Kompas TV internasional kompas dunia

Kemiskinan Sangat, Warga Afghanistan Ramai-Ramai Jual Ginjal

Minggu, 28 Februari 2021 | 23:44 WIB
kemiskinan-sangat-warga-afghanistan-ramai-ramai-jual-ginjal
Anak-anak Afghanistan bermain dengan pecahan logam sisa penyerangan di Kabul, Afghanistan. Kisah pilu muncul di Afghanistan, ketika puluhan orang rela menjual ginjalnya demi membayar utang. Seperti dilansir Kompas.com yang melansir The Telegraph, Minggu (28/02/2021), di pinggiran kota miskin Herat di Afghanistan barat, setidaknya 32 orang dari 150 keluarga memiliki bekas luka operasi ginjal (Sumber: AP Photo)

KABUL, KOMPAS.TV - Kisah pilu muncul di Afghanistan, ketika puluhan orang rela menjual ginjalnya demi membayar utang. Seperti dilansir Kompas.com yang melansir The Telegraph, Minggu (28/02/2021), di pinggiran kota miskin Herat di Afghanistan barat, setidaknya 32 orang dari 150 keluarga memiliki bekas luka operasi ginjal, kata Ebrahim Hakimi tetua setempat.

Laporan dari The Telegraph pada Selasa (23/2/2021) mengungkap sekelompok pria memperlihatkan bekas luka sepanjang sekitar 30 cm di samping perut mereka.

Garis yang merupakan bekas pembedahan itu hanya contoh kecil dari banyaknya warga Afghanistan yang rela menjual ginjalnya.

Hakimi melanjutkan, pria-pria itu terpaksa melakukannya karena faktor kemiskinan dan ada pasar gelap yang menjual organ ilegal di kota itu.

Baca Juga: Sehat di Tengah Pandemi: Tanda-tanda Ginjal Bermasalah

Ilustrasi Ginjal. Kisah pilu muncul di Afghanistan, ketika puluhan orang rela menjual ginjalnya demi membayar utang. Seperti dilansir Kompas.com yang melansir The Telegraph, Minggu (28/02/2021), di pinggiran kota miskin Herat di Afghanistan barat, setidaknya 32 orang dari 150 keluarga memiliki bekas luka operasi ginjal (Sumber: Kompas.com)

"Semua orang ini bisa saja jadi perampok atau menodongkan senjata untuk mendapat uang, tetapi mereka tidak melakukannya."

"Yang mereka punya adalah ginjal dan mereka menjualnya demi keluarga," ujar Hakimi. Namun, menjual ginjal terkadang tak sebanding dengan risiko yang mereka tanggung.

Penulis : Edwin Shri Bimo





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
18:56
IKUTI WEBINAR "BERPARTNER DENGAN MEDIA" BERSAMA TIM HARIAN KOMPAS, DAFTAR DI INSTITUTE.KOMPAS.ID    DISHUB SEBUT PEMBANGUNAN FISIK JALAN LAYANG CAKUNG, JAKARTA TIMUR, SUDAH RAMPUNG   POLRI: TERDUGA TERORIS YANG DITEMBAK MATI DI MAKASSAR ADALAH EKS NAPI TERORIS   POLRI: SEORANG TERDUGA TERORIS DI MAKASSAR DITEMBAK MATI KARENA ACUNGKAN PEDANG   DISHUB TARGETKAN PEMBANGUNAN TUGU DAN JALUR SEPEDA PERMANEN DI JALAN SUDIRMAN-THAMRIN RAMPUNG PADA MEI 2021    BAWASLU AKAN MELAKUKAN PERSIAPAN PEMUNGUTAN SUARA ULANG PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI SABU RAIJUA   KEPALA BPOM PENNY K LUKITO: VAKSIN MERAH PUTIH YANG DIKEMBANGKAN UNAIR DITARGETKAN MULAI DIPRODUKSI AWAL 2022   DISNAKERTRANS JAWA BARAT SIAP MENGAWASI PERUSAHAAN DALAM PEMBAGIAN THR   WAKIL KETUA KOMISI IX DPR CHARLES HONORIS MINTA PEMERINTAH SIKAPI SERIUS LONJAKAN KASUS COVID-19 DI SEJUMLAH NEGARA   MENDIKBUD NADIEM MAKARIM SEBUT PANCASILA DAN BAHASA INDONESIA TETAP JADI ASPEK WAJIB DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN   MENKO KEMARITIMAN LUHUT BINSAR PANDJAITAN MEMINTA SETIAP PRAJURIT KOPASSUS SELALU SETIA KEPADA NKRI   HUT KE-69 KOPASSUS, WAPRES MA’RUF AMIN : TINGKATKAN PROFESIONALITAS DAN INTEGRITAS   KEMENDAGRI PANGGIL PETUGAS DAMKAR YANG MEMBONGKAR KASUS DUGAAN KORUPSI DI DAMKAR KOTA DEPOK   SERIKAT PEKERJA DI BEKASI AKAN BUKA POSKO ADUAN UNTUK AWASI PEMBAYARAN THR