Kompas TV nasional sapa indonesia

Survei Indikator Keyakinan Publik Soal Vaksin Covid-19, 41% Tidak Bersedia Divaksin

Selasa, 23 Februari 2021 | 00:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru soal tantangan dan problem vaksinasi covid-19.

Hasilnya, sebanyak 54,9% responden bersedia divaksinasi, sedangkan total 41% warga tidak atau kurang bersedia.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, pengaruh vaksin terhadap Presiden Joko Widodo tak membawa dampak siginifikan untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap program vaksinasi.

Dari survei disebutkan pula jika mayoritas warga yang bersedia divaksin merupakan pemilih Jokowi - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Pendukung Jokowi – Ma’ruf yang bersedia divaksin mencapai 59,6%.

Sedangkan pendukung Prabowo - Sandi yang bersedia divaksin 49,2%.

Sementara yang menolak vaksin, yang merupakan pemilih Jokowi - Ma'ruf sebesar 36,1%, sementara pemilih Prabowo - Sandiaga Uno mencapai 48,1%.

Tenaga Ahli Utama KSP, Dany Amrul Ichdan menyebut pemerintah terus mengencarkan edukasi ke publik terkait program vaksinasi ini.

Dari hasil survei Indikator Politik Indonesia, tantangan vaksinasi ternyata tak hanya urusan teknis kesehatan, tapi ada juga problem psikologis, hingga politik.

Bagaimana pemerintah mengatasi resistensi sebagian masyarakat, terkait program vaksinasi covid-19 yang tengah berjalan?

Apakah hal ini bisa memengaruhi target vaksinasi pemerintah, demi tercapainya kekebalan komunitas pada 182 juta penduduk Indonesia?

Kita bahas bersama Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi.

Ada pula anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Kurniasih Mufidayati dan politisi Partai Gerindra, M Taufik. 

Penulis : Dea Davina

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
18:52
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19