DAN PILEK BERSAMAAN SETELAH HADIRI HAJATAN NIKAH, 66 WARGA DESA BANTENGAN, MADIUN, POSITIF TES ANTIGEN   DISDIK KOTA TANGERANG BUKA JALUR PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) JENJANG SD   INDONESIA NARCOTIC WATCH DESAK POLRI USUT TUNTAS BANDAR NARKOBA YANG MENJUAL KEPADA KALANGAN ARTIS   PRESIDEN JOKOWI TINJAU VAKSINASI MASSAL COVID-19 DI STADION PATRIOT CANDRABHAGA BEKASI   SATU TAHANAN KEJAGUNG DI RUTAN SALEMBA JAKARTA POSITIF COVID-19 DAN DIRUJUK KE RS    SEBANYAK 50 RPTRA DI SELURUH JAKARTA PUSAT JADI LOKASI VAKSINASI COVID-19 WARGA 18 TAHUN KE ATAS   RS DARURAT COVID-19 WISMA ATLET KEMAYORAN JAKARTA TAMBAH 2.000 TEMPAT TIDUR ANTISIPASI LONJAKAN PASIEN KORONA   GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN MINTA SELURUH PERKANTORAN DI JAKARTA PERKETAT WFH 50%   GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN SEBUT FASKES DI JAKARTA BISA KEWALAHAN ATASI PANDEMI JIKA MASYARAKAT TAK PATUH PROKES   GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN: PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI JAKARTA BARU SEBATAS UJI COBA   SATGAS COVID-19: 22 PROVINSI ALAMI KENAIKAN KASUS AKTIF KORONA