Kompas TV regional berita daerah

Orangtua Cerai dan Pergi Merantau, Anak Lumpuh Ini Dirawat Kakeknya

Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:51 WIB

KEDIRI, KOMPAS.TV - Seorang kakek dan nenek di Kabupaten Kediri Jawa Timur harus menghidupi cucunya yang lumpuh sejak kecil dengan berjualan balon. Di usianya yang renta, mereka tetap semangat mengumpulkan pundi-pundi rupiah demi biaya berobat sang cucu tercinta.

Di tengah terik matahari pasangan kakek dan nenek, yakni Trimo dan Mona, asal Desa Sukoanyar Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri tetap semangat berjualan. Meski di usia renta, sepasang suami istri itu tetap nekat berpanas-panasan di tepi jalan demi menjajakan balon jualannya.

Baca Juga: Ibu dengan Dua Anak Lumpuh Hidup dalam Impitan Ekonomi

Perjuangan kakek dan nenek itu bukan tanpa alasan. Di usianya yang menginjak 70 tahun, mereka berdua masih harus menghidupi cucu tercintanya, yakni Dinda, yang divonis lumpuh sejak kecil.

Kedua orang tua Dinda telah bercerai. Ia kemudian dititipkan sang ayah yang merantau ke luar pulau kepada kakek dan neneknya. Sejak saat itulah, Trimo dan Mona terus merawat Dinda sang cucu dengan segala keterbatasan ekonomi yang dialaminya.

Sebelum pandemi, Trimo bekerja sebagai buruh serabutan. Namun akibat adanya pembatasan sosial ia harus kehilangan pekerjaannya.

Kini ia memilih berjualan balon yang hasilnya tidak menentu demi memenuhi semua kebutuhan hidup. Bahkan pernah dalam satu hari, balon jualannya tidak ada yang laku sama sekali.

Tidak hanya itu, bangunan rumah yang dihuni Trimo dan Mona merupakan milik desa. Kakek dan nenek itu terpaksa menumpang di tanah desa, setelah rumah mereka dijual oleh sang anak yang pergi ke luar pulau.

Kepala Desa Sukoanyar, Mulyani mengaku terus berupaya memberikan bantuan, mulai dari BPNT hingga pemberian izin guna lahan untuk didirikan rumah bagi Trimo dan cucunya.

Baca Juga: Balita dari Keluarga Miskin Mengidap Lumpuh Otak, Tak Tersentuh Pengobatan Rumah Sakit

Di tengah segala keterbatasan ekonomi itu, Trimo tetap bersyukur, karena masih diberikan kesehatan oleh tuhan. Sehingga ia masih sanggup untuk mencari nafkah bagi istrinya dan sang cucu yang lumpuh.

Bagi Trimo, cucunya adalah titipan tuhan yang harus dijaga dan dirawat dengan sungguh-sungguh. Ia juga terus menabung demi biaya berobat sang cucu tercinta.

#AnakLumpuh #KakekNenek #OrangtuaCerai #KeluargaMiskin

Penulis : KompasTV Jember





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:04
OMBUDSMAN SARANKAN KEMENSETNEG BENTUK BADAN PENGELOLAAN YANG KHUSUS MENGURUSI TMII SECARA PROFESIONAL   KETUA KOMISI IX DPR FELLY ESTELITA: DPR DUKUNG SETIAP RENCANA PEMERINTAH DAPATKAN VAKSIN COVID-19   MENTERI PPN HARAP PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN IBU KOTA NEGARA BARU DAPAT DILAKSANAKAN SAAT RAMADAN INI   KEMENTERIAN AGAMA BOLEHKAN BUKA PUASA BERSAMA 50 PERSEN DARI KAPASITAS RUANGAN   KEMENTERIAN AGAMA GELAR SIDANG ISBAT 1 RAMADAN SECARA DARING DAN LUAR JARINGAN    MENKO POLHUKAM MAHFUD MD: PEMBENTUKAN SATGAS PENANGANAN HAK TAGIH BLBI, BURU KERUGIAN NEGARA RP 108 TRILIUN   OPERASI KESELAMATAN JAYA 2021, POLDA METRO JAYA AKAN TINDAK BALAPAN LIAR DAN "SAHUR ON THE ROAD"   POLISI GENCARKAN LARANGAN MUDIK AWAL MEI, PENGENDARA YANG NEKAT DIMINTA PUTAR BALIK   POLISI AKAN TINDAK SOPIR TRAVEL DAN TRUK YANG NEKAT MEMBAWA PENUMPANG UNTUK MUDIK LEBARAN   MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY MINTA KESELAMATAN KORBAN BENCANA GEMPA DI MALANG JADI PRIORITAS   GEMPA MALANG, MENSOS SALURKAN 3 TRUK LOGISTIK, DIRIKAN POSKO PENGUNGSIAN, DAN DAPUR UMUM   MENSOS TRI RISMAHARINI BERI SANTUANAN RP 120 JUTA UNTUK 8 AHLI WARIS KORBAN YANG MENINGGAL AKIBAT GEMPA MALANG   PP MUHAMMADIYAH IMBAU MASYARAKAT SHALAT TARAWIH DI RUMAH JIKA DAERAHNYA MASIH ADA PENULARAN COVID-19    KEMENTERIAN PPPA DORONG SATUAN PENDIDIKAN SEMAKIN RAMAH TERHADAP ANAK DAN REMAJA