Kompas TV nasional peristiwa

Presiden Jokowi Bersyukur Bisa Kendalikan Krisis Kesehatan dan Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19

Senin, 25 Januari 2021 | 16:01 WIB
presiden-jokowi-bersyukur-bisa-kendalikan-krisis-kesehatan-dan-ekonomi-akibat-pandemi-covid-19
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Rapat Kerja Kejaksaan 2020 yang dilangsungkan secara virtual. (Sumber: Youtube Setpres)

JAKARTA, KOMPAS TV - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan Indonesia termasuk negara yang bisa mengendalikan dua krisis sekaligus sepanjang 2020.

Adapun dua krisis tersebut yakni krisis kesehatan dan krisis ekonomi. Oleh karenanya, keberhasilan itu menurut Presiden Jokowi patut disyukuri.

Demikian hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam sambutan sidang MPL PGI 2021 yang disiarkan lewat Youtube Yakoma PGI, Senin, (25/1/2021).

Baca Juga: Orang Tua Siswi Nonmuslim Dipaksa Berjilbab Surati Presiden Jokowi

"Sepanjang tahun 2020 dan memasuki tahun 2021, kita menghadapi beberapa ujian, beberapa cobaan yang sangat berat, pandemi Covid-19 yang melanda dunia 215 negara dan Indonesia telah mengakibatkan krisis kesehatan dan krisis ekonomi," kata Jokowi.

"Kita bersyukur, Indonesia termasuk negara yang bisa mengendalikan dua krisis tersebut dengan baik."

Namun demikian, menurut Jokowi, permasalahan krisis tersebut belum sepenuhnya usai.

Pasalnya, pandemi masih berlangsung sampai saat ini. Karenanya, dibutuhkan sikap waspada dan siaga dalam menghadapinya. 

Baca Juga: Jokowi Teken Perpres Nomor 8 Tahun 2021, Industri Pertahanan Diminta Produksi Peralatan Canggih

Selain dua krisis tersebut, Presiden Jokowi mengatakan bahwa pada awal tahun 2021 Indonesia juga diterpa sejumlah musibah.

Itu di antaranya banjir di Kalimantan Selatan, tanah longsor di Sumedang, Kecelakaan Sriwijaya Air SJ182,  dan gempa bumi di Majene-Mamuju, Sulawesi Barat. 

"Kita bersama seluruh komponen masyarakat telah sigap menangani ini, tetapi kita juga harus bekerja keras untuk mengurangi risiko-risiko bencana, dan selalu siaga untuk menghadapinya," ucap Jokowi.

Jokowi mengatakan, seluruh bencana yang melanda Tanah Air harus dihadapi dengan tegar dan penuh kesiagaan.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Brand Ekonomi Syariah

Jokowi pun mengucap terima kasih kepada seluruh keluarga besar PGI yang ikut membantu meringankan para korban bencana.

"Semua bencana ini harus kita hadapi dengan tegar dan penuh kesiagaan," kata Jokowi.

"Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar PGI di semua tingkatan yang telah membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak pandemi dan bencana."

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan saat ini pemerintah telah memulai program vaksinasi untuk menangani permasalahan kesehatan akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga: Jokowi: Indonesia Pesan 426 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Dia menginstruksikan agar program tersebut bisa selesai dalam waktu satu tahun atau sebelum pergantian tahun 2021.

"Saya perintahkan agar vaksinasi ini selesai sebelum 2021," kata Jokowi.

Agar program vaksinasi tersebut dapat rampung dengan cepat, Jokowi menuturkan, pemerintah telah memesan 426 juta dosis vaksin dari empat perusahaan dan negara yang berbeda.

Selain itu, telah disiapkan pula sumber daya manusia dan infrastruktur untuk program vaksinasi tersebut.

"Kami telah menyiapkan 30 ribu vaksinator, 10 ribu puskesmas, dan 3 ribu rumah sakit yang akan mendukung vaksinasi kepada kurang lebih 181,5 juta rakyat Indonesia," ucapnya.

Baca Juga: Jokowi Tunjuk BKKBN Ketuai Program Percepatan Penanganan Stunting

Presiden juga mengajak seluruh umat Kristiani dan jajaran Perseketuan Gereja Indonesia (PGI) membantu pemerintah menyukseskan program vaksinasi.

Caranya, dengan mengedukasi masyarakat dan menyebarkan informasi bahwa vaksinasi merupakan salah satu jalan untuk bisa pulih dan bangkit dari pandemi.

"Selain itu mengedukasi bahwa meskipun vaksinasi dilakukan, protokol kesehatan harus tetap diterapkan dengan disiplin. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, jangan ditinggalkan, jangan dianggap remeh," katanya.

Tidak hanya pandemi Covid-19, kata Presiden, pemerintah juga berkomitmen menangani isu kesehatan yang lain seperti TBC dan stunting.

Baca Juga: Jokowi Targetkan Kasus Stunting Turun 14 Persen Pada 2024

Harapannya agar kondisi kesehatan masyarakat Indonesia bisa semakin baik.

Penulis : Tito Dirhantoro





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:04
PEBALAP PRAMAC DUCATI, JOHANN ZARCO, RAIH “POLE POSITION” DI MOTOGP SACHSENRING, JERMAN   TIMNAS JERMAN MENANG 4-2 SAAT KONTRA PORTUGAL DI LAGA LANJUTAN GRUP F PIALA EROPA 2020 DI STADION ALLIANZ ARENA   TIMNAS PERANCIS DIIMBANGI HONGARIA 1-1 DI LAGA KEDUA GRUP F PIALA EROPA 2020 DI STADION PUSKAS ARENA   TIGA HARI BEROPERASI, 1.122 PASIEN COVID-19 TELAH JALANI ISOLASI DI TOWER 8 WISMA ATLET PADEMANGAN   LIMA TENAGA KESEHATAN YANG BERTUGAS DI PUSKESMAS SOBANG, PANDEGLANG, BANTEN, TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19   GUBERNUR RIDWAN KAMIL: PEMPROV JABAR SIAPKAN 2.400 TEMPAT TIDUR TAMBAHAN DI RUMAH SAKIT UNTUK PASIEN COVID-19   ANGGOTA KOMISI IX DPR KURNIASIH MUFIDAYANTI MINTA PEMPROV DKI TERAPKAN MIKRO “LOCKDOWN” DI WILAYAH ZONA MERAH   POLDA LAMPUNG TANGKAP 140 ORANG TERKAIT DUGAAN TINDAKAN PREMANISME DAN PUNGUTAN LIAR   POLDA SUMSEL DAN BEA CUKAI PALEMBANG GAGALKAN PENYELUNDUPAN EKSPOR BENUR ILEGAL KE MALAYSIA   JELANG HUT KE-75 BHAYANGKARA, POLRES PANDEGLANG GELAR KEGIATAN DONOR DARAH   JELANG HUT KE-75 BHAYANGKARA, POLDA BANTEN AKAN BAGIKAN PAKET SEMBILAN BAHAN POKOK KEPADA MASYARAKAT   POLRI: HINGGA SAAT INI PELAKSANAAN KOMPETISI LIGA 1 DAN 2 MASIH “ON SCHEDULE”   TINJAU WILAYAH BANGKALAN BERSAMA PANGLIMA TNI, KAPOLRI PAPARKAN LANGKAH SELAMATKAN WARGA DARI RISIKO COVID-19   TOTAL WNI POSITIF COVID-19 DI LUAR NEGERI ADALAH 5.015 ORANG, 4.214 SEMBUH, 208 MENINGGAL DUNIA, DAN 593 DIRAWAT