Kompas TV nasional peristiwa

Jokowi Ajak Gaungkan Benci Produk Luar Negeri, Politikus PKS: Jangan Membenci

Kamis, 4 Maret 2021 | 22:06 WIB
jokowi-ajak-gaungkan-benci-produk-luar-negeri-politikus-pks-jangan-membenci
Politikus PKS Mardani Ali Sera (Sumber: Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyatakan bahwa pernyataan Presiden Jokowi yang mengajak membenci produk luar negeri sebaiknya tidak disampaikan. Sebab bagaimana pun tidak mungkin Bangsa Indonesia tidak bersentuhan dengan produk dari luar negeri. "Produk-produk otomotif kita itu kontennya 70 persen impor," katanya memberi contoh. 


Contoh lain, misalnya, sepatu juga yang dibuat di Indonesia bahannya ada dari Thailand atau Vietnam. "Jadi kita tidak bisa jadi bangsa chauvinis," kata Mardani saat diwawancara program "Rosi" di Kompas TV, Kamis (4/3/2021).

Menurut Mardani yang harus dilakukan adalah meningkatkan daya saing produk dalam negeri. Tapi bukan dengan cara membenci. Justeru dengan membeli produk luar negeri, bangsa Indonesia bisa belajar untuk meniru teknologinya. "Cukup dorong dengan inovasi dan pelatihan bagi UMKM lokal plus bantu pemasarannya,” sambungnya.

Baca Juga: Ajakan Presiden Jokowi: Cinta Produk Dalam Negeri, Benci Produk Asing

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta seluruh pemangku kepentingan untuk mengagungkan cinta produk Indonesia. Bukan hanya itu dia juga meminta agar didorong kampanye untuk benci produk asing.

"Ajakan-ajakan untuk cinta produk-produk kita sendiri, produk-produk Indonesia harus terus digaungkan. Produk-produk dalam negeri gaungkan! Gaungkan juga benci produk-produk dari luar negeri," tegasnya saat membuka Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021, dilansir dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (4/3/2021).

Baca Juga: "Belanja Negara Prioritaskan Beli Produk Dalam Negeri Khususnya UMKM"

Penulis : Iman Firdaus





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:13
HANNOVER MESSE 2021, PERTAMINA TAMPILKAN DUKUNGANNYA DALAM PEMBANGUNAN HIJAU DAN BERKELANJUTAN   BNPB: LEBIH DARI 53.000 DESA ATAU KELURAHAN DI INDONESIA RAWAN BENCANA   TENAGA AHLI UTAMA KSP ALI MOCHTAR NGABALIN: ADA PERUBAHAN NOMENKLATUR BKPM JADI KEMENTERIAN INVESTASI   POLRI SIAP MENDUKUNG LANGKAH PEMERINTAH DALAM MENGEJAR ASET SISA PIUTANG NEGARA DARI DANA BLBI   POLRI MASUK DALAM STRUKTUR SATGAS PENANGANAN HAK TAGIH NEGARA DANA BANTUAN LIKUIDITAS BANK INDONESIA (BLBI)   KKP MELEPAS EKSPOR PRODUK PERIKANAN DI SEJUMLAH WILAYAH INDONESIA SEBANYAK 11.637 TON ATAU SENILAI RP 1 TRILIUN   OMBUDSMAN MINTA PERTAMINA GANTI RUGI WARGA TERDAMPAK LEDAKAN KILANG MINYAK BALONGAN, INDRAMAYU, JABAR   BERKAS PERKARA DILIMPAHKAN KE PN TIPIKOR, EKS MENSOS JULIARI BATUBARA SEGERA DISIDANG   KSPSI MINTA PEMERINTAH BERI SANKSI TEGAS PERUSAHAAN YANG BELUM LUNASI THR PADA 2020   POLRI ANCAM PENJARAKAN TRAVEL GELAP YANG NEKAT ANGKUT PENUMPANG UNTUK MUDIK LEBARAN   KAKORLANTAS POLRI IRJEN ISTIONO SEBUT TERDAPAT 333 POS PENYEKATAN MUDIK LEBARAN 2021   GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN SEBUT PENINGKATAN MASYARAKAT MISKIN DI JAKARTA TERJADI KETIKA PANDEMI COVID-19   GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN: ADA PENINGKATAN MASYARAKAT MISKIN ATAU MASYARAKAT DENGAN EKONOMI RENTAN   JAM OPERASIONAL RESTORAN DI KOTA TANGERANG TETAP SAMPAI PUKUL 21.00 WIB SELAMA BULAN RAMADAN