Kompas TV nasional sapa indonesia

Teka-Teki Penyebab Banjir Bandang di Kalimantan Selatan

Jumat, 22 Januari 2021 | 23:31 WIB

KOMPAS.TV - Nestapa bencana banjir yang merendam melanda Kalimantan Selatan berdampak pada 300.000 warga dan memaksa 60.000 lebih warga mengunggsi.

Polemik penyebab banjir bandang Kalsel ini masih menjadi teka-teki. Bareskrim Polri pun turun tangan untuk menyelidiki pemicu banjir bandang.

Pihak Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, membenarkan adanya penyelidikan banjir di Kalsel oleh polisi.

Organisasi Pemerhati Lingkungan Walhi Kalsel mendesak pemerintah pusat bertindak tegas atas dugaan kerusakan lingkungan Kalsel.

Direktur Walhi Kalsel Kisworo Dwi Cahyono, mendukung penyelidikan yang dilakukan kepolisian untuk mengungkap dugaan pidana perusakan lingkungan akibat alih lahan.

Dari Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) luas hutan seluruh Pulau Kalimantan pada 2014 lalu, tercatat sebesar 28.160 hektar, lalu berkurang menjadi 26.563 hektar di tahun 2018.

Sementara untuk daerah aliran Sungai Barito yang melintasi 4 provinsi di Kalimantan, tercatat seluas 6,2 juta hektar.

Kementerian Kehutanan mengakui hanya 18,2 persen dari luas das barito yang berhutan, dan sisanya 81,8 persen, tidak berhutan. Sementara di Kalimantan Selatan, luas hutan pada 2014 tercatat sebesar 940, 3 hektar dan menjadi 840,9 hektar di 2018.

Selain menipisnya tutupan hutan dan intensitas hujan yang tidak tertampung Daerah aliran sungai, KLHK juga mengungkap adanya luas areal bekas tambang terlantar di  Kalimantan Selatan.

Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Karliansyah menyebut jika menilik dari data BMKG, curah hujan di Kalimantan Selatan sangatlah tinggi. 

#BanjirKalsel #KompasTV

Penulis : Anjani Nur Permatasari


BERITA UTAMA




BERITA LAINNYA


Berita Daerah

600 ASN Pemkot Batu Ikuti Vaksinasi

Kamis, 25 Februari 2021 | 19:48 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
20:12
ANALISIS MENDALAM SEPUTAR PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL. SIMAK SELENGKAPNYA: KLIK.KOMPAS.ID   BACA HARIAN KOMPAS EDISI KHUSUS PEMULIHAN EKONOMI, 22 FEBRUARI 2021. PESAN: KLIK.KOMPAS.ID   MENTERI BUMN ERICK THOHIR: 6.664 PERUSAHAAN TELAH MENDAFTAR VAKSINASI MANDIRI, BUTUH 7,5 JUTA DOSIS VAKSIN   DINKES SEBUT PEDAGANG PASAR HINGGA SOPIR BUS JADI SASARAN VAKSIN COVID-19 DI BANYUMAS, JATENG    ANGGOTA DPRD DKI GILBERT SIMANJUNTAK MINTA PEMPROV PRIORITASKAN VAKSINASI COVID-19 BAGI WARGA KORBAN BANJIR   PN JAKPUS KEMBALI TERAPKAN KERJA DARI RUMAH KARENA HAKIM HINGGA PANITERA POSITIF COVID-19   GUNUNG SINABUNG LUNCURKAN AWAN PANAS GUGURAN & ERUPSI DENGAN JARAK LUNCUR 2.000 METER HARI INI   SATPOL PP DKI AKAN TUTUP PERMANEN KAFE YANG JADI LOKASI PENEMBAKAN DI CENGKARENG   KAPOLDA METRO JAYA PASTIKAN BRIPKA CS DIPECAT KARENA TERLIBAT PENEMBAKAN ANGGOTA TNI DAN WARGA   KAPOLDA METRO JAYA IRJEN FADIL IMRAN JANJI BANTU PROSES PEMAKAMAN KORBAN PENEMBAKAN BRIPKA CS DI CENGKARENG   POLDA METRO & KODAM JAYA GELAR PATROLI BERSAMA PASCA-PENEMBAKAN DI SEBUAH KAFE DI CENGKARENG, JAKBAR   PROPAM POLRI AKAN CEK KEMBALI PROSEDUR PEMEGANG SENJATA API TERHADAP JAJARANNYA DI SEMUA WILAYAH   KSPI SAYANGKAN SIKAP PEMERINTAH TERBITKAN PP SAAT UU CIPTA KERJA MASIH DIUJI DI MAHKAMAH KONSTITUSI   SUDIN PAREKRAF: SEBANYAK 9 “HOMESTAY” DI KEPULAUAN SERIBU DIJADIKAN TEMPAT ISOLASI PASIEN COVID-19