Kompas TV regional berita daerah

Satu Keluarga Spesialis Copet Di Beberapa Pasar Surabaya

Kamis, 4 Maret 2021 | 13:35 WIB

SURABAYA, KOMPAS.TV-

Berdalih desakan kebutuhan ekonomi, satu keluarga di Surabaya nekat terjun ke dunia kriminalitas, dengan berkomplot menjadi copet di beberapa pasar di Surabaya. Aksi ke empat tersangka, dimana tiga tersangka di antaranya merupakan bapak, ibu, dan anak, serta satu tersangka yang merupakan teman, dibekuk anggota unit Resmob Polrestabes, Surabaya.

Keempat tersangka ini hanya bisa tertunduk saat digelandang anggota unit Resmob Polrestabes Surabaya. Para tersangka ini dibekuk usai melakukan aksi copet.

Empat tersangka yakni Rio Didik Agus, warga Darmo Permai Utara, Surabaya, otak komplotan copet ini beranggotakan Ary Yuana dan Ori Ramadhan, yang merupakan istri dan anaknya. Seorang tersangka lain bernama Sri Wardani, warga jalan Oro-oro Surabaya, rekan Rio yang bertugas sebagai eksekutor.

Ketika beraksi beraksi keempat tersangka berbagi peran. Setelah menentukan target, isteri dan anaknya, Ary Yuana dan Ori Ramadhan, mengalihkan perhatian korban saat tengah berbelanja. Setelah dirasa aman, Sri Wardani langsung mengeksekusi tas korban dan mengambil barang berharga berupa dompet korban. Setelah berhasil barang curian langsung diserahkan kepada Rio yang juga berperan mengawasi keadaan sekitar.

Namun saat beraksi di pasar kaget di kawasan Jalan Pahlawan, aksi komplotan ini pun terhenti setelah sempat kepergok. Selanjutnya para tersangka diamankan polis. Dari keterangan sementara komplotan ini telah beraksi di 3 lokasi berbeda di Surabaya.

Sementara, tersangka Rio Didik Agus, otak komplotan mengaku mengajak keluarga karena terhimpit ekonomi Pekerjaannya sebagai pengemudi taksi online tengah sepi dampak pandemi.

Dari aari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan satu handphone milik korban beserta satu unit mobil yang disewa pelaku untuk beraksi. Akibat perbuatannya seluruh keluarga ayah, ibu, dan anak ini terncam pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Penulis : Herwanto





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
18:00
DPRD JEMBER BERI PENILAIAN RAPOR MERAH TERHADAP LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN AKHIR TAHUN ANGGARAN 2020   KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN SERGAP DAN TANGKAP 1 KAPAL IKAN ILEGAL BERBENDERA MALAYSIA DI SELAT MALAKA   TIMNAS ESPORTS BASKET INDONESIA HADAPI FILIPINA PADA BABAK FINAL TURNAMEN FIBA ESPORTS OPEN III 2021   BARESKRIM POLRI GANDENG INTERPOL BURU JOZEPH PAUL ZHANG YANG MENGAKU SEBAGAI NABI KE-26   BARESKRIM POLRI MENDALAMI VIDEO PRIA YANG MENGAKU SEBAGAI NABI KE-26 BERNAMA JOZEPH PAUL ZHANG   PANGDAM XVII/CENDERAWASIH: TUDUHAN GURU DAN SISWA YANG DITEMBAK ADALAH MATA-MATA HANYA UNTUK TUTUPI KEJAHATAN KKB   TNI-POLRI BANTAH TUDINGAN KKB YANG SEBUT GURU DAN SISWA YANG DITEMBAK ADALAH MATA-MATA APARAT   WAKIL BUPATI LUMAJANG BENARKAN CAMAT PRONOJIWO DICOPOT KARENA DIANGGAP TAK SIGAP TANGANI DAMPAK KORBAN GEMPA   DINILAI KURANG PAHAM CARA MENANGANI BENCANA, CAMAT PRONOJIWO, LUMAJANG, JAWA TIMUR, DICOPOT DARI JABATANNYA   PRESIDEN INGATKAN PENANGANAN SEKTOR EKONOMI ATAUPUN KESEHATAN YANG TERDAMPAK PANDEMI BERJALAN SECARA BERIRINGAN   MENDAGRI TITO KARNAVIAN: PENAMBAHAN KASUS POSITIF COVID-19 HARUS JADI PERHATIAN PEMDA SETIAP HARI   MENDAGRI TITO KARNAVIAN MINTA KEPALA DAERAH JADI "ROLE MODEL" PENEGAKAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19   BANYAK PHK AKIBAT PANDEMI, PRESIDEN JOKOWI MINTA KEPALA DAERAH MEMPERBANYAK PROGRAM PADAT KARYA   BMKG DORONG PEMDA TINGKATKAN MITIGASI DAN KEWASPADAAN WARGA TERHADAP BENCANA