Kompas TV nasional peristiwa

Ketua Komisi IV DPR ke Menteri Pertanian: Kalau Tidak Ada Solusi Daging Sapi, Di-bully Lagi

Senin, 25 Januari 2021 | 14:08 WIB
ketua-komisi-iv-dpr-ke-menteri-pertanian-kalau-tidak-ada-solusi-daging-sapi-di-bully-lagi
Ilustrasi saat Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo perketat pintu masuk impor untuk antisipasi penyebaran virus corona dari Tiongkok (Sumber: Kompas TV / Okta /Yogi)


JAKARTA, KOMPAS.TV- Ketua Komisi IV DPR RI Sudin meminta kepada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo agar serius menangani harga daging sapi. Sebab, harga daging sapi terus naik sementara Puasa dan Lebaran sebentar lagi. "Kami khawatir situasi pangan ke depan. Sebentar lagi Puasa dan Lebaran. Saya haqul yakin harga daging sapi lebih mahal dari sekarang," kata Sudin saat memimpin rapat kerja bersama jajaran Kementerian Pertanian di Ruang Komisi IV, Komplek Parlemen, Senin (25/1/2021).  

Menurut politisi PDIP ini, Menteri Pertanian jangan lagi mengandalkan lagu lama dalam menangani kelangkaan stok daging sapi. "Kita terlena impor. Jangan pakai lagu lama harus lagu baru," tambahnya.

Baca Juga: Ini Penjelasan Menteri Pertanian Terkait Tantangan dan Kondisi Sektor Pangan di Indonesia

Menurut Sudin, para petani dan peternak sapi di Australia bisa jadi menahan stok. Apalagi Australia pernah terjadi kebakaran hutan dan banjir besar yang berpengaruh pada stok daging sapi asal Australia.

"Jangan hanya mengurus benih cabai. Pikirkan bagaimana bisa dapet mengembangkan kedelai, meningkatkan produksi sapi. Penggemukannya bagaimana, jenisnya apa, kalau perlu impor bibitnya yang bagus,” katanya.

Menurut Sudin, bila Menteri Pertanian tidak bisa menuntaskan kasus daging sapi secepatnya yang datang adalah pem-bullyan. "Kalau tidak ada solusi daging sapi, Menteri Pertanian di-bully lagi," katanya mengingatkan.

Baca Juga: Menteri Pertanian Kunjungi Lahan Pertanian Dampak Banjir

Sebelumnya, para pedagang daging sapi mogok jualan karena stok langka dan harga mahal. Menurut Kementerian Perdagangan (Kemendag), hal itu terjadi karena  kenaikan harga dari pasar importir yang berasal dari Australia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto mengatakan harga sapi hidup di Australia yang diimpor Indonesia mengalami kenaikan dari biasanya US$ 2,8 atau sekitar Rp 39.200 per kg menjadi US$ 3,78 atau Rp 52.900 per kg. Hal itu tentu mempengaruhi harga daging sapi di Indonesia.

Harga daging sapi diprediksi akan terus merangkak naik hingga Maret dan April mencapai harga kurang lebih Rp 130 ribu per kilogram.

Penulis : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:18
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19