Kompas TV internasional kompas dunia

Junta Militer Perpanjang Penahanan Aung San Suu Kyi, Militer Hadir di Jalanan, Unjuk Rasa Berlanjut

Senin, 15 Februari 2021 | 13:41 WIB
junta-militer-perpanjang-penahanan-aung-san-suu-kyi-militer-hadir-di-jalanan-unjuk-rasa-berlanjut
Pengunjuk rasa anti-kudeta berdiri di depan pengangkut personel lapis baja yang dikerahkan di luar gedung Bank Sentral di Yangon, Myanmar Senin, 15 Februari 2021. Penampakan pengangkut personel lapis baja di kota terbesar Myanmar dan penutupan internet meningkatkan ketegangan politik Minggu malam, setelah sejumlah besar orang di seluruh negeri mengabaikan perintah yang menentang demonstrasi untuk memprotes perebutan kekuasaan oleh militer. (Sumber: AP Photo)

YANGON, KOMPAS.TV— Junta militer Myanmar perpanjang masa tahanan rumah Aung San Suu Kyi yang awalnya berakhir hari Senin, (15/02/2021). Pembebasan Suu Kyi adalah tuntutan utama para pengunjuk rasa yang setiap hari turun ke jalan menentang penggulingan pemerintahan partai Liga Nasional Untuk Demokrasi yang dipimpin Suu Kyi.

Seperti dilansir Associated Press, Suu Kyi akan ditahan hingga 17 Februari lusa, dan akan menjalani sidang melalui telekonferensi, demikian pernyataan Khin Maung Zaw, pengacara yang ditunjuk partai NLD untuk mewakili Suu Kyi.

Perpanjangan penahanan Suu Kyi, tampaknya akan makin meningkatkan ketegangan antara militer dan pengunjuk rasa, yang kini sudah meluas hingga beberapa kota besar Asia Tenggara, bahkan di Jepang, yang semua menuntut pembebasan Suu Kyi.

Pengunjuk rasa terus turun ke jalan di seantero Myanmar hari Senin, (15/02/2021) setelah malam sebelumnya pemerintahan militer memutus sambungan internet dan meningkatkan kehadiran aparat keamanan di jalan-jalan seluruh negeri untuk menghadang niat unjuk rasa.

Baca Juga: Ribuan Orang Demonstrasi Menentang Kudeta Myanmar di Tokyo, Diyakini Unjuk Rasa Terbesar di Jepang

Konvoi truk militer dengan tentara melewati pengangkut personel lapis baja yang dikerahkan di luar gedung Bank Sentral di Yangon, Myanmar pada hari Senin, 15 Februari 2021. (Sumber: AP Photo)

Ribuan insinyur berbaris di jalan-jalan Mandalay, kota terbesar kedua di negara itu, meneriakkan dan memegang tanda-tanda yang bertuliskan: "Bebaskan pemimpin kami," "Siapa yang berdiri dengan keadilan?" dan "Berhenti menangkap orang secara ilegal pada tengah malam".

Di Yangon, kota terpadat di negara itu, lebih sedikit pengunjuk rasa yang berkumpul karena putusnya internet dan berbagai laporan akan banyaknya kendaraan militer di jalanan.

Penulis : Edwin Shri Bimo





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:53
MENTERI LHK SITI NURBAYA MINTA PENGENDALIAN KARHUTLA SELAMA PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA HARUS TERUS DILAKUKAN    KEMENKES: JUMLAH LANSIA YANG MENERIMA VAKSINASI COVID-19 DI DKI JAKARTA TERBANYAK DIBANDING DAERAH LAIN   LANGGAR ATURAN PPKM, KASATPOL PP DKI ARIFIN SEBUT DUA KAFE DI JAKPUS DAN JAKUT DILARANG BUKA 3X24 JAM   DEWAN PENASEHAT PERBAKIN BAMBANG SOESATYO IMBAU ANGGOTANYA TAK GUNAKAN SENJATA API UNTUK AROGANSI   PRESIDEN KSPI SAID IQBAL SEBUT UNJUK RASA BURUH PADA 12 APRIL 2021 DIGELAR SECARA FISIK DAN VIRTUAL   KSPI: HAK THR 1.487 KARYAWAN DARI 13 PERUSAHAAN MASIH BELUM DILUNASI KARENA DICICIL PADA 2020   KEPALA BMKG DWIKORITA IMBAU MASYARAKAT JATIM WASPADA DAMPAK HUJAN LEBAT DAN LONGSOR SETELAH GEMPA MALANG   BMKG MEMPREDIKSI HUJAN DENGAN INTENSITAS SEDANG HINGGA LEBAT TERJADI DI SEJUMLAH WILAYAH JAWA TIMUR   GUBERNUR KHOFIFAH MINTA POSKO PENGUNGSIAN GEMPA HARUS TERSEDIA DI BANYAK TITIK UNTUK MENJANGKAU MASYARAKAT   HARI INI, GUBERNUR JATIM KHOFIFAH INDAR PARAWANSA MENINJAU TIGA LOKASI TERDAMPAK GEMPA MALANG   BPBD KABUPATEN DAN KOTA MENDIRIKAN POSKO SETELAH GEMPA YANG TERJADI DI WILAYAH MALANG    BNPB: SEBANYAK 1.189 RUMAH DAN 150 FASILITAS UMUM RUSAK AKIBAT GEMPA BERMAGNITUDO 6,1 YANG GUNCANG MALANG   BNPB: HINGGA 11 APRIL 2021, 8 ORANG MENINGGAL DUNIA AKIBAT GEMPA BERMAGNITUDO 6,1 YANG GUNCANG MALANG DAN SEKITARNYA   PT ANGKASA PURA II DUKUNG LARANGAN MUDIK LEBARAN SEBAGAI PEMBATASAN OPERASIONAL TRANSPORTASI UDARA