Kompas TV internasional kompas dunia

Dambakan Kepastian, Sri Lanka Gelar Sensus Gajah Nasional Tahun ini

Selasa, 26 Januari 2021 | 00:01 WIB
dambakan-kepastian-sri-lanka-gelar-sensus-gajah-nasional-tahun-ini
Sri Lanka tahun ini segera menggelar sensus nasional gajah, untuk mencari kepastian berapa sebenarnya jumlah gajah di negera itu. Sekretaris Kementerian Konservasi Margasatwa Bandula Harischandra mengatakan Sri Lanka terakhir kali menggelar sensus gajah pada 2011 dan diperkirakan terdapat 5.179 ekor gajah di negara tersebut. (Sumber: Mongabay)

KOLOMBO, KOMPAS.TV - Departemen Konservasi Margasatwa Sri Lanka akan melakukan sensus gajah nasional tahun ini guna menentukan jumlah pasti mamalia besar itu di negara tersebut, seperti dilaporkan media setempat pada Senin (25/01/2021) seperti dilansir Xinhua.

Sekretaris Kementerian Konservasi Margasatwa Bandula Harischandra mengatakan Sri Lanka terakhir kali menggelar sensus gajah pada 2011 dan diperkirakan terdapat 5,179 ekor gajah di negara tersebut.

Tahun lalu, Sri Lanka mencatat angka kematian gajah tahunan tertinggi dan angka kematian manusia tertinggi kedua di dunia akibat konflik antara manusia-gajah, ungkap Committee on Public Accounts (COPA), bagian dari parlemen Sri Lanka.

Baca Juga: Bulan Lalu Minum Ramuan Anti-Corona Dari Penyihir, Sekarang Menkes Sri Lanka Positif Covid-19

Peta distribusi populasi gajah (Elephas maximus maximus) di Sri Lanka tahun 2019. Apakah ada perkembangan di tahun 2021? Sri Lanka akan mengetahuinya tahun ini (Sumber: Matilda Madawa)

Menurut Ketua COPA Tissa Vitharana, meskipun rata-rata angka kematian gajah akibat konflik manusia-gajah di Sri Lanka mencapai 272 ekor per tahun, sebanyak 407 ekor gajah mati dalam setahun terakhir.

Selain itu, kendati rata-rata angka kematian manusia akibat konflik manusia-gajah adalah 85 orang per tahun, sebanyak 122 orang tewas dalam setahun terakhir, ujar Vitharana.

Membunuh gajah liar di Sri Lanka merupakan pelanggaran kriminal, tetapi sejumlah laporan rutin menyebutkan bahwa warga desa yang marah meracuni atau menembaki hewan-hewan tersebut.

Penulis : Edwin Shri Bimo





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
08:51
IKUTI WEBINAR "BERPARTNER DENGAN MEDIA" BERSAMA TIM HARIAN KOMPAS, DAFTAR DI INSTITUTE.KOMPAS.ID!   SATGAS NEMANGKAWI: CEPAT ATAU LAMBAT KKB PASTI TERTANGKAP   100 PERSONEL SATGAS NEMANGKAWI HADIR DI DISTRIK BEOGA, PUNCAK, PAPUA, LINDUNGI MASYARAKAT DARI KKB   BUPATI TEGAL UMI AZIZAH MINTA WARGA AMBIL SISI POSITIF DARI LARANGAN MUDIK LEBARAN   KAKORLANTAS POLRI SEBUT JIKA ADA MASYARAKAT YANG NEKAT MUDIK PADA 6-17 MEI 2021 MAKA POLISI AKAN MENINDAK   POLRI AKAN MELAKUKAN PENYEKATAN DI 333 TITIK DI TOL DAN JALAN ARTERI DARI LAMPUNG-BALI SELAMA PELARANGAN MUDIK   SATGAS COVID-19 MINTA PEMDA TEGAS MELARANG WARGA MUDIK GUNA TEKAN ANGKA PENULARAN KORONA   SATGAS COVID-19: LARANGAN MUDIK LEBARAN BERLAKU 6-17 MEI 2021   SATGAS COVID-19 SEBUT PENGEMBANGAN VAKSIN MERAH PUTIH TETAP BERJALAN MESKI KEMENRISTEK DILEBUR DENGAN KEMENDIKBUD   MASIH BERSTATUS ZONA ORANYE, PEMKOT BOGOR WASPADAI LONJAKAN KASUS COVID-19 SELAMA BULAN PUASA   DIRJEN PAUD KEMENDIKBUD SEBUT DIGITALISASI SEKOLAH BAKAL JADI ARAH PENDIDIKAN INDONESIA HINGGA 2035   MULAI 2022, KEMENDIKBUD AKAN MEMBUAT RAPOR DARING DI BEBERAPA SEKOLAH YANG MASUK DALAM PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK   PEMBANGUNAN PROYEK LITTLE TOKYO JABABEKA DI ATAS LAHAN SELUAS 4,6 HEKTAR DIMULAI AKHIR TAHUN INI   KKP SEBUT LARANGAN EKSPOR BENIH LOBSTER UNTUK MENGGALAKKAN BUDIDAYA LOBSTER GUNA TINGKATKAN EKSPOR LOBSTER