Kompas TV internasional kompas dunia

Angka Kematian Akibat Covid-19 di Inggris Tembus 100.000

Rabu, 27 Januari 2021 | 02:05 WIB
angka-kematian-akibat-covid-19-di-inggris-tembus-100-000
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dalam sebuah konferensi pers terkait penanganan awal pandemi di London, Inggris. Foto diambil pada 3 Maret 2020. (Sumber: AP Photo / Frank Augstein)

LONDON, KOMPAS.TV – Jelang setahun sejak Covid-19 merebak di Eropa, lebih dari 100.000 orang tercatat telah meninggal di Inggris setelah terpapar Covid-19.

Dengan jumlah 100.000 kematian, Inggris menduduki peringkat ke-5 terkait angka kematian akibat Covid-19 setelah Amerika Serikat (AS), Brasil, India dan Meksiko. Rekor angka kematian tertinggi dipegang oleh AS dengan lebih dari 400.000 kematian. Namun, jumlah penduduk AS yang sekitar 330 juta penduduk, 5 kali lebih banyak dibanding jumlah populasi Inggris.

Baca Juga: Virus Varian Baru dari Inggris Kemungkinan Lebih Mematikan!

Departemen Kesehatan Inggris menyatakan pada Selasa (26/1), sebanyak 100.162 orang telah meninggal usai dinyatakan positif Covid-19. Jumlah tersebut termasuk 1.631 kematian yang tercatat pada hari Selasa.

Jumlah angka kematian ini dihitung pada orang-orang yang meninggal dalam jangka waktu 28 hari setelah dinyatakan positif Covid-19. Jumlah total sebenarnya, seperti yang juga terjadi di banyak negara lain, kemungkinan jauh lebih tinggi, karena banyaknya kasus Covid-19 yang belum terdeteksi di awal pandemi. Sejumlah badan statistik Inggris mencatat, angka kematian terkait Covid-19 di Inggris mencapai lebih dari 108.000.

 “Sulit untuk menghitung kesedihan yang ada dalam statistik suram itu,” ujar Perdana Menteri Inggris Boris Johnson muram dalam sebuah konferensi pers seperti dilansir dari Associated Press.

Baca Juga: Covid-19 Melonjak Lagi di Inggris, Festival Glastonbury Kembali Dibatalkan

Penulis : Vyara Lestari




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
15:45
INDONESIA BERSAMA SINGAPURA BANGUN KAWASAN EKONOMI DIGITAL DAN TEKNOLOGI DI BATAM   MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY MINTA KELUARGA MISKIN DENGAN IBU HAMIL DAN ANAK “STUNTING” MASUK DAFTAR PENERIMA PKH   MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY SEBUT PENANGANAN KEMISKINAN KUNCI MENURUNKAN KASUS "STUNTING"   MENKO PMK RESMIKAN PUSAT PENANGGULANGAN GIZI TERPADU DI KABUPATEN BANTAENG, SULAWESI SELATAN   TEKAN HARGA CABAI RAWIT MERAH, KEPALA SUDIN KPKP IWAN INDRIYANTO TELAH BERKOORDINASI DENGAN KEMENTAN   SUDIN KPKP: HARGA RATA-RATA CABAI RAWIT MERAH DI PASAR TRADISIONAL DI JAKARTA BARAT MELONJAK HINGGA DUA KALI LIPAT   KEMENAG TINDAK LANJUTI RENCANA PENINGKATAN STATUS PERATURAN BERSAMA SOAL KERUKUNAN UMAT BERAGAMA JADI PERPRES   MULAI HARI INI, VAKSINASI COVID-19 “DRIVE THRU” BAGI LANSIA RESMI BEROPERASI DI JIEXPO KEMAYORAN   EPIDEMIOLOG GRIFFITH UNIVERSITY DICKY BUDIMAN MENYATAKAN VARIAN BARU COVID-19 B.1.1.7 LEBIH CEPAT MENULAR   SATGAS COVID-19 TERAPKAN ISOLASI BERLAPIS PADA DUA KASUS POSITIF COVID-19 B.1.1.7 UNTUK MENCEGAH TERJADINYA PENULARAN   GENCARKAN PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN, KETUA DPR MENINJAU SEJUMLAH DESTINASI WISATA DI BANYUWANGI, JATIM   MULAI APRIL 2021, PETUGAS PELAYANAN PUBLIK DI JAKARTA BARAT AKAN MENERIMA VAKSIN COVID-19   MENKES: VAKSINASI COVID-19 DI INDONESIA HARUS MENCAPAI 70 PERSEN ATAU SASARAN TARGET SEBANYAK 181 JUTA ORANG   MENKES BUDI GUNADI SADIKIN: SEBANYAK 20 PERSEN PENDUDUK BISA DISUNTIK VAKSIN COVID-19 HINGGA JUNI 2021