Kompas TV internasional kompas dunia

Filipina Protes UU China Yang Ijinkan Pasukan Penjaga Pantai Tembaki Kapal Asing

Rabu, 27 Januari 2021 | 20:47 WIB
filipina-protes-uu-china-yang-ijinkan-pasukan-penjaga-pantai-tembaki-kapal-asing
Dalam file foto 22 Juli 2019 ini, pengunjuk rasa menampilkan balon dengan pesan anti-China saat unjuk rasa di dekat Kongres Filipina di Manila, Filipina. Filipina telah memprotes undang-undang baru China yang mengizinkan penjaga pantainya untuk menembaki kapal asing dan menghancurkan struktur negara lain di pulau-pulau yang diklaimnya, kata diplomat top Manila pada Rabu, 27 Januari 2021. (Sumber: AP Photo/Bullit Marquez)

MANILA, KOMPAS.TV — Filipina menyatakan protes menanggapi terbitnya Undang-Undang di China yang memberi otoritas pada pasukan penjaga pantai China untuk menembaki kapal asing dan menghancurkan bangunan negara lain di pulau yang di klaim oleh China, demikian dikatakan seorang diplomat senior Filipina seperti dikutip Associated Press, Rabu (27/01/2021)

Menteri luar negeri Teodoro Locsin Jr mengatakan di twitter, undang-undang baru China itu sama saja dengan, ancaman perang secara verbal kepada seluruh negara yang bertentangan," dengan aturan itu, serta tidak melawan undang-undang itu sama saja dengan 'tunduk atas aturan' itu, tutur Locsin.

"Menegakkan undang-undang adalah prerogatif setiap negara, tapi ini -melihat wilayah yang tercakup, dalam hal ini Laut China Selatan - adalah ancaman perang secara verbal kepada setiap negara yang bertentangan dengan aturan itu," tutur Locsin.

Baca Juga: China Resmi Izinkan Kapal Penjaga Pantai Tembak dan Tahan Kapal Asing

Undang-undang Penjaga Pantai China, yang disahkan hari Jum'at lalu itu memberi wewenang kepada pasukan penjaga laut China "mengambil langkah apapun yang diperlukan, termasuk penggunaan senjata, saat kedaulatan nasional dan hak atas kedaulatan, dan yurisdiksi, dilanggar secara ilegal oleh lembaga atau individu asing di lautan,"

Undang-undang itu juga memberi otoritas kepada pasukan penjaga pantai untuk menghancurkan infrastruktur yang dibangun di terumbu karang atau pulau yang diklaim China, untuk menyita, maupun memerintahkan kapal asing yang memasuki wilayah teritorial China untuk pergi. 

Undang-undang baru China ini meningkatkan kemungkinan benturan dan bentrokan dengan negara-negara maritim regional, termasuk Indonesia, dimana China mengklaim sebagian zona ekonomi eksklusif Indonesia yang dikenal sebagai nine-dash-line. 

Penulis : Edwin Shri Bimo




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:45
PESEPAK BOLA TONI KROOS BERNIAT MENGAKHIRI KARIER BERMAINNYA BERSAMA REAL MADRID   CHELSEA YAKIN PUNYA PELUANG UNTUK MEREKRUT BOMBER BORUSSIA DORTMUND, ERLING HAALAND, PADA MUSIM DEPAN   PERSIB BANDUNG MEREKRUT FERDINAND SINAGA DENGAN KONTRAK HINGGA 2 TAHUN KE DEPAN   AS MENAHAN 100.000 MIGRAN DI PERBATASAN MEKSIKO PADA FEBRUARI 2021   IOC AKAN MELAKUKAN PEMBICARAAN DETAIL SOAL TUAN RUMAH OLIMPIADE 2032 PADA MARET DAN JULI 2021   HINGGA KINI, KOMITE OLIMPIADE INTERNASIONAL (IOC) BELUM MENENTUKAN TUAN RUMAH OLIMPIADE 2032   PM JEPANG YOSHIHIDE SUGA PERPANJANG STATUS DARURAT PANDEMI COVID-19 UNTUK WILAYAH TOKYO HINGGA 21 MARET 2021   WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 3.708 ORANG: 2.829 SEMBUH, 172 MENINGGAL DUNIA, 707 DALAM PERAWATAN   SATGAS COVID-19 KABUPATEN BOGOR WASPADAI LONJAKAN WISATAWAN AKHIR PEKAN DEPAN   BEA CUKAI JATENG SITA PAKAIAN BEKAS DAN KAIN IMPOR SENILAI RP 14,6 MILIAR YANG DIANGKUT KAPAL ILEGAL   AKTIVITAS WISATA GUNUNG BROMO TUTUP TOTAL SELAMA HARI RAYA NYEPI PADA 14 MARET 2021   EMPAT ORANG TEWAS TERTIMPA POHON TUMBANG DI DESA SEMINGKIR, PEMALANG, JAWA TENGAH   PROSES VAKSINASI WARGA LANSIA DI KENDARI, SULTRA, TERKENDALA PENDAFTARAN DARING   KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN TARGETKAN INDONESIA BISA KUASAI 50% PASAR LOBSTER GLOBAL DI 2024