Kompas TV klik360 cerita indonesia

Jadi Tersangka, Nurdin Abdullah Minta Maaf ke Warga Sulsel

Minggu, 28 Februari 2021 | 09:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah meminta maaf kepada warga Sulawesi Selatan saat keluar dari gedung KPK pada Minggu (28/2/2021).

"Saya memohon maaf," ujar Nurdin Abdullah saat menaiki mobil tahanan KPK pada Minggu (28/2/2021) dini hari.

Nurdin Abdullah mengaku tidak tahu apa-apa dengan kasus yang menimpanya.

"Sama sekali saya tidak tahu. Demi Allah! Demi Allah!" katanya usai diperiksa KPK pada Minggu (28/2/2021) dini hari.

Baca Juga: Jadi Tersangka, Nurdin Abdullah: Demi Allah! Saya Tak Tahu Apa-Apa

Selain itu, ia juga mengaku ikhlas menjalani proses hukum yang berlaku. Ia pun mengaku tak mengetahui jika bawahannya bertransaksi dengan pihak lain.

"Saya ikhlas jalani proses hukum, kemarin itu tak tahu apa apa kita ternyata Edy itu bertransaksi tanpa sepengetahuan saya." kata Nurdin.

KPK telah menetapkan Nurdin Abdullah sebagai tersangka. Nurdin Abdullah kemudian ditahan di Rutan KPK Cabang Guntur.

"Dugaan korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji dan gratifikasi oleh penyelenggara negara, atau para pihak yang yang mewakilinya. Terkait dengan pengadaan barang/jasa pembangunan infrastruktur di Sulsel," ujar Ketua KPK Firli Bahuri KPK dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (28/2/2021).

Baca Juga: [Full] KPK Ungkap Keterlibatan Nurdin Abdullah di Kasus Suap

Video Editor: Vila Randita
 

Penulis : Sadryna Evanalia





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:19
SEBANYAK 250 WNI DI CALIFORNIA SELATAN, AS, DAPAT SUNTIKAN VAKSINASI COVID-19    PRESIDEN JOKOWI BEBASKAN PENGENAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) UNTUK AIR BERSIH    BPOM: BELUM ADA IZIN UJI KLINIK FASE II VAKSIN NUSANTARA    MENKO POLHUKAM DORONG KPK BERGABUNG DALAM SISTEM DATABASE PENANGANAN PERKARA TERPADU BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI    LARANGAN MUDIK LEBARAN, DITLANTAS POLDA METRO JAYA SEKAT 16 JALUR TIKUS UNTUK KELUAR JABODETABEK    DITLANTAS POLDA METRO JAYA AKAN DIRIKAN POS PANTAU DI JALUR TIKUS UNTUK ANTISIPASI WARGA YANG NEKAT MUDIK    WALHI SUMSEL DUKUNG PEMANFAATAN LAHAN GAMBUT UNTUK MENUNJANG PEREKONOMIAN MASYARAKAT    KPK MENDAKWA EKS WALI KOTA CIMAHI AJAY PRIATNA TERIMA SUAP RP 1,6 MILIAR UNTUK MULUSKAN IZIN PROYEK RS    MENKEU SRI MULYANI SEBUT PEMULIHAN EKONOMI GLOBAL DARI DAMPAK PANDEMI COVID-19 HARUS BERSIFAT BERKELANJUTAN    GEMPA MALANG, BMKG: BURUKNYA STRUKTUR BANGUNAN IKUT JADI PENYEBAB RIBUAN RUMAH RUSAK DI MALANG    KASUS SUAP PENGATURAN PROYEK DI KABUPATEN INDRAMAYU, KPK PANGGIL 3 ANGGOTA DPRD JAWA BARAT    WAPRES MA'RUF AMIN IMBAU MASYARAKAT BERKONTRIBUSI AKTIF DALAM MENGEMBANGKAN EKONOMI & KEUANGAN SYARIAH    POLRI MULAI PERIKSA BARANG BUKTI DARI TKP KEBAKARAN KILANG MINYAK BALONGAN, INDRAMAYU, JAWA BARAT    MENTERI PPPA MINTA PEMDA KAWAL DAN PASTIKAN PENGGUNAAN DAK PEREMPUAN DAN ANAK DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN