Kompas TV internasional kompas dunia

Erdogan Perluas Operasi Militer Lintas Perbatasan Untuk Kejar Pelaku Pembantaian 13 Tentara Turki

Rabu, 17 Februari 2021 | 23:11 WIB
erdogan-perluas-operasi-militer-lintas-perbatasan-untuk-kejar-pelaku-pembantaian-13-tentara-turki
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam konferensi pers di Ankara, Turki, pada 11 Januari 2021 (Sumber: Xinhua)

ANKARA, KOMPAS.TV - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa (16/02/2021) berjanji memperluas operasi lintas batas untuk mengejar dan membasmi Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang di negara tersebut setelah 13 warga Turki dieksekusi mati dan dibuang begitu saja di dalam gua Irak utara, seperti dilansir Xinhua, Rabu, (17/02/2021)

"Kita akan memperluas operasi kita ke area-area yang tingkat ancamannya masih tinggi," ujar Erdogan dalam konvensi partainya di Provinsi Trabzon di Laut Hitam.

Turki akan mempertahankan keberadaannya di area-area yang telah terbebas dari PKK di luar perbatasan "selama diperlukan," ujar sang presiden.

"Kita akan berada di tempat-tempat tersebut, yang akan kita amankan selama diperlukan agar kita tidak mengalami serangan seperti itu lagi," ujar Erdogan, seraya menambahkan pasukan Turki sudah membersihkan dan mengamankan wilayah Gara di Irak utara, lokasi militer Turki melakukan operasi selama empat hari.

Baca Juga: Erdogan: Turki Butuh Konstitusi Baru

Turki pada Minggu (14/02/2021) melaporkan 13 warganya yang diculik oleh PKK telah dibunuh oleh kelompok tersebut di sebuah gua di wilayah Gara dalam sebuah operasi lintas batas baru-baru ini.

Aksi pembunuhan itu memperkuat niat Turki untuk membangun zona aman di sepanjang perbatasannya di Irak utara guna melindungi perbatasan negara itu, kata Erdogan.

Turki meluncurkan operasi lintas batas yang disebut Operasi Claw-Eagle 2 di negara tetangganya itu pada 10 Februari lalu.

PKK, yang dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa, melakukan pemberontakan terhadap pemerintah Turki selama lebih dari 30 tahun, yang telah merenggut nyawa lebih dari 40.000 orang.

Penulis : Edwin Shri Bimo

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:42
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19