Kompas TV internasional kompas dunia

Turki Tangkap 148 Orang Yang Dituding Terlibat Jaringan Upaya Kudeta 2016 Lalu

Kamis, 25 Februari 2021 | 01:55 WIB
turki-tangkap-148-orang-yang-dituding-terlibat-jaringan-upaya-kudeta-2016-lalu
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Jaksa Turki pada Rabu (24/02/2021) memerintahkan penangkapan 148 orang dalam penggerebekan berskala nasional atas dugaan keterkaitan mereka dengan jaringan di balik upaya kudeta 2016 lalu, seperti dilaporkan media lokal yang dilansir Xinhua, Kamis, (25/02/2021)(Sumber: AP Photo)

ISTANBUL, KOMPAS.TV - Jaksa Turki pada Rabu (24/02/2021) memerintahkan penangkapan 148 orang dalam penggerebekan berskala nasional atas dugaan keterkaitan mereka dengan jaringan di balik upaya kudeta 2016 lalu, seperti dilaporkan media lokal yang dilansir Xinhua, Kamis, (25/02/2021)

Bertindak atas perintah Kepala Kantor Kejaksaan Umum Kota Izmir, Turki barat, polisi meluncurkan operasi serentak di 47 provinsi di seluruh wilayah negara itu untuk menangkap para tersangka, ungkap kantor berita pemerintah Turki Anadolu.

Semua orang yang menjadi target dalam operasi itu merupakan personel militer, termasuk 103 tentara aktif, yang diduga memiliki hubungan dengan jaringan pimpinan ulama Turki yang berbasis di Amerika Serikat, Fethullah Gulen, menurut kantor berita itu.

Baca Juga: Erdogan Perluas Operasi Militer Lintas Perbatasan Untuk Kejar Pelaku Pembantaian 13 Tentara Turki

Sejauh ini, 130 di antaranya telah ditahan dalam sejumlah operasi, lanjut Anadolu.

emerintah Turki menuding Gulen beserta jaringannya mendalangi upaya kudeta pada Juli 2016, yang menewaskan 250 orang, dan mendorong proses ekstradisi terhadapnya.

Pekan lalu, kantor berita Anadolu melaporkan bahwa kepolisian Turki telah menahan 30 tersangka di Istanbul atas dugaan keterkaitan mereka dengan jaringan itu.  Selesai

Penulis : Edwin Shri Bimo





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
14:40
SEBANYAK 250 WNI DI CALIFORNIA SELATAN, AS, DAPAT SUNTIKAN VAKSINASI COVID-19    PRESIDEN JOKOWI BEBASKAN PENGENAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) UNTUK AIR BERSIH    BPOM: BELUM ADA IZIN UJI KLINIK FASE II VAKSIN NUSANTARA    MENKO POLHUKAM DORONG KPK BERGABUNG DALAM SISTEM DATABASE PENANGANAN PERKARA TERPADU BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI    LARANGAN MUDIK LEBARAN, DITLANTAS POLDA METRO JAYA SEKAT 16 JALUR TIKUS UNTUK KELUAR JABODETABEK    DITLANTAS POLDA METRO JAYA AKAN DIRIKAN POS PANTAU DI JALUR TIKUS UNTUK ANTISIPASI WARGA YANG NEKAT MUDIK    WALHI SUMSEL DUKUNG PEMANFAATAN LAHAN GAMBUT UNTUK MENUNJANG PEREKONOMIAN MASYARAKAT    KPK MENDAKWA EKS WALI KOTA CIMAHI AJAY PRIATNA TERIMA SUAP RP 1,6 MILIAR UNTUK MULUSKAN IZIN PROYEK RS    MENKEU SRI MULYANI SEBUT PEMULIHAN EKONOMI GLOBAL DARI DAMPAK PANDEMI COVID-19 HARUS BERSIFAT BERKELANJUTAN    GEMPA MALANG, BMKG: BURUKNYA STRUKTUR BANGUNAN IKUT JADI PENYEBAB RIBUAN RUMAH RUSAK DI MALANG    KASUS SUAP PENGATURAN PROYEK DI KABUPATEN INDRAMAYU, KPK PANGGIL 3 ANGGOTA DPRD JAWA BARAT    WAPRES MA'RUF AMIN IMBAU MASYARAKAT BERKONTRIBUSI AKTIF DALAM MENGEMBANGKAN EKONOMI & KEUANGAN SYARIAH    POLRI MULAI PERIKSA BARANG BUKTI DARI TKP KEBAKARAN KILANG MINYAK BALONGAN, INDRAMAYU, JAWA BARAT    MENTERI PPPA MINTA PEMDA KAWAL DAN PASTIKAN PENGGUNAAN DAK PEREMPUAN DAN ANAK DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN