Kompas TV regional berita daerah

Jogja Corruption Watch Minta Keraton Terbuka ke Publik Terkait Pemecatan Dua Adik Raja Yogyakarta

Selasa, 26 Januari 2021 | 17:40 WIB
jogja-corruption-watch-minta-keraton-terbuka-ke-publik-terkait-pemecatan-dua-adik-raja-yogyakarta
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X saat ditemui wartawan di kompleks kepatihan, Yogyakarta. (Sumber: Kompas.com/Wisang Seto Pangaribowo)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV-  Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mencopot dua adik tirinya, Gusti Bendara Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo dan GBPH Yudhaningrat dari jabatan struktural di Keraton Yogyakarta.

Hal ini pun memantik beragam reaksi dari elemen masyarakat di Kota Pelajar. Salah satunya Jogja Corruption Watch (JCW).

Koordinator JCW, Bahruddin Kamba meminta kepada pihak Keraton Yogyakarta agar benar-benar membeberkan alasan pasti penyebab pencopotan keduanya.

Baca Juga: Dipecat Sri Sultan Hamengku Buwono X dari Keraton Yogyakarta, Ini Tanggapan Dua Adiknya

Sebab alasan Sri Sultan Hamengku Buwono X memecat kedua adiknya itu karena keduanya tidak aktif sebagai sebagai Penggedhe di Keraton Jogja selama lima tahun terakhir namun mereka tetap menerima gaji atas jabatan struktural tersebut melalui dana keistimewaan (Danais) yang berasal dari APBN masih perlu dipertanyakan lebih lanjut.

“Bahwa jika benar GBPH Prabukusumo (Gusti Prabu) dan GBPH Yudhaningkrat (Gusti Yudha) menerima gaji buta selama 5 tahun, hal ini sangat disayangkan. Karena Danais yang bersumber dari APBN merupakan uang rakyat,” papar Kamba.

Hal ini, ungkap Kamba, dapat dikatakan bahwa penggunaan Danais tidak tepat sasaran, maka perlu ada pengawasan dan evaluasi di internal Keraton dalam hal penggunaan Danais untuk penggajian.

Penulis : Gading Persada




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:16
GUBERNUR ANIES BASWEDAN PASTIKAN PEMPROV DKI DUKUNG KEJUARAAN BASKET ASIA 2021 DAN DUNIA 2023 DI JAKARTA   KEMENPAN RB SIAPKAN PENERIMAAN 189.000 PEGAWAI UNTUK PEMERINTAH DAERAH SE-INDONESIA 2021   KEMENTERIAN KESEHATAN: OBESITAS BERPOTENSI MENINGKAT DI MASA PANDEMI COVID-19   JUBIR SATGAS WIKU ADISASMITO: PEMERINTAH KAJI PERPANJANGAN PPKM MIKRO YANG BERAKHIR PEKAN DEPAN   MUTASI VIRUS KORONA B117 MASUK INDONESIA, SATGAS: PELAJARAN BERHARGA UNTUK ANTISIPASI "IMPORTED CASE"   KEMENTERIAN KESEHATAN: VAKSIN COVID-19 SINOVAC MASIH EFEKTIF LAWAN VIRUS KORONA B117 ASAL INGGRIS   KEMENTERIAN ESDM TARGETKAN 2021 KAPASITAS PEMBANGKIT ENERGI BARU TERBARUKAN CAPAI 978 MEGAWATT   KEMENDIKBUD APRESIASI PERAN SWASTA DALAM MEMBANTU PENYEDIAAN MODUL PENDIDIKAN JARAK JAUH   JAKSA PENUNTUT UMUM MINTA MAJELIS HAKIM TOLAK PERMOHONAN DJOKO TJANDRA JADI "JUSTICE COLLABORATOR"   DINAS SDA DKI: PEMBEBASAN LAHAN NORMALISASI SUNGAI TAHUN INI BELUM BERJALAN KARENA DANA PINJAMAN BELUM CAIR   WAKIL KETUA DPR AZIS SYAMSUDDIN DUKUNG RENCANA PEMERINTAH KAMPANYEKAN PRODUK DALAM NEGERI   WAPRES MA'RUF AMIN MINTA MASYARAKAT TAK HINDARI VAKSINASI COVID-19   PEMKOT TANGSEL MENGAKU TIDAK SIAPKAN PENANGANAN KHUSUS UNTUK CEGAH VIRUS KORONA B117   SATGAS MINTA MASYARAKAT TAK KHAWATIR BERLEBIHAN TERHADAP MUTASI VIRUS KORONA B117