Kompas TV nasional peristiwa

Akhir Cerita Siswi Nonmuslim Wajib Pakai Jilbab, Kepsek Minta Maaf hingga MUI Bereaksi

Minggu, 24 Januari 2021 | 05:05 WIB
akhir-cerita-siswi-nonmuslim-wajib-pakai-jilbab-kepsek-minta-maaf-hingga-mui-bereaksi
Ilustrasi: siswi pakai jilbab. Akhir Cerita Siswi Nonmuslim Wajib Pakai Jilbab, Kepsek Minta Maaf hingga MUI Bereaksi. (Sumber: Pixabay)

PADANG, KOMPAS.TV - Kebijakan sekolah terkait dengan siswi nonmuslim harus menggunakan jilbab di SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat (Sumbar), menuai polemik.

Awal mulanya dari sebuah video orang tua murid beradu argumen dengan Wakil Kepala SMKN 2 Padang. Video berdurasi 15 menit 24 detik tersebut akhirnya viral di media sosial.

Dalam video yang dibagikan oleh akun Facebook EH itu, terlihat adu argumen soal kewajiban semua siswi untuk memakai jilbab, termasuk siswi nonmuslim juga harus datang ke sekolah menggunakan jilbab.

Baca Juga: MUI: Saya Dukung Siswi Wajib Jilbab, tapi yang Tak Beragama Islam Pengecualian

Salah satu orang tua murid siswi nonmusilm mencoba mempertanyakan aturan tersebut. Dalam video tersebut, pria itu heran kenapa aturan tersebut diterapkan di sekolah negeri.

"Bagaimana rasanya kalau anak Bapak dipaksa ikut aturan yayasan. Kalau yayasan tidak apa, ini kan negeri," kata pria tersebut.

Pihak sekolah kemudian menjelaskan bahwa penggunaan jilbab bagi siswi tersebut merupakan aturan sekolah.

Menanggapi pernyataan sang guru, orang tua murid yang diketahui bernama EH itu mengaku keberatan dengan aturan seragam yang diterapkan.

“Ini agama saya. Kalau memakai jilbab, seakan-akan membohongi identitas agama saya, Pak,” kata EH.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat Adib Al Fikri menyesali terjadinya peristiwa dugaan pemaksaan memakai jilbab terhadap siswi non-muslim di SMK Negeri 2 Padang.

Menurut Adib, aturan siswi memakai jilbab di sekolah itu sebenarnya adalah aturan lama.

Adib berjanji kebijakan ini akan dievaluasi. Nantinya, siswi nonmuslim tidak diwajibkan memakai kerudung atau jilbab.

Baca Juga: Aturan Siswi Berjilbab di Padang Ternyata Sudah Ada Sejak 15 Tahun Lalu...

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas. (Sumber: Kompas.com)

Reaksi MUI

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas bahkan turut bereaksi menanggapi kebijakan tersebut.

Anwar mengaku mendukung kebijakan siswi berjilbab bagi yang beraga Islam. Namun, ia meminta agar siswi nonmuslim diperbolehkan untuk memilih, memakai jilbab atau tidak.

Dia meminta agar pihak sekolah tidak memaksa dan memberikan pilihan bagi siswi yang tidak beraga Islam.

"Persoalannya ada anak-anak yang tidak beragama Islam yang juga bersekolah di sana. Jadi menurut saya ya ketentuan itu tetap dilaksanakan, tapi ya kepada murid-murid yang tidak beragama Islam ya dipersilakan untuk memilih memakai jilbab, atau tidak ya," kata Anwar Abbas sebagaimana laporan Dany Saputra KOMPAS TV, Sabtu (23/1/2021).

Menurut Anwar, di sejumlah daerah sudah menerapkan peraturan kewajiban jilbab di sekolah. 

"Anak-anak dari sekolah tersebut ada yang tidak beragama Islam. Tapi meskipun mereka tidak beragama Islam, mereka secara ikhlas dengan senang hati juga memakai tutup kepala gitu ya," jelasnya.

Dia pun kembali menegaskan bahwa kewajiban jilbab hanya diperuntukan bagi siswi yang beragama Islam. Namun bagi yang nonmuslim sifatnya hanya anjuran saja dan bukan paksaan.

"Tapi misalkan kalau seandainya mereka keberatan (siswi nonmuslim) ya pihak sekolah sebaiknya jangan memaksa. Tapi mungkin hanya barangkali menganjurkan. Yang namanya anjuran kan bisa diikuti dan bisa tidak diikuti," tutur Anwar Abbas.

Dia pun berharap kepala sekolah agar bisa membuat kebijakan dari peraturan tersebut. "Saya mendukung peraturan tersebut, tapi barangkali untuk yang tidak beragama islam tentu bisa dibuat pengecualian ya," tegasnya.

"Sehingga dengan demikian masalah seperti ini, tidak menimbulkan goncangan-goncangan yang mengganggu bahkan bisa mengusik ketenangan sekolah dan proses belajar mengajar di SMKN tersebut ya," sambungnya.

Baca Juga: Ramai Soal Siswi Non-Muslim Wajib Jilbab, Kepala SMKN 2 Padang Akhirnya Minta Maaf


Kepala Sekolah Minta Maaf

Kepala SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat, Rusmadi sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya kesalahan dalam penerapan kebijakan seragam sekolah.

Rusmadi menyampaikan permohonan maafnya tersebut di hadapan puluhan wartawan saat konferensi pers pada Jum’at (22/1/2021) malam.

"Saya menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dari bidang kesiswaan dan bimbingan konseling (BK) dalam penerapan kebijakan berseragam di sekolah," kata Rusmadi.

Rusmadi juga mengatakan bahwa persoalan ini akan diselesaikan secara bersama dan kekeluargaan.

Bagi siswi yang sempat dipanggil karena tidak memakai jilbab, menurut Rusmadi, bisa datang ke sekolah lagi seperti bisa.

“Ananda kita dapat sekolah seperti biasa kembali,” kata Rusmadi.

Baca Juga: Siswi Nonmuslim Dipaksa Berjilbab di Padang, Komisi X DPR: Intoleran!

 

Penulis : Fadhilah

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
13:42
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19