Kompas TV nasional sapa indonesia

Arogansi dan Aksi Koboi Aparat Kerap Berulang, Pengawasan Atasan Terhadap Anggota Lemah?

Sabtu, 27 Februari 2021 | 12:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Lagi lagi aksi koboi oknum aparat kembali terjadi.

Kali ini seorang oknum polisi Bripka CS, anggota Polsek Kalideres Jakarta Barat, melakukan penembakan di salah satu kafe Cengkareng, Jakarta Barat.

Akibat insiden itu, 3 orang tewas dan salah satunya merupakan anggota TNI Angkatan Darat.

Salah satu keluarga korban saat mendatangi lokasi kejadian histeris, mendengar salah satu keluarganya menjadi korban.

Saat peristiwa penembakan itu terjadi, saksi mata mengaku mendengar suara tembakan dari dalam kafe, di lantai dua.

Sebelum terjadi suara tembakan, sempat terjadi keributan antara pengunjung kafe dan pegawai.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyatakan, Bripka CS menembak para korban dalam kondisi mabuk, saat dimintai pembayaran transaksi karena kafe akan tutup.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran mengatakan Bripka CS akan dijerat pasal 338 kuhp tentang pembunuhan dengan pidana penjara maksimal 15 tahun penjara.

Peristiwa itu bukan kali ini saja terjadinya.

Semestinya setiap kejadian menjadi peringatan keras, bagi seluruh aparat untuk tidak sembarangan menggunakan senjata api.

Bagi sebagian aparat, senjata memang menjadi bagian tak terpisahkan selama menjalankan tugasnya.

Akan tetapi, penyalahgunaan senjata api oleh oknum aparat sering kali terjadi.  

Tentu, kejadian seperti itu sangat membahayakan bagi orang lain.

Bagaimana sebenarnya pengawasan senjata api?

Dan bagaimana mencegah aksi koboi aparat agar tidak terjadi lagi?

Kita membahasnya dengan sejumlah narasumber melalui daring, di antaranya Anggota sekaligus Juru Bicara Kompolnas, Poengky Indarti, Mantan Kabareskrim, Komjen Purnawirawan Ito Sumardi, juga Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel.

Penulis : Dea Davina





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:59
MENTERI LHK SITI NURBAYA MINTA PENGENDALIAN KARHUTLA SELAMA PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA HARUS TERUS DILAKUKAN    KEMENKES: JUMLAH LANSIA YANG MENERIMA VAKSINASI COVID-19 DI DKI JAKARTA TERBANYAK DIBANDING DAERAH LAIN   LANGGAR ATURAN PPKM, KASATPOL PP DKI ARIFIN SEBUT DUA KAFE DI JAKPUS DAN JAKUT DILARANG BUKA 3X24 JAM   DEWAN PENASEHAT PERBAKIN BAMBANG SOESATYO IMBAU ANGGOTANYA TAK GUNAKAN SENJATA API UNTUK AROGANSI   PRESIDEN KSPI SAID IQBAL SEBUT UNJUK RASA BURUH PADA 12 APRIL 2021 DIGELAR SECARA FISIK DAN VIRTUAL   KSPI: HAK THR 1.487 KARYAWAN DARI 13 PERUSAHAAN MASIH BELUM DILUNASI KARENA DICICIL PADA 2020   KEPALA BMKG DWIKORITA IMBAU MASYARAKAT JATIM WASPADA DAMPAK HUJAN LEBAT DAN LONGSOR SETELAH GEMPA MALANG   BMKG MEMPREDIKSI HUJAN DENGAN INTENSITAS SEDANG HINGGA LEBAT TERJADI DI SEJUMLAH WILAYAH JAWA TIMUR   GUBERNUR KHOFIFAH MINTA POSKO PENGUNGSIAN GEMPA HARUS TERSEDIA DI BANYAK TITIK UNTUK MENJANGKAU MASYARAKAT   HARI INI, GUBERNUR JATIM KHOFIFAH INDAR PARAWANSA MENINJAU TIGA LOKASI TERDAMPAK GEMPA MALANG   BPBD KABUPATEN DAN KOTA MENDIRIKAN POSKO SETELAH GEMPA YANG TERJADI DI WILAYAH MALANG    BNPB: SEBANYAK 1.189 RUMAH DAN 150 FASILITAS UMUM RUSAK AKIBAT GEMPA BERMAGNITUDO 6,1 YANG GUNCANG MALANG   BNPB: HINGGA 11 APRIL 2021, 8 ORANG MENINGGAL DUNIA AKIBAT GEMPA BERMAGNITUDO 6,1 YANG GUNCANG MALANG DAN SEKITARNYA   PT ANGKASA PURA II DUKUNG LARANGAN MUDIK LEBARAN SEBAGAI PEMBATASAN OPERASIONAL TRANSPORTASI UDARA