Kompas TV nasional hukum

Polisi Akui Pernah Periksa Fredy Kusnadi, Tapi Tidak Ditahan

Selasa, 16 Februari 2021 | 19:54 WIB
polisi-akui-pernah-periksa-fredy-kusnadi-tapi-tidak-ditahan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus memberi keterangan terkait kasus narkoba kepada pers di Polres Metro Jakarta Barat, Senin (11/5/2020). (Sumber: KOMPAS.COM)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Polda Metro Jaya membantah telah menahan Fredy Kusnadi (FK), pihak yang diduga terlibat dalam kasus penipuan sertifikat tanah dan bangungan keluarga mantan Wakil Luar Negeri Dino Patti Djalal.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan pihaknya memang pernah memeriksa FK.

Namun pemeriksaan itu sebagai saksi untuk meminta keterangan terkait laporan keluarga Dino Pattti pada November 2020.

Baca Juga: Bersengketa dengan Dino Patti Djalal, Fredy Kusnadi Bekas Pegawai Bank yang Jadi Pengusaha Kuliner

Laporan tersebut terkait dugaan penyerobotan tanah milik keluarga Dino Patti Djalal di Jalan Pangeran Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan.

“Jadi kalau ada yang mengatakan kalau FK sudah ditahan kemudian dilepaskan ini saya tegaskan itu belum. Tapi kami masih mendalami," ujar Yusri saat dikonfirmasi, Selasa (16/2/2021).

Lebih lanjut, Yusri menjelaskan dalam pemeriksaan FK penyidik tidak menemukan tindak pidana yang dilakukan. Polisi juga belum memiliki alat bukti yang cukup untuk meningkatkan status saksi menjadi tersangka.

"Saudara F datang sendiri ke Polda Metro Jaya kita ambil keterangannya, kita kaitkan dengan para saksi dan tersangka lain. Pada saat itu belum ditemukan alat bukti yang cukup untuk menjadikan tersangka," ujar Yusri.

Baca Juga: Dino Patti Djalal Beberkan 3 Bukti Keterlibatan Fredy Kusnadi Dalam Kasus Mafia Tanah

Sebelumnya Dino Patti Djalal menjelaskan polisi pernah menangkap Fredy Kusnadi yang disebut sebagai dalang sindikat mafia tanah. Hal itu ditulis Dino di akun Twitter pribadinya.

Penulis : Johannes Mangihot

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
05:49
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19