Kompas TV internasional kompas dunia

Negara-negara Asia Tenggara Mendesak Dihentikannya Kekerasan di Myanmar

Kamis, 4 Maret 2021 | 10:28 WIB
negara-negara-asia-tenggara-mendesak-dihentikannya-kekerasan-di-myanmar
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pernyataannya tentang situasi di Myanmar. (Sumber: Tangkap layar video AP.)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri luar negeri Asia Tenggara mendesak penghentian kekerasan dan dimulainya pembicaraan tentang solusi damai di Myanmar. Hal ini terungkap dalam pertemuan pertama para menlu ASEAN sejak kudeta di Myanmar pada 1 Februari lalu.

Dalam konferensi video menlu ASEAN, Selasa (2/3/2021), diplomat tertinggi Myanmar memberi pengarahan kepada pada menteri luar negeri ASEAN.

Brunei, yang menjadi pemimpin ASEAN tahun ini, telah mengusulkan agar pernyataan bersama dikeluarkan setelah pertemuan tersebut. Namun para menteri gagal menyepakati deklarasi, dan Brunei mengeluarkan pernyataannya sendiri.

“Kami menyatakan keprihatinan kami atas situasi di Myanmar dan meminta semua pihak untuk menahan diri dari memicu kekerasan lebih lanjut, dan meminta semua pihak untuk menahan diri sebaik mungkin. Kami juga meminta semua pihak terkait untuk mencari solusi damai, melalui dialog yang konstruktif," kata pernyataan Brunei, seperti dikutip dari Channel News Asia.

Baca Juga: Wakil Dubes Myanmar Untuk PBB Mengundurkan Diri Setelah Ditunjuk Junta Menjadi Dubes

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memimpin upaya lobi untuk pertemuan ASEAN. Dia telah mengunjungi negara anggota lain dalam beberapa pekan terakhir, termasuk Thailand. Ia juga mengadakan pembicaraan tiga arah dengan Menlu Thailand Don Pramudwinai dan Menlu Myanmar yang baru, seorang pensiunan kolonel militer Wunna Maung Lwin.

“Indonesia sangat prihatin melihat kekerasan di Myanmar yang telah memakan korban. Situasi ini sangat mengkhawatirkan. Mengkhawatirkan karena meningkatnya jatuhnya korban warga sipil yang kehilangan nyawa dan mengalami luka-luka. Mengkhawatirkan karena masih terus terjadi penangkapan terhadap warga sipil. Mengkhawatirkan karena situasi ini adapat mengancam transisi dari proses demokrasi,” ujar Retno usai pertemuan pada Selasa.

Penulis : Tussie Ayu





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
23:07
IKUTI WEBINAR "BERPARTNER DENGAN MEDIA" BERSAMA TIM HARIAN KOMPAS, DAFTAR DI INSTITUTE.KOMPAS.ID   JUNTA MILITER MYANMAR BEBASKAN LEBIH DARI 23.000 TAHANAN DI SELURUH NEGERI PADA LIBUR TAHUN BARU BUDDHA    BMKG: HUJAN DI KALIMANTAN UTARA, SULTENG, SULSEL, MALUKU UTARA, PAPUA PADA 18-19 APRIL BERPOTENSI AKIBATKAN BANJIR   BMKG: KALIMANTAN UTARA, SULTENG, SULSEL, MALUKU UTARA, DAN PAPUA WASPADA HUJAN LEBAT PADA 18-19 APRIL 2021   HARGA EMAS BATANGAN PT ANTAM BERADA DIANGKA RP 937.000 PER GRAM HARI INI   BMKG MINTA MASYARAKAT WASPADA GELOMBANG LAUT 4-6 METER DI PERAIRAN HALMAHERA BAGIAN UTARA AKHIR PEKAN INI   ISTRI GUBERNUR JAWA BARAT RIDWAN KAMIL, ATALIA PRARATYA, DINYATAKAN POSITIF COVID-19   PRESIDEN JOKOWI INGIN PEMBANGUNAN KOTA DAN PROVINSI DI INDONESIA PERLAHAN-LAHAN MENUJU KONSEP KOTA PINTAR   PRESIDEN JOKOWI BERHARAP DESAIN KOTA PINTAR DI IBU KOTA NEGARA YANG BARU JADI RUJUKAN BAGI NEGARA LAIN DI DUNIA   PRESIDEN JOKOWI INGIN IBU KOTA NEGARA DI KALIMANTAN TIMUR MENERAPKAN KONSEP “SMART CITY” ATAU KOTA PINTAR   DINKES TANGERANG TELAH MELAKUKAN VAKSINASI TERHADAP 38.000 WARGA LANSIA   GUBERNUR ANIES BASWEDAN: JAKARTA TELAH BERTRANSFORMASI DARI PEMBANGUNAN BERBASIS MOBIL KE PEMBANGUNAN TRANSIT    MENTERI BUMN ERICK THOHIR OPTIMISTIS PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA MAMPU MENCAPAI 5-7 PERSEN SETIAP TAHUN   MUDAHKAN RANCANG PERDA, GUBERNUR JABAR RIDWAN KAMIL DAN KEMENDAGRI LUNCURKAN APLIKASI E-PERDA