Kompas TV nasional kesehatan

Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri di Rumah akan Dapat Bantuan Rp 1,4 Juta

Selasa, 9 Februari 2021 | 19:41 WIB
pasien-covid-19-yang-isolasi-mandiri-di-rumah-akan-dapat-bantuan-rp-1-4-juta
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Rabu (13/1/2021). (Sumber: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga via Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa anggaran bagi pasien Covid-19 yang isolasi mandiri mencapai Rp 479 miliar.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembelian obat-obatan dan vitamin bagi 273.662 orang pasien isolasi mandiri di rumah. Sedangkan untuk anggaran isolasi terpusat (rumah sakit dll) sebesar Rp 5 triliun.

"Kenapa isolasi di rumah kok dikasih anggaran? Itu sebenarnya terkait sebagian besar untuk obat-obatannya," kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Baca Juga: DPR Kritisi Anggaran Kemenkes Rp 479 M Buat Pasien Isoman di Rumah

Budi menjelaskan, pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dengan gejala ringan, akan diminta isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Jumlah pasien isoman ini didapat dari penerapan hitungan WHO dengan jumlah kasus positif di Indonesia. WHO menyatakan, dari satu juta kasus positif, 80% hanya butuh dirawat di rumah. Sementara, 20% sisanya butuh dirawat di rumah sakit.

Atas dasar aturan WHO tersebut, Kemenkes kemudian menghitung berapa banyak anggaran yang diperlukan untuk isolasi mandiri.

Sesuai dengan protokol Kemenkes, pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala, akan diminta isoman di rumah.

"Kalau dia positif konfirmasi, kita kasih minimum obat-obatan, vitamin dan anti virus oseltamivir. Tapi kalau dia hanya kontak erat, kita hanya kasih vitamin-vitamin saja," jelas Budi.

Baca Juga: Kemenkes Buat Anggaran Persiapan RS Nuklir Rp 1,12 M, Politikus PAN: Modal Kopi Sama Pisang Goreng

Penjelasan Budi ini guna menjawab kritikan para anggota Komisi IX DPR soal anggaran isolasi mandiri, pada rapat sehari sebelumnya, Senin (8/2/2021).

Sejumlah anggota komisi IX mengkritisi anggaran isoman Kemenkes lantaran berpotensi menimbulkan penyimpangan.

Anggota dewan Darul Siska misalnya, mempertanyakan bagaimana pengawasan Kemenkes agar anggaran tersebut tidak disalahgunakan. Serta teknis pelaksanaan pemberian bantuan agar benar-benar diterima oleh pasien isoman.

Aggota Komisi IX lainnya, Rahmad Handoyo, mengomentari anggaran bantuan Rp 1,4 juta untuk biaya konsumsi dan gizi bagi masyarakat yang isolasi di rumah. Rahmad mempertanyakan apakah masyarakat di pelosok yang melakukan isoman di rumah, bisa dipastikan mendapat bantuan itu.

Diketahui, Kemenkes menganggarkan total Rp 5,5 triliun guna pasien Covid-19 dapat melaksanakan isolasi mandiri maupun terpusat.

Di dalamnya terdapat anggaran untuk isolasi mandiri sebesar Rp 479 miliar untuk 273.662 orang yang melakukan isolasi mandiri karena positif Covid-19.

Melalui dana tersebut, setiap pasien total akan dibiayai Rp 1.753.040. Dengan rincian biaya supervisi puskesmas Rp 100 ribu, biaya pemeriksaan sederhana (lab) Rp 249.500, untuk biaya obat simptomatis Rp 3.540. Serta penambahan dana Rp 1,4 juta yang dialokasikan untuk biaya konsumsi atau gizi.

Sementara itu Kemenkes juga menganggarkan biaya untuk isolasi terpusat sebesar Rp 5,038 triliun. Besaran angka tersebut dialokasikan untuk 1.094.650 orang yang melakukan isolasi terpusat baik di hotel maupun di wisma karena positif Covid-19.

Baca Juga: Kemenkes Ajukan Anggaran Rp 134,46 Triliun Tahun 2021

 

Penulis : Fadhilah





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:39
MULAI 16 MEI 2021, SINGAPURA TERAPKAN "LOCKDOWN" HINGGA 13 JUNI 2021   DINAS KESEHATAN: KASUS POSITIF COVID-19 DI KOTA BOGOR DI DOMINASI OLEH ORANG USIA PRODUKTIF   ANTISIPASI PENYEBARAN COVID-19, DESTINASI WISATA GUNUNG BROMO DAN SEMERU DITUTUP HINGGA 23 MEI 2021   WAGUB DKI AHMAD RIZA PATRIA MINTA WARGA YANG TERLANJUR MUDIK MELAPOR KE RT-RW SAAT TIBA DI JAKARTA   KAPOLRES JAKBAR SEDIAKAN TES ANTIGEN GRATIS BAGI WARGA YANG KEMBALI DARI MUDIK    KAPOLRES JAKBAR IMBAU WARGA YANG KEMBALI KE WILAYAH JAKARTA BARAT USAI MUDIK LAKUKAN TES ANTIGEN   KETUA KCP-PEN AIRLANGGA HARTARTO: ADA 1,5 JUTA ORANG MEMAKSA MUDIK DI MASA PELARANGAN MUDIK LEBARAN 2021   DIRLANTAS POLDA METRO JAYA: POS PEMERIKSAAN ARUS BALIK BERLAKU HINGGA 7 HARI SETELAH LEBARAN   ARUS BALIK LEBARAN, POLDA METRO JAYA SIAPKAN 12 TITIK POS PEMERIKSAAN ARUS BALIK    POLRESTA CIREBON SIAPKAN 1.500 ALAT TES ANTIGEN SELAMA ARUS BALIK LEBARAN   DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN JABAR PANTAU PENERAPAN PROKES DI 108 TEMPAT WISATA PADA MASA LIBUR LEBARAN   KPK PASTIKAN PEMBEBASTUGASAN 75 PEGAWAI YANG TAK LULUS TES WAWASAN KEBANGSAAN TIDAK GANGGU KINERJA   PEMKOT MAKASSAR SEGERA BANGUN 21 APARTEMEN LORONG DI PULAU LANJUKANG    MENHUB BUDI KARYA SUMADI TARGETKAN PELABUHAN PENYEBERANGAN SAMPALAN DI NUSA PENIDA SELESAI PADA 2022