Kompas TV nasional sosial

Varian Corona Inggris Ditemukan di Indonesia, Covid-19 Tak akan Hilang dari Dunia?

Rabu, 3 Maret 2021 | 14:12 WIB

KOMPAS.TV - Setahun sudah pandemi corona melanda Indonesia. Vaksinasi memunculkan harapan untuk segera mengakhiri pandemi.

Tapi kini, virus hasil mutasi dari Inggris ditemukan di Indonesia.

Tantangan makin berat di saat setahun pandemi corona melanda Indonesia.

Dua kasus mutasi varian Inggris diungkap Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono.

Varian baru mutasi virus corona dari Inggris pertama kali ditemukan pada September 2020 di Inggris.

Varian ini menurut para peneliti virus lebih cepat menyebar, karena bisa menginfeksi sel lebih cepat.

Dan hingga 2021, sejumlah negara Asia tetangga juga yang lalu lalang ke Indonesia ditemukan terinfeksi varian baru ini, seperti Korea Selatan, India, serta Singapura.

Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan, Indonesia segera mengetatkan pintu masuk bagi orang dari luar negeri serta melakukan penelusuran terhadap yang berkontak dengan pasien corona varian Inggris.

Sebelum varian baru ini ditemukan, Satgas Penanganan Covid-19 Pusat dan Daerah sudah punya pekerjaan rumah yang intensif, menyosialisasikan dan menegakkan aturan tentang protokol kesehatan, pemakaian masker dan tidak menimbulkan kerumunan jadi fokusnya.

Survei Litbang Kompas pada 24 hingga 31 Januari 2021, memberikan gambaran rata-rata lebih dari 20% warga abai dengan protokol kesehatan.

Dengan kondisi demikian, tugas Satgas memang jadi lebih berat di tengah upaya gencar vaksinasi untuk menghentikan pandemi.

Senin (01/03/2021), sebanyak 10 juta bahan baku vaksin dari Sinovac kembali datang ke Indonesia.

Tapi, vaksinasi ternyata pun bukan jaminan pandemi berakhir.

Dari pengumuman World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan corona diprediksi bakal menjadi endemi, artinya corona tak hilang dari dunia.

Epidemiolog pun memprediksi endemi baru terjadi setelah 2021.

Penulis : Luthfan





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
06:32
INACA MEMPREDIKSI INDUSTRI PENERBANGAN MULAI MEMBAIK PADA AWAL 2022 UNTUK PENERBANGAN DOMESTIK   KETUM INACA DENON PRAWIRAATMADJA: KINERJA INDUSTRI PENERBANGAN DALAM NEGERI MEROSOT TAJAM PADA 2020   LEMBAGA TES MASUK PERGURUAN TINGGI (LTMPT): TINGKAT KEHADIRAN PESERTA UTBK TAHUN INI NAIK DIBANDING 2020   SEBANYAK 80.000 BENIH LOBSTER SENILAI RP 8 MILIAR DIAMANKAN DI BANDARA JUANDA SURABAYA   DISNAKER SURABAYA BENTUK SATGAS DAN POSKO PENGADUAN SOAL THR   PEMPROV DKI MENYATAKAN AKAN TINGKATKAN KOMPOSISI PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) 2021/2022   PENGELOLA BANDARA SOEKARNO-HATTA SEBUT BELUM AKAN TERAPKAN TES GENOSE C19 PADA MEI 2021   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD MEMINTA PARA OBLIGOR BLBI SECARA SUKARELA MEMBAYAR UTANG KEPADA NEGARA   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD: UTANG BLBI KEPADA NEGARA MENCAPAI LEBIH DARI RP 110 TRILIUN   BMKG: MASIH ADA PELUANG CUACA EKSTREM DI WILAYAH BANDUNG DAN SEKITARNYA HINGGA AKHIR APRIL 2021   BNPB: SEPANJANG 2021, SEBANYAK 1.125 BENCANA ALAM YANG TERJADI DI INDONESIA   WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 4.225 ORANG: 3.316 SEMBUH, 181 MENINGGAL DUNIA, DAN 728 DALAM PERAWATAN   HINGGA 15 APRIL 2021, PASIEN COVID-19 DI INDONESIA MENCAPAI 1.589.359 ORANG, 1.438.254 SEMBUH, DAN 43.073 MENINGGAL DUNIA   JUBIR SATGAS COVID-19 WIKU ADISASMITO MINTA TIM VAKSIN NUSANTARA SEBAIKNYA BERKOORDINASI DENGAN BPOM