Kompas TV klik360 cerita indonesia

Fakta-Fakta Bripka CS Tembak TNI dan Pegawai Kafe, Berawal dari Tagihan Miras

Jumat, 26 Februari 2021 | 14:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV – Insiden penembakan terjadi di sebuah kafe di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat pada Kamis (25/2) Pagi.

Kejadian ini melibatkan satu anggota TNI AD tewas menjadi korban dan oknum anggota polisi sebagai pelaku.

Berikut Fakta-faktanya,

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menjelaskan tiga korban meninggal dunia, salah satu korban tewas merupakan prajurit aktif TNI Angkatan Darat yakni berinisial Praka MK. Sedangkan dua lainnya berinisial M dan FSS sebagai pegawai kafe.

Dan satu orang korban mengalami luka berat dan masih dirawat di rumah sakit.

Irjen Fadil Imran jelaskan pelaku Insiden penembakan ini adalah Bripka CS, yang telah ditetapkan tersangka, Bripka CS juga ditetapkan sebagai tersangka kasus 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hingga 15 tahun penjara.

Fadil juga juga tindak tegas pelaku dengan dipecat secara tidak hormat dari Korps Bhayangkara.

"Kami akan menindak tegas pelaku, akan melakukan penegakan hukum yang berkeadilan. Kami akan mengambil langkah-langkah cepat, agar tersangka dapat segera diproses secara pidana. Seiring hal tersebut, tersangka akan kami proses secara kode etik sampai dengan hukuman dinyatakan tidak layak jadi anggota Polri," papar Fadil Imran.

Kronologi Kejadian

Peristiwan ini terjadi pada pukul 04.00 WIB, Kamis (25/2), Bripka CS datang ke kafe untuk minum-minuman keras pada pukul 02.00 WIB.

"Karena sudah pukul 04.00 WIB, kafe akan tutup. Pada saat akan melakukan pembayaran terjadi percekcokan antara tersangka dengan pegawai kafe tersebut," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya

Pelaku kemudian ingin meninggalkan kafe setelah dua jam berada di lokasi. namun, CS enggan membayar tagihan minuman sebesar RP 3.335.000. hal itu pun memicu keributan.

"sekitar pukul 04.00, karena kafe mau tutup, saat ingin membayar, terjadi cekcok dengan pegawai," terang yusri.

"Dalam kondisi mabuk saudara CS mengeluarkan senjata api dan melakukan penembakan terhadap 4 korban, tiga meninggal dunia di tempat dan satu masih dirawat di rumah sakit," imbuh Yusri.

Irjen Fadil turut menyampaikan permintaan maaf atas kasus tersebut.

"sebagai kapolda metro, atasan tersangka, saya menyampaikan permohonan maaf yang setinggi-tingginya kepada masyarakat, kepada keluarga korban dan kepada TNI AD. bela sungkawa saya yang mendalam atas kejadian ini," katanya.

Video Editor: Agung

Penulis : Theo Reza





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:10
PEMERINTAH DENMARK STOP GUNAKAN VAKSIN COVID-19 ASTRAZENECA SEPENUHNYA   SATGAS COVID-19 MEMINTA TIM PENELITI VAKSIN NUSANTARA IKUTI KAIDAH YANG DITETAPKAN WHO   UNAIR SURABAYA PASTIKAN PENELITIAN VAKSIN MERAH PUTIH TAK TERPENGARUH PELEBURAN KEMENRISTEK DENGAN KEMENDIKBUD   JADI TUAN RUMAH PORPROV BANTEN 2022, PEMKOT TANGERANG MULAI BENAHI 11 GEDUNG OLAHRAGA    FORMAPPI: PEMBENTUKAN SATGAS BLBI ADALAH PENGAKUAN PENTINGNYA RUU PERAMPASAN ASET TINDAK PIDANA   KEMENDAGRI MINTA PEMPROV DKI SUSUN RENCANA AKSI ANTISIPASI BANJIR   POLRI: TOTAL 31 TERSANGKA TERORIS TERKAIT AKSI BOM BUNUH DIRI MAKASSAR SUDAH DITANGKAP   POLRI KEMBALI TANGKAP SATU TERDUGA TERORIS TERKAIT AKSI BOM BUNUH DIRI DI MAKASSAR   MUI AKAN PANTAU SIARAN 16 STASIUN TELEVISI SELAMA BULAN RAMADAN   WAGUB DKI MINTA INSPEKTORAT DKI PERIKSA KEMBALI KASUS KELEBIHAN BAYAR PENGADAAN MOBIL DAMKAR TAHUN ANGGARAN 2019   IKAPPI MEMINTA PD PASAR JAYA BERBENAH PASCA-KEBAKARAN YANG TERJADI DI DUA PASAR YANG DIKELOLA DI JAKARTA   KOMISIONER KPU ILHAM SAPUTRA RESMI MENJADI KETUA KPU DEFINITIF MENGGANTIKAN ARIEF BUDIMAN   MENDAGRI TITO KARNAVIAN MINTA KEPALA DAERAH TERPILIH HARUS BISA KENDALIKAN COVID-19 DI WILAYAH MASING-MASING   JAKSA SEBUT SAKSI YANG DIHADIRKAN PADA SIDANG RIZIEQ SHIHAB PEKAN DEPAN ADA LIMA ORANG